Monday, April 7, 2008

Ada Apa dengan Bappenas Sekarang?

Tajuk rencana Kompas, Senin, 7 April 2007, ”Perlu Pembangunan Berlanjut,” sangatlah bernada tendensius menuju satu institusi, yakni Bappenas.
”...Di antaranya pelajaran tentang posisi, peran dan arti hadirnya lembaga perencanaan nasional yang independen, kompeten, dan berjangka panjang...”
Tulisan tersebut bisa jadi menandakan bahwa saat ini Bappenas belum menjadi lembaga yang mendukung perencanaan nasional dalam jangka panjang yang kompeten dan independen.

Baiklah, tak masalah mengkritik dengan mengacu pada satu institusi tertentu.
Namun, pernyataan, ”.... Bappenas macam itu bisa tetap dipimpin seorang menteri. Kualifikasi sosok menterinya bukan lagi anggota partai, tetapi integritas, keahlian, kompetensi, dan kredibilitas...”
Sepertinya jelas pernyataan tersebut mengacu ke siapa. Jujur saja, saya memang tidak merasakan Bappenas yang sekarang sebagai lembaga yang punya taring kuat dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi. Jauh dari masa dalam cerita-cerita almuni FEUI semasa Widjojo Nitisastro dkk ketika mereka menjadi aristektur ekonomi Orde Baru dan menggerakan Bappenas.

2 comments:

Letjes said...

bung, aku kira masalah bukan pada siapa pucuk pimpinannya ato gmn.. pertanyaan yang diajukan adalah masih relevankah keberadaan Bappenas? saya kira tidak..

btw,nice blog bung..

Gaffari said...

Soal relevan atau ngga menurut saya relevan-relevan saja, selama diberi wewenang, scope kerja, dan tanggung jawab yang jelas.

Pengebirian Bappenas setau saya sejak diketuai Kwik Kian Gie.

Usut punya usut sih utk memotong peran Kwik dalam Tim Ekonomi di Kabinet Mega. Maklum, Bapak yg satu itu suka "beda suara" dan cenderung mengkritik sesamanya.

Konon, hal ini ga baik utk menjaga team work yg bagus.