Saturday, August 2, 2008

Mengerti Random Sampling hanya dari kejadian sehari-hari

Seminggu ini gue dihabiskan untuk ikut pelatihan metode pelatihan dan belajar macam-macam pendekatan statistika (lagi) dan preketele-preketele lainnya...Hufh..kayaknya mulai terjerembab lagi sama istilah mean, standard deviasi, normalitas, R-square, parametrik, non-parametrik, etc.bla.bla.bla....Pelatihan ini memang layaknya kuliah beneran (baca: kuliah konvensional), dengan pengajar yang tipe peneliti murni, kadang keliatan autis, sibuk sama slide-nya sendiri, dengan penjelasan yang sering meloncat ke satu hal dan balik lagi ke bagian sebelumnya secara abstrak...Damn, bener-bener monoton dan bikin gue ngantuk berat....Saking bosennya kadang gue sempet tidur beberapa kali...atau mengumpat hal-hal penting...maki-maki gak jelas (sorry nih yang buat duduk di sebelah gue, jadi korban keanehan gue yang suka kambuh..Hihihihihi....).

Dari segala macam hal membosankan itu, ternyata ada hal yang okey menurut gue. Pengajarnya mampu menganalogikan bagaimana proses random sampling dengan hal yang menurut gue sederhana tapi cukup mengena di hati para peserta yang nyaris muntah-muntah dengan mata udah kayak lampu lima watt. Proses random sampling mampu diterangkan hanya melalui kejadian seorang koki untuk mengetahui apakah masakan yang dia buat sudah pas rasanya, atau sudah cukup masak. Bayangkan saja kuah dalam suatu kuali itu adalah populasi, proses pencicipan kuah tersebut sudah pas rasanya atau belum hanya melalui satu sendok cicipan, ini merupakan proses random sampling. Setiap kuah yang ada di kuali mempunyai probabilitas yang sama untuk terambil oleh sendok sang koki. Sample dari satu kuah sendok itu bisa digunakan untuk mengetahui kondisi populasi (dalam hal ini kuah dalam kuali tersebut). Secara tidak sadar sang koki telah menduga kondisi populasi melalui sample yang dia ambil. Jadi, ternyata hanya begitulah proses random sampling..Hahahahaha.....

Mungkin bagi sebagian orang contoh ini biasa-biasa aja, tapi menurut gue ini sebuah contoh yang sederhana dan brilian....Maklum, sebagai mantan asisten dosen untuk kuliah statistika ekonomi, gue gak sempet kepikiran untuk bisa kasih contoh kayak begitu, malah gue jelasin dengan segambreng penjelasan penuh istilah antah-berantah dengan alhasil mahasiswa-mahasiwa gue ngences-ngences dan kebingungan (akhh...lebay deh gue...).

2 comments:

Ran, Anka, Nel said...

Iya gopuchan...penjelasan lo tentang random sampling emang LEBAY ABIIIEEEZZZZ....tp emang kita smua udah tau tentang koki dari TK, lo doang kali gop yg gak tau...hihihi...kemane aje lo?? sibuk ngurusin partai sih!!! hahaha...

Nina Namira said...

halah,,
tetep pusing bacanya,,