Thursday, January 22, 2009

Regenerasi Politik????

Suasana menjelang Pemilu 2009 ini mungkin tidak berbeda secara cukup signifikan dengan Pemilu 2004 lalu. Wajah-wajah lama masih menghiasi konstelasi politik negeri ini. Seakan tak menumbuhkan semangat baru di dunia politik, hanya figur-figur itu-itu saja yang masih tersedia dan juga cukup “gizi” untuk maju dalam pemilihan kepemimpinan negeri ini.

Entah mengapa, justru saya lebih terasa excited membayangkan Pemilu di tahun 2014, lima tahun lagi, menelusuri bayangan wajah-wajah yang akan menghiasi pergelaran politik di masa itu. Tentu saja kita tak akan melihat lagi wajah SBY, dengan asumsi jika terpilih lagi maka terbatasi oleh aturan yang membolehkan seseorang memimpin hanya maksimal dua periode berturut-turut. Tentu saja mungkin kita tak lagi melihat sosok Megawati, yang pada periode itu saya rasa sudah bukan momen tepat lagi untuknya. Atau mungkin tak pula melihat sosok Wiranto, yang mungkin telah mengikuti hati nuraninya untuk mengalah mempersilahkan figur yang baru untuk melangkah. Atau mungkin juga tak lagi melihat ambisinya Gus Dur yang tetap meluap untuk menjadi presiden kembali.

Lima tahun lagi, mungkin saja mereka hanya menjadi sosok dibalik layar, menggantikan sosok-sosok yang ada sekarang berada dibalik layar mereka. Sosok yang selama ini hanya mampu membisikkan, mengatur langkah dan strategi bagi mereka agar tetap lekat dengan perubahan zaman. Sekali lagi, lima tahun lagi adalah sebuah misteri, dan juga mencoba apakah akan mengubah keadaan politik saat ini yang bagi saya hanya “garink-garink”saja.

Lima tahun lagi, apakah mungkin kita tak lagi hanya terhanyut akan kegembiraan terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44, sampai-sampai meluangkan waktu untuk menonton inagurasi kemenangann 20 Januari lalu yang dihadiri ratusan ribu-bahkan jutaan pendukungnya. Sebuah kemenangan politik yang fenomenal. Atau juga tidak cuma terhanyut akan pidatonya Obama yang inspiratif itu, jika tak dapat melihatnya di televisi namun mampu meluangkan waktu untuk mengunduhnya di website Youtube. Semoga saja ke depan, ada saatnya mengikuti konstelasi politik ini lebih menarik, atau bahkan segenap rakyat sampai meluangkan waktu untuk mendengarkan sebuah pidato politik menghadirkan sebuah renaissans, hingga menghadiri dan menyaksikan pelantikan presiden barunya. Larut akan pesta demokrasi yang “sebenarnya” di negeri ini.

Bagaimanapun regenerasi akan bergulir, waktu terus berjalan, dan harapan-harapan perlu diwujudkan.

1 comment:

Nuruzzaman Arsyad said...

Setuju Far, Gw juga yakin klo 2014 bakal lebih menarik dari 2009. Tokoh2 muda yang cerdas bakalan muncul, dengan gaya kampanye dan isu-isu yang gw yakin juga jauh lebih menarik.