Wednesday, April 9, 2008

Pidato Presiden Mungkin Layaknya Kuliah yang Membosankan

Pembekalan Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lemhanas 8 April 2008 yang lalu mungkin seperti layaknya suasana perkuliahan yang membosankan. Acara yang dibuka oleh Prseiden SBY itu berbuntut pada suasana tegang di mana Presiden SBY memarahi salah satu orang kepala daerah yang asyik tertidur. Baca berita lengkapnya di sini.

Suasana ini mirip dengan suasana perkuliahan di kampus. Dosen atau asisten dosen asyik menerangkan, mahasiswa malah tertidur. Kalau di kampus mungkin lebih parah terkadang, ada yang baca koran, sms-smsan, berfoto-foto ria di handphone, keluar masuk kelas, atau asyik bikin forum obrolan sendiri.

Yang jadi pertanyaan, apa sepenuhnya kesalahan mahasiswa yang malas dan kurang ajar atau materi dan cara mengajar dosen atau asisten dosen yang membosankan?

Pengalaman saya kuliah, seringkali saya memasuki kelas yang sangat membosankan, gaya mengajar yang sangat konvensional, satu arah, tidak kaya akan materi, dan sangat tidak menarik. Terkadang saya lebih asyik pinjam catatan teman atau membaca bukunya sendiri. Saya sering merasa membuang-buang waktu untuk sekedar masuk kelas yang membosankan dan kurang mencerahkan. Beruntung saja, jurusan Ilmu Ekonomi di FEUI, jarang sekali dosen yang memperhitungkan absen. Mungkin mereka juga sadar, bahwa kuliahnya bisa jadi sering membosankan dengan materi yang tidak dipersiapkan dengan baik, atau juga mereka malu karena seringkali “mangkir” mengajar.

Nah, Pak SBY, mungkin Bapak juga perlu evaluasi diri, apakah pidato Bapak sudah cukup menarik atau ternyata sangat membosankan? Kok bisa-bisanya pidato seorang Presiden ada audience yang berani tidur. Atau memang ternyata kepala daerah itu saja yang kurang ajar, sudah duduk di deretan bangku depan, tertidur pulas pula. Ha3....

2 comments:

Alamsyah said...

Menurut saya, sebenarnya maalah ini berujung pada satu hal: mental manusianya..
Yang pertama mental ke pendengar..apakah dia memang berniat-niat 'mencari ilmu' dalam 'mimbar pengetahuan'..jika ya, tentu tidur pun akan hilang..
yang kedua kepada mental penceramah..jika memang dia serius dalam memberi ceramah, maka tentu dia akan menyiapkan materi yg lebih baik, dan tentu berusaha membwakannya semaksimal mungkin, klo prlu berapi-api..
(walopun saya sendiri sering juga mengantuk di kelas)
alamsyah-IE'07
waroenk-suroboyo.blogspot.com

Gaffari said...

Terlepas dari mental, tetap juga perlu diperhatikan bagaimana menyampaikan materi seatraktif mungkin.

Saya sendiri ga mengerti kenapa setiap solat jumat, kalo lg khutbah jumat sebagian besar org terlelap tidur.

Next time, perlu juga khutbah jumat pake power point, dan alat-alat peraga pidato agar menarik. Atau sekalian ada doorprize untuk bbrp penanya terbaik. He3....