Thursday, April 10, 2008

Komposisi Antara Penumpang dan Jenis Kendaraan yang Timpang

Berdasarkan Pusat Analisa dan Data Tempo, menunjukkan bahwa jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak dibanding kendaraan umum menjadi penyebab parahnya keruwetan transportasi di Jakarta. Perbandingan jumlah kendaraan pribadi dan kendaraan umum adalah 98% kendaraan pribadi dan 2% kendaraan umum. Padahal jumlah orang yang diangkut 2% kendaraan umum lebih banyak dari pada jumlah orang yang diangkut oleh 98% kendaraan pribadi. Dari total 17 juta orang yang melakukan perjalanan setiap hari, kendaraan pribadi hanya mengangkut sekitar 49,7% penumpang. Sedangkan 2% kendaraan umum harus mengangkut sekitar 50,3% penumpang.

Pada jam sibuk pagi dan sore, lalu lintas di jalan-jalan utama Kota Jakarta hanya bergerak 12 km/jam. Penelitian Japan International Corporation Agency (JICA) dan The Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa jika tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalu lintas Jakarta akan mati pada tahun 2014. Perkiraan kematian lalu lintas Jakarta pada tahun 2014 itu didasarkan pada pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11% sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1%. Tercatat, setiap hari ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter. Lengkapnya baca di sini.

Sepertinya, penduduk yang mencari nafkah di Jakarta bisa-bisa masa hidupnya banyak habis di jalan. Untuk tinggal di pusat perkotaan tentu memiliki kendala sangat mahalnya harga sewa maupun kepemilikan rumah. Jadi, bagaimana nih solusinya Bang Kumis?

No comments: