Ibarat bentuk aliran barang dalam tata bahasa akuntansi, mungkin metode yang dipake bukan FIFO (First In, First Out) atau LIFO (Last In, First Out), malah bisa jadi perlu ada istilah baru, which is LILO (Last In, Last Out)..udah masuk gudangnya duluan, eh nggak dikeluar2in juga dari gudang..Hahahahaha...(kok gw kayak puas banget nih ketawa2 sendiri..LoL).
Hanya sekedar catatan-catatan, pikiran-pikiran yang mengalir secara random, refleksi hidup, dan ide-ide yang sayang untuk hanya dimarjinalkan di dalam kepala.
Tuesday, June 21, 2011
Jomblo-Jomblo Tersisa
Ada aja yang sewot sama istilah gw di sebuah group BBM, terutama buat orang2 yang list BBM-nya penuh dengan foto-foto bayi or anak-anak. Ini bukan berarti kita pasukan pedhopil yang gemar menginvite anak-anak kecil yang ber-BB (ada ya?) untuk masuk friend list kita (kita? yah gw pake kata ganti "kita" aja biar lebih enak. Jadi nggak ngerasa sendirian..hehehehe..), tapi memang temen2 seusia gw rata-rata udah berkeluarga. Gw cuma sebut "Jomblo-Jomblo Tersisa" layaknya jomblo-jomblo yang terjebak di hutan belantara, yang masih berkutat oleh tiga hal. Ketiga hal itu semua terkait dengan kata "pilih" maksudnya: belum memilih, belum terpilih, dan belum menjadi pilihan..Hahahahaha...
Sunday, June 12, 2011
Conference Alerts
I just found this site that contains various conferences worldwide, specifically for the topics related to economics. I put it to my blog for reminding me to be more productive. Just so you know that there are so many opportunities to submit your paper, and also to travel around the world (for free).
Tuesday, June 7, 2011
Tujuan dan Pencapaian
Orang punya beragam cara untuk menentukan tujuan hidupnya. Ada yang mengucapkan resolusi tahunan, melihat pencapaian diri pada setiap tahunnya. Ada yang menuliskannya dalam proposal hidup, membuat suatu list mengenai apa yang dicapai sepanjang hidupnya. Tapi ada yang sedikit menyentak pikirian gue, pertanyaan seorang teman saat itu, "Apa pencapaian hidup yang udah elu wujudkan Gaf?"
Well, saat itu gue cuma terdiam, hmmm...menjadi hanya terdiam saja bisa jadi karena gue dan dia sebetulnya sedang tidak dalam frekuensi dan persepsi yang sama. Mungkin saja apa yang sudah gue miliki dan raih saat ini adalah sebuah pencapaian, tapi dari sisi pikiran gue itu bukan pencapaian, tapi hanya sejengkal, selangkah atau sepelemparan tombak dari proses menuju sebuah pencapaian.
Simple-nya, layaknya sedang mengikuti kompetisi lari marathon. Ketika seorang pelari melewati garis putih menurut para penonton yang tidak tahu aturan kompetisi mengira itu adalah sebuah garis finish, which means saatnya pelari bisa berhenti. Namun sebetulnya garis putih tersebut hanyalah sebuah penanda bahwa estafet pertama sudah berhasil terlewati, dan ternyata masih ada 2, 3, 4, hingga beberapa estafet ke depan yang masih belum terlewati.
Jadi, tujuan, pencapaian dan titik akhir adalah persoalan persepsi. Beda persepsi, ya tentunya beda juga bagaimana cara memandang sebuah pencapaian.
Well, saat itu gue cuma terdiam, hmmm...menjadi hanya terdiam saja bisa jadi karena gue dan dia sebetulnya sedang tidak dalam frekuensi dan persepsi yang sama. Mungkin saja apa yang sudah gue miliki dan raih saat ini adalah sebuah pencapaian, tapi dari sisi pikiran gue itu bukan pencapaian, tapi hanya sejengkal, selangkah atau sepelemparan tombak dari proses menuju sebuah pencapaian.
Simple-nya, layaknya sedang mengikuti kompetisi lari marathon. Ketika seorang pelari melewati garis putih menurut para penonton yang tidak tahu aturan kompetisi mengira itu adalah sebuah garis finish, which means saatnya pelari bisa berhenti. Namun sebetulnya garis putih tersebut hanyalah sebuah penanda bahwa estafet pertama sudah berhasil terlewati, dan ternyata masih ada 2, 3, 4, hingga beberapa estafet ke depan yang masih belum terlewati.
Jadi, tujuan, pencapaian dan titik akhir adalah persoalan persepsi. Beda persepsi, ya tentunya beda juga bagaimana cara memandang sebuah pencapaian.
Subscribe to:
Posts (Atom)