Sunday, August 3, 2008

Siapa Dia?

Akhir-akhir ini iklan-iklan di televisi makin beragam, beragam bukan dalam artian para pembuat iklan semakin kreatif, namun semakin banyaknya iklan yang berisi pesan politik dan pencitraan yang ingin disampaikan kepada publik. Dalam proses pencitraan ini saya lihat beberapa hal. Pertama, iklan yang menampilkan kisah sukses yang telah dilakukan oleh seseorang dan iklan tersebut seolah-olah berfungsi me-refresh ingatan publik pada jasa-jasa positifnya. Kedua, ada juga iklan yang sifatnya lebih menonjol pada sisi marketing, atau dalam bahasa sederhananya berusaha untuk lebih pada meningkatkan popularitas.

Untuk yang pertama, biasanya iklan untuk seseorang yang sudah jelas pada tujuan yang ingin dicapai dan eksplisit pada ritual politik yang diikuti, misalnya dalam rangka mengahadapi pilkada yang sudah di depan mata. Nah kemudian, bagian kedua yang saya bingung, bentuk iklan ini biasanya tentang seseorang yang kisah sukses dan jasa-jasa apa yang telah dilakukan untuk masyarakat saja belum jelas, dan bahkan ritual politik apa yang ingin diikuti juga tidak pernah eksplisit disebutkan. Memang iklan bisa meningkatkan popularitas, namun apakah populer di iklan akan ada jaminan menjadi pilihan publik? Apakah perilaku pemilih kita hanya memilih bedasarkan siapa yang populer dan tidak populer? Kalo iya, maaf-maaf saja, saya bukan salah satu bagian itu.

Herannya, iklan tipe yang kedua justru sedang mendominasi di televisi. Mungkin sedikit banyak saya tahu orang-orang tersebut, tapi sebagian besar orang yang saya kenal dan kebetulan melihat iklan tersebut justru malah bertanya-tanya, “Siapa Dia?”
Mungkin positif bila pada akhirnya men-trigger seseorang untuk mencari tahu lebih dalam siapa orang di dalam iklan tersebut, atau malah yang terjadi hanya membuat publik bergumam “Akh, buang-buang duit saja untuk iklan di TV.”

2 comments:

berly said...

Pusing Gaff bacanya...

Gaffari said...

halah..halah..
jedotin aja pala lo ke tembok....
sembuh dah pastinya......