<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944</id><updated>2012-02-14T09:42:02.646+07:00</updated><category term='Corruption'/><category term='Book Review'/><category term='Energy'/><category term='Not Important (Gak Penting)'/><category term='Investment'/><category term='Macroeconomics'/><category term='Call for Papers'/><category term='Students'/><category term='Greeting'/><category term='Government Failure'/><category term='Teaching Assistant'/><category term='Elections'/><category term='Government Paternalism'/><category term='Advice'/><category term='Monetary Economics'/><category term='Politics'/><category term='Diary'/><category term='Advertisement'/><category term='Leadership'/><category term='Photo Gallery'/><category term='Song Lyric'/><category term='Rent-Seeking'/><category term='Notes'/><category term='Scholarship'/><category term='Indonesian Economy'/><category term='Indicators'/><title type='text'>Gaffari's Manuscript</title><subtitle type='html'>Hanya sekedar catatan-catatan, pikiran-pikiran yang mengalir secara random, refleksi hidup, dan ide-ide yang sayang untuk hanya dimarjinalkan di dalam kepala.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6860122733782098355</id><published>2011-08-22T00:18:00.008+07:00</published><updated>2011-08-22T03:14:31.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Book Review'/><title type='text'>Menyuburkan Harapan Dahulu, Mewujudkannya Kemudian</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jQb9jIY1e28/TlFCeBoPFoI/AAAAAAAAAc0/F4XLmno8r8s/s1600/Laskar%2BPelangi.jpeg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jQb9jIY1e28/TlFCeBoPFoI/AAAAAAAAAc0/F4XLmno8r8s/s200/Laskar%2BPelangi.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643364891672647298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-GxcQ_-djmSA/TlFClrgNJ3I/AAAAAAAAAc8/OOi7xMqhWNk/s200/Negeri%2B5%2BMenara.jpg" style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643365023172339570" /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-uAOnuSusMO0/TlFCtSwUNGI/AAAAAAAAAdE/EtW3MbhK2Uc/s200/9%2Bsummers%2B10%2Bautumns.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643365153967977570" style="cursor: pointer; width: 138px; height: 200px; " /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak novel hasil torehan tinta anak negeri yang kalau gue bisa katakan memiliki benang merah yang sama. Yaitu betapa pentingnya menyuburkan harapan, angan-angan dan cita-cita, dan kemudian bertanggung jawab atas semua harapan, angan-angan dan cita-cita tersebut. Artinya, tentu saja dengan usaha, ikhtiar, dan kerja keras untuk mewujudkannya, bukan hanya berakhir dalam sebuah perenungan di atas tempat tidur sambil memandang atap-atap langit rumah.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, Trilogi Negeri 5 Menara-nya A. Fuadi hingga yang terakhir gue baca 9 Summers 10 Autums-nya Iwan Setyawan, semua mengguratkan semangat yang sama, latar belakang yang sama, dan keberhasilan mengubah nasib menjadi lebih baik. Novel-novel tersebut menggambarkan bagaimana kondisi keterbelakangan ekonomi, hidup di tengah-tengah kaum udik, dan segala lika-liku kehidupan tak mampu membungkam seseorang mewujudkan harapannya. Meski bagi mereka awalnya adalah sebuah hal yang mustahil, namun dengan kondisi lingkungan yang terus mampu memelihara harapan tersebut terus melekat dalam diri mereka, apapun akan menjadi mungkin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pendidikan, dalam hal ini boleh dikatakan sebagai muara dari seseorang mampu mengeskalasi status sosial, menggapai mobilitas sosial secara vertikal. Selain itu adalah semangat juang yang tak pernah putus, keyakinan bahwa kesuksesan tidak bisa dibangun dalam satu malam. Ia butuh peluh keringat, air mata bahkan mungkin tetesan darah. Usaha dan semangat yang konsisten dan persisten. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gue rasa Indonesia memang perlu bacaan-bacaan seperti novel-novel tersebut. Menjadi inspirasi bagi orang-orang yang nyaris putus asa untuk mampu mengecap pendidikan tinggi. Bahwa masih ada kesempatan untuk mengubah nasib, menaiki status sosial lebih tinggi. Dan novel-novel tersebut juga sekaligus sedikit "menyindir" bagi orang-orang yang secara ekonomi berlebihan namun hanya sibuk bermimpi dan tanpa usaha.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada sebuah Quote menarik dari Michelangelo:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6860122733782098355?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6860122733782098355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6860122733782098355' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6860122733782098355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6860122733782098355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/08/menyuburkan-harapan-dahulu.html' title='Menyuburkan Harapan Dahulu, Mewujudkannya Kemudian'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jQb9jIY1e28/TlFCeBoPFoI/AAAAAAAAAc0/F4XLmno8r8s/s72-c/Laskar%2BPelangi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-4927984994728600182</id><published>2011-08-22T00:11:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T00:48:57.481+07:00</updated><title type='text'>Konsumsi, Gairah Yang Tidak Ada Habisnya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/-3_uOdW45Eus/TlE8PcIcJII/AAAAAAAAAco/1QVBWzUGPyg/2011-07-17%25252009.26.28.jpg"&gt;&lt;img src="http://lh3.ggpht.com/-3_uOdW45Eus/TlE8PcIcJII/AAAAAAAAAco/1QVBWzUGPyg/s400/2011-07-17%25252009.26.28.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/-OiVcea9TnLs/TlE8S7gP9EI/AAAAAAAAAcs/IcsrbUC9nKE/2011-07-17%25252009.42.11.jpg"&gt;&lt;img src="http://lh4.ggpht.com/-OiVcea9TnLs/TlE8S7gP9EI/AAAAAAAAAcs/IcsrbUC9nKE/s400/2011-07-17%25252009.42.11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Foto-foto di atas gue ambil pas lagi ikutan ngantri beli iPad 2 di Plaza Indonesia sekitar awal Juli 2011. Fenomena ini menjadi hal yang lumrah mengisi wajah kehidupan kaum urban, khususnya di kota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia seringkali saat ini dikatakan sedang kelimpahan bonus demografi. Ya, gemuknya jumlah penduduk di usia produktif, memiliki penghasilan lebih dari cukup, dan lebarnya piramida penduduk kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum kelas menengah ini menjadi sasaran yang menggiurkan bagi penetrasi consumer goods hingga produk-produk elektronik. Konsumsi bagaikan keyakinan dalam sebuah agama baru yang tak memerlukan pemimpin umat. Semangat itu lahir dari gairah pemenuhan hasrat konsumsi yang mengalir dalam darah manusia dan seakan tak pernah terpuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat itu pula yang mendorong seseorang rela tetap membelalakkan mata demi sebuah Mid-Nite Sale. Seakan-akan alam semesta memberikan energi untuk memilih dengan jeli segala produk diskon. Antri berjam-jam bukan persoalan berat, kalaupun perlu mereka bisa memburu barang-barang label diskon sambil merangkak dari mall satu ke mall lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sebagian wajah Indonesia saat ini, konsumsi, kegiatan ekonomi yang membuat negeri ini masih mampu tumbuh tinggi di tengah sengkarutnya ranah ekonomi global.  Pertanyaan selanjutnya, kapan investasinya? Kok konsumsi terus?&lt;div style="clear: both; text-align: center; font-size: xx-small;"&gt;Published with Blogger-droid v1.7.4&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-4927984994728600182?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/4927984994728600182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=4927984994728600182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4927984994728600182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4927984994728600182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/08/konsumsi-gairah-yang-tidak-habisnya.html' title='Konsumsi, Gairah Yang Tidak Ada Habisnya'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/-3_uOdW45Eus/TlE8PcIcJII/AAAAAAAAAco/1QVBWzUGPyg/s72-c/2011-07-17%25252009.26.28.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-147268866146649172</id><published>2011-07-15T16:31:00.001+07:00</published><updated>2011-07-15T16:31:41.593+07:00</updated><title type='text'>Perayaan yang Minimalis</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href='http://lh6.ggpht.com/-1FGC-VAfzLE/TiAI-fvsTCI/AAAAAAAAAcU/Y1cTDUuwEkg/2011-07-01%25252008.44.41.jpg'&gt;&lt;img src='http://lh6.ggpht.com/-1FGC-VAfzLE/TiAI-fvsTCI/AAAAAAAAAcU/Y1cTDUuwEkg/s400/2011-07-01%25252008.44.41.jpg' /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ini foto pas HUT BI yg ke-58. Kebetulan karena gw ditempatkan di BI Padang, gw nggak pernah tau perayaan di kantor pusat seperti apa. Yg pasti di BI Padang sangat sederhana banget. Diawali dengan senam pagi. Herannya instrukturnya bapak-bapak dari Brimob. Hampir 1 jam senam, gerakannya ngga berubah2. Goyang poco2 terus. Intinya mmg gw ga doyan senam juga sih :) &lt;br/&gt;  &lt;br/&gt; Setelah itu dilanjutkan makan2 sambil beberapa ditembak langsung untuk sumbang suara diiringi solo organ. Setelah itu selsai deh. Mungkin gw aja kali ya yg beyond expectation. Komentar gw cuma 1: "Udah gitu aja? Terus?" hehehehe.....&lt;div style='clear: both; text-align: center; font-size: xx-small;'&gt;Published with Blogger-droid v1.7.2&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-147268866146649172?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/147268866146649172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=147268866146649172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/147268866146649172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/147268866146649172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/07/perayaan-yang-minimalis.html' title='Perayaan yang Minimalis'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/-1FGC-VAfzLE/TiAI-fvsTCI/AAAAAAAAAcU/Y1cTDUuwEkg/s72-c/2011-07-01%25252008.44.41.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-7879476635395076724</id><published>2011-07-08T23:47:00.001+07:00</published><updated>2011-07-08T23:47:31.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Nyoba ngeblog pake android</title><content type='html'>Ini nyoba ngeblog pake blogger-droid. Ngetiknya lumayan ribet ya. Tapi oke juga buat mengabadikan hal2 menarik melalui blog bs kapan aja. Ga mesti ribet2 buka laptop. Yukkkk mariiii....&lt;div style='clear: both; text-align: center; font-size: xx-small;'&gt;Published with Blogger-droid v1.7.2&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-7879476635395076724?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/7879476635395076724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=7879476635395076724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7879476635395076724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7879476635395076724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/07/nyoba-ngeblog-pake-android.html' title='Nyoba ngeblog pake android'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-7155451212539935071</id><published>2011-06-21T23:27:00.000+07:00</published><updated>2011-06-21T23:41:12.674+07:00</updated><title type='text'>Jomblo-Jomblo Tersisa</title><content type='html'>Ada aja yang sewot sama istilah gw di sebuah group BBM, terutama buat orang2 yang list BBM-nya penuh dengan foto-foto bayi or anak-anak. Ini bukan berarti kita pasukan pedhopil yang gemar menginvite anak-anak kecil yang ber-BB (ada ya?) untuk masuk friend list kita (kita? yah gw pake kata ganti "kita" aja biar lebih enak. Jadi nggak ngerasa sendirian..hehehehe..), tapi memang temen2 seusia gw rata-rata udah berkeluarga. Gw cuma sebut "Jomblo-Jomblo Tersisa" layaknya jomblo-jomblo yang terjebak di hutan belantara, yang masih berkutat oleh tiga hal. Ketiga hal itu semua terkait dengan kata "pilih" maksudnya: belum memilih, belum terpilih, dan belum menjadi pilihan..Hahahahaha...&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibarat bentuk aliran barang dalam tata bahasa akuntansi, mungkin metode yang dipake bukan FIFO (First In, First Out) atau LIFO (Last In, First Out), malah bisa jadi perlu ada istilah baru, which is LILO (Last In, Last Out)..udah masuk gudangnya duluan, eh nggak dikeluar2in juga dari gudang..Hahahahaha...(kok gw kayak puas banget nih ketawa2 sendiri..LoL).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-7155451212539935071?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/7155451212539935071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=7155451212539935071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7155451212539935071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7155451212539935071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/06/jomblo-jomblo-tersisa.html' title='Jomblo-Jomblo Tersisa'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-4429253902825867617</id><published>2011-06-12T22:50:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T03:16:22.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Call for Papers'/><title type='text'>Conference Alerts</title><content type='html'>I just found &lt;a href="http://www.conferencealerts.com/econ.htm"&gt;&lt;b&gt;this site&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; that contains various conferences worldwide, specifically for the topics related to economics. I put it to my blog for reminding me to be more productive. Just so you know that there are so many opportunities to submit your paper, and also to travel around the world (for free).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-4429253902825867617?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/4429253902825867617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=4429253902825867617' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4429253902825867617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4429253902825867617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/06/conference-alerts.html' title='Conference Alerts'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8495516286684523387</id><published>2011-06-07T08:57:00.003+07:00</published><updated>2011-06-07T09:28:02.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Tujuan dan Pencapaian</title><content type='html'>Orang punya beragam cara untuk menentukan tujuan hidupnya. Ada yang mengucapkan resolusi tahunan, melihat pencapaian diri pada setiap tahunnya. Ada yang menuliskannya dalam proposal hidup, membuat suatu list mengenai apa yang dicapai sepanjang hidupnya. Tapi ada yang sedikit menyentak pikirian gue, pertanyaan seorang teman saat itu, "Apa pencapaian hidup yang udah elu wujudkan Gaf?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, saat itu gue cuma terdiam, hmmm...menjadi hanya terdiam saja bisa jadi karena gue dan dia sebetulnya sedang tidak dalam frekuensi dan persepsi yang sama. Mungkin saja apa yang sudah gue miliki dan raih saat ini adalah sebuah pencapaian, tapi dari sisi pikiran gue itu bukan pencapaian, tapi hanya sejengkal, selangkah atau sepelemparan tombak dari proses menuju sebuah pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple-nya, layaknya sedang mengikuti kompetisi lari marathon. Ketika seorang pelari melewati garis putih menurut para penonton yang tidak tahu aturan kompetisi mengira itu adalah sebuah garis finish, which means saatnya pelari bisa berhenti. Namun sebetulnya garis putih tersebut hanyalah sebuah penanda bahwa estafet pertama sudah berhasil terlewati, dan ternyata masih ada 2, 3, 4, hingga beberapa estafet ke depan yang masih belum terlewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tujuan, pencapaian dan titik akhir adalah persoalan persepsi. Beda persepsi, ya tentunya beda juga bagaimana cara memandang sebuah pencapaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8495516286684523387?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8495516286684523387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8495516286684523387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8495516286684523387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8495516286684523387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2011/06/tujuan-dan-pencapaian.html' title='Tujuan dan Pencapaian'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-563075869593219937</id><published>2010-01-09T17:15:00.003+07:00</published><updated>2010-01-09T21:05:23.230+07:00</updated><title type='text'>Apa Kita Kembali Seperti Zaman Orde Baru?</title><content type='html'>Setelah era reformasi bergulir pada tahun 1998, Indonesia merasakan demokrasi sebenarnya, ketika setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya, berorganisasi dengan berbagai keunikannya, dan  bergulirnya pemilihan umum dengan melibatkan beragam partai serta partisipasi masyarakat yang lebih luas. Pendulum kebebasan itu mulai bergeser ke kanan, dari sebelumnya yang terbujur kaku di sebelah kiri, terbungkam oleh tangan penguasa. Namun apakah kebebasan tersebut akan terus menerus bergulir pada pendulum di sebelah kanan, atau penguasa saat ini mulai kembali ingin menggesernya ke kiri?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berbagai macam bentuk dan cara penguasa bertindak laku atas nama "stabilitas" sepertinya mulai kembali menyerbakkan bebauan kayu Cendana, masa stabilitas gaya Orde Baru. Siapapun saat itu bisa dicap subversif ataupun tertuduh berbuat tindakan makar jika tidak sejalan dengan arah penguasa. Tak bedanya dengan orde lama, tak sejalan dengan penguasa adalah kontra-revolusioner, meskipun kadang tak semua mengerti apa maksud dari revolusioner itu sendiri. Rovolusi dan stabilitas menjadi hal absurd, seperti sebuah ayat suci yang mesti dipegang teguh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berita mengenai &lt;a href="http://sorot.vivanews.com/news/read/119727-buku_buku_terlarang"&gt;pelarangan beredarnya beberapa buku kembali muncul&lt;/a&gt;. Entah mengapa hal tersebut kembali mengulangi masa-masa sebelumnya. Padahal buku hadir untuk membuka wawasan manusia agar memiliki pandangan terhadap kehidupan yang lebih luas. Jika buku dianggap menghadirkan jalan cerita yang dianggap salah, maka biarlah, dan biarkan seiring dengan jalannya waktu ada penulis lain yang mengungkapkan sisi lain dari sebuah hal sama dengan alternatif buku lain. Seorang intelektual, mestinya juga membuka ruang untuk melihat sudut pandang yang lain, dan soal mau percaya atau mengikuti yang mana itu kembali pada pilihannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Para &lt;i&gt;founding fathers&lt;/i&gt; kita terdahulu seperti Soekarno-Hatta, adalah pribadi-pribadi yang rajin membaca buku. Pemikiran-pemikiran mereka terhadap kebangsaan, sosial, politik, maupun ekonomi  tak lepas dari buku-buku yang mereka baca. Terkadang ketika membaca mengenai pemikiran-pemikiran mereka, apabila ditinjau lebih dalam sebenarnya tak sepenuhnya orisinil. Banyak juga dapat kita temukan apa yang diutarakan pada berbagai buku-buku barat yang beredar. Intinya, mereka mampu meramu dari beragam pemikiran yang ada di dunia dalam konteks ke-Indonesia-an.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pelarangan buku hanya akan menyebabkan masyarakat mempunyai perspektif sempit akan sebuah hal. Tak ada alternatif pandangan lain yang mampu memperbesar kacamata pemikirannya. Saya jadi teringat, ketika reformasi bergulir, para penjual buku mulai kembali berani menjual buku-buku kiri, Marxisme, buku novel Pramudya, dll, serta berbagai hal yang selama orde baru dilarang. Gayung pun bersambut, masyarakat antusias menyambut kehadiran buku-buku tersebut. Mungkin penasaran ingin mengetahui isi buku tersebut mengapa hingga dilarang oleh Orde Baru. Lalu, apakah sebodoh itu ketika seseorang membaca buku Karl Marx, kemudian dia menjadi fanatik Marxisme? Membaca buku tentang Komunisme, kemudian menjadi komunis? Saya rasa tidak. Itu tergantung dengan individu masing-masing. Justru orang yang menjadikan satu buku menjadi acuan kebenaran mutlak adalah hal yang salah, terkecuali pada kitab suci. Buku sebenarnya hanya menyediakan ruang terbatas bagi penulisnya untuk merangkaikan pemikirannya, ruang pemikiran lain bisa ditemukan pada buku lain, dan seterusnya. Bahkan kitab sucipun memerlukan kitab-kitab lain yang mampu menjelaskan bagaimana membumikan kalam Tuhan dalam realitas kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekali lagi, bagi saya pelarangan peredaran buku adalah SALAH. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin ada kutipan dari Bung Hatta yang seharusnya menginspirasi penguasa untuk tidak membredel buku:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;"Dengan buku, kau boleh memenjarakanku di mana saja.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Karena dengan buku, aku bebas!"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-563075869593219937?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/563075869593219937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=563075869593219937' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/563075869593219937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/563075869593219937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2010/01/apa-kita-kembali-seperti-zaman-orde.html' title='Apa Kita Kembali Seperti Zaman Orde Baru?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3831464855111002203</id><published>2010-01-05T19:27:00.003+07:00</published><updated>2010-01-05T19:44:07.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><title type='text'>Peneliti VS Politisi</title><content type='html'>Kayaknya ga ada abis-abisnya berita mengenai keadaan politik negeri ini, mulai dari cicak versus buaya, masalah Bank Century, dibanned-nya buku Gurita Cikeas, ini-itu, yang berkat digdayanya media di Indonesia untuk menyuarakan hal tersebut terus-menerus, sampai-sampai terngiang-ngiang terus semua keadaan negeri ini yang kayaknya penuh masalah yang nggak selesai-selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong soal politisi, siaran Live sidang-sidang di DPR secara nggak langsung makin ketauan deh kualitas para politisi di Senayan itu. Ngomong ini-itu yang kadang nggak nyambung, atau berapi-api dengan semangat 45 tapi tanpa esensi. Dulu mungkin orang-orang tau dari berita atau kabar dari mulut ke mulut betapa kadang nggak mutunya para wakil rakyat di Senayan. Ngomong kok suka ngawur????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa obrolan dengan kawan, pekerjaan sebagai peneliti ternyata berbanding terbalik dengan politisi, mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peneliti:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo peneliti, tidak masalah jika hasil penelitiannya, kajiannya, atau analisisnya untuk mengungkapkan atau memprediksi suatu keadaan ternyata salah. Selama mengikuti kaidah akademis dan runtut metode penelitian dengan baik, di ilmu sosial seperti ilmu ekonomi membenarkan kita untuk memiliki kesalahan, bahkan hingga 10 persen, yang berarti kita menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 90 persen. Asalkan, kita tidak berbohong!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Politisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalo politisi, mana mungkin mau terlihat salah, bahkan dalam berbagai situasi harus mampu menampilkan diri sebagai pihak yang benar. Tetapi tentu saja, boleh berbohong! Mungkin secara statistik tingkat kesalahan dari statement yang dilontarkan bisa mencapai 90 persen, dan tingkat kepercayaannya bisa jadi hanya 10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasian yah Indonesia, setiap Pemilu terbuai dengan janji-janji, lalu kecewa, eh ketemu Pemilu lagi malah terbuai lagi....yah selanjutnya nggak lain dan nggak bukan kalo lagi-lagi KECEWA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mau percaya siapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3831464855111002203?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3831464855111002203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3831464855111002203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3831464855111002203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3831464855111002203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2010/01/peneliti-vs-politisi.html' title='Peneliti VS Politisi'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2030428373282459364</id><published>2010-01-05T11:37:00.002+07:00</published><updated>2010-01-05T11:52:29.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Resolusi 2010..Hmmm..Apa ya?</title><content type='html'>Nggak terasa sekarang udah tahun 2010..thanks buat semua yang terjadi di 2009, baik yang manis maupun pahit, segala hal yang tak terduga, segala konspirasi kehidupan ini, segala hal yang seharusnya membuat gue lebih sabar, kuat dan menghadapi segalanya lebih optimis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, kalo tahun baru gini biasanya orang membuat resolusi sebagai target hidup yang akan dipenuhi, sekaligus merefleksikan kembali resolusi tahun sebelumnya apakah tercapai atau nggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gue kayaknya cenderung orang yang nggak pernah membuat resolusi, mungkin tipe yang membiarkan hidup ini mengalir begitu saja..Hmm, ngga bagus sih kayaknya, jadi hidup pasti tidak terencana dengan baik. Atau mungkin gue orangnya membuat target tanpa harus membuat resolusi, toh secara nggak sadar sudah terpatri secara otomatis mengenai bagaimana target hidup gue selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada gue pusing-pusing mikirin soal resolusi tahun 2010, mending gue cuplik-cuplik aja dari lirik lagu yang kira-kira mewakili soal itu semua. Yang simple-simple aja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Next Year Baby&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;by Jamie Cullum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Next Year,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Things are gonna change,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And start all over again&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gonna pull up my socks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gonna clean my shower&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Not gonna live by the clock&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;But get up at a decent hour&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Gonna read more books&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Gonna keep up with the news&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gonna learn how to cook&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And spend less money on shoes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pay my bills on time&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;File my mail away, everyday&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Resolutions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well Baby they come and go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Will I do any of these things?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The answers probably no&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;But if there's one thing, I must do,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Despite my greatest fears&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm gonna say to you&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;How I've felt all of these years&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, mungkin itu aja..setidaknya ini jadi postingan blog gue pertama di tahun 2010.&lt;br /&gt;Semoga bisa lebih produktif menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalani tahun 2010 ini guys....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2030428373282459364?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2030428373282459364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2030428373282459364' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2030428373282459364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2030428373282459364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2010/01/resolusi-2010hmmmapa-ya.html' title='Resolusi 2010..Hmmm..Apa ya?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8625578736230549897</id><published>2009-10-18T14:59:00.004+07:00</published><updated>2009-10-19T00:23:00.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Apalah Artinya Agama, Bila Kehilangan Sisi Humanisme</title><content type='html'>Mungkin ini kejadian yang tak pernah terungkap, dan boleh gue &lt;i&gt;sharing&lt;/i&gt; karena cukup mengganggu pikiran gue.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini kejadian saat-saat setelah Sumatera Barat diguncang gempa 7,6 skala richter, yang membuat Kota Padang dan Pariaman hancur. Apakah kejadian ini membuat mereka tersadar? Hmmm..kalo gue katakan ngga juga....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kejadian gempa di Sumbar merupakan kejadian yang cukup hebat menimpa pulau Sumatera setelah bencana Tsunami Aceh beberapa tahun yang lalu. Kalo ditelisik, kedua daerah itu sama-sama men-&lt;i&gt;state&lt;/i&gt; bahwa daerahnya mengusung religiusitas yang tinggi, yang satu sebagai Serambi Mekkah, yang satu lagi mengadaptasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Bencana yang menimpa keduanya bisa jadi jalan Tuhan menguji keimanan penuduk di daerah tersebut, yang dengan sadar mengadaptasi nilai Ketuhanan (baca: Islam) dalam menjalankan kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun ada banyak kejadian yang mengganggu benak gue, dan ngga tau apa ini bisa ditangkap rasionalitas gue yang pemahaman agamanya mungkin ngga bagus-bagus amat. Namun sebagai manusia normal gue punya sisi humanis yang secara universal dianut semua umat manusia di dunia. Dan melihat beberapa kejadian, cukup bikin kernyit di dahi gue bertambah rasanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kejadian 1:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kejadian ini terjadi dalam perbincangan salah satu ketua Satkorlak dan lembaga keagamaan (sebut saja HT) dengan perawakan berjanggut, bercelana ngatung, dan berjidat hitam. Perbincangan terjadi di Gubernuran, yang menjadi media center bencana gempa di Sumbar, posisi gue di situ lagi mencatat sejumlah informasi untuk mensupply para jurnalis CNN yang kebetulan gue menjadi pemandunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Orang HT (HT) : Pak, kami datang kemari membawa sejumlah bantuan untuk para korban gempa, kami sekarang butuh tempat tinggal, dan moda transportasi untuk kebutuhan kami.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Kepala Satkorlak (KS) : Oh baik, tapi kami saat ini sedang mengalami keterbatasan, dan kami tidak dapat menyediakan penginapan ataupun kendaraan untuk saat ini.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : Bagaimana tidak bisa Pak? Kami di sini datang dengan maksud baik masak kami tidak difasilitasi?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;KS : Bapak-Bapak, mohon maaf karena saat ini juga kami mengalami kesulitan, berbagai fasilitas juga ikut hancur, kami tidak bisa memenuhi keinginan Bapak-Bapak.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : Lho, bagaimana bisa? Bapak kan pejabat negara, ditugasi negara, bagaimana Bapak tidak bisa menyediakan fasilitas untuk kami tempat tinggal dan kendaraan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;KS : Bapak-Bapak, kalau memang ada, tentu akan kami sediakan, sekarang memang kondisinya tidak ada, dan kami pun sekarang juga mengalami kesulitan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : (Dengan nada marah) Bapak itu digaji oleh negara! Sudah semestinya Bapak membantu kami!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;KS : (Dengan masih berusaha sabar) Bapak-Bapak, kalau melihat tim lain, baik dari Swiss, Amerika, Australia, negara-negara lain, bahkan lembaga lain, mereka berusaha memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan kendaraannya secara mandiri. Mereka mau membantu kami tanpa juga harus memberatkan kami di sini.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : Saya tidak mengerti dengan Bapak. Saat kami membantu bencana gempa di Jogja, kami difasilitasi penuh oleh pemerintah daerahnya. Kalo ini apa?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;KS : Bapak-Bapak, apakah pernah mengalami gempa? Bencana seperti ini?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : Iya, kami pernah! Waktu tsunami di Aceh! (dengan nada kesal)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;KS : Lha, kalau sudah mengalaminya, kenapa sikap Bapak-Bapak seperti ini?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;HT : (Terdiam, dan tak berlangsung lagi bantahannya)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jujur, pada kondisi itu semua juga sedang mengalami kesulitan, tidak hanya korban, namun juga para volunteer, wartawan, dan sejumlah orang yang datang membantu sama-sama bersusah payah untuk mencari tempat tinggal, supply makanan, listrik, dan kendaraan yang memadai. Gue terus terang mendengar pembicaraan antara HT dan KS itu agak sedikit panas, mungkin kuping gue memerah saat itu. Apalagi mereka menggunakan atribut, rompi, dan pakaian yang mengusung nama agama (Islam Bergerak dan Bersatu). Gue juga Islam, tapi apakah mesti tidak melihat kondisi dan situasi yang ada? Mencoba empati dengan siapapun di daerah bencana itu, meskipun dia pejabat negara atau siapapun....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kejadian 2:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kisah dari seorang teman yang tinggal di kontrakan di Kota Padang. Saat kejadian kebetulan berbagai ruko dan fasilitas umum di depan kontrakannya hancur, sebagian jalan terutup, dan mengharuskan para pengendara untuk mengalihkan jalannya ke jalan lain untuk mencapai tujuan. Teman gue iti dengan menggunakan motornya mencoba ke kontrakannya untuk menemui istrinya yang kebetulan tinggal sendirian di kontrakan saat kejadian gempa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun saat menuju gang ke kontrakannya, tiba-tiba jalan tersebut diportal, sehingga dia tak bisa masuk ke jalan menuju kontrakannya. Dia pun terheran-heran, karena tak seperti biasanya jalan itu ditutup, dan dia pun bertanya pada warga yang dia kenal saat itu:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Teman : Ibu, kok jalannya diportal? Biasanya nggak?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Seorang Ibu : Iya soalnya banyak orang jadi lewat sini, takut nanti jalannya rusak.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suerrrr, ini hal yang gila menurut gue, di saat-saat orang sedang sulit, semua panik, semua mencoba menempuh jalan barangkali menemui keluarganya, sodara-sodaranya, dan melihat rumahnya yang mungkin saja ikut terkena gempa, ini masih saja ada orang-orang yang dengan egois mementingkan dirinya sendiri. Satu kata: EDAN!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kejadian 3:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini juga kisah beberapa teman, dan agak miris mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada dua teman gue, satu tinggal di kosan berlantai 4, dan satu lagi tinggal dikontrakan yang sudah dia bayar DP-nya sebesar Rp2 juta. Akibat gempa, kosan teman gue lantai satunya hancur, dan membuat kosannya yang berlantai 4 agak sedikit miring, sedangkan kontrakan teman gue itu bangunan bagian belakang hancur, dan lantainya terbelah, tak mungkin rasanya memaksa tetap tinggal di bangunan yang sudah rapuh itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya keduanya terpaksa mengungsi di kosan teman gue di belakang kantor yang kondisinya baik-baik saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun setelah beberapa hari Ibu pemilik kosan itu datang, mungkin perbincangannya seperti ini:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Ibu Kosan : Kayaknya dua orang ini udah terlalu lama menumpang di kosan ini!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Teman : Maaf Ibu, kosan dan kontrakan kami rusak dan tak mungkin ditinggali, kami tak tahu mau tinggal di mana.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun sepertinya Ibu Kosan itu tidak mau tahu kondisinya seperti apa, dan akhirnya dua teman gue itu terpaksa angkat kaki dari kosan itu. Hmmm...luar biasa. Apa takut rugi? Apa mesti nambah bayar listrik? Apa mesti nambah bayar air?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Kejadian 4:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pas kejadian gempa, cari makan sulit, air sulit, listrik padam, Hape beberapa provider tak bisa diandalkan, tapi kok ada yang tega jual nasi goreng sepiring 20 rebu, aqua gelas 2500, bensin oplosan 15 rebu/liter. Okey, kalo dalam ekonomi mengatakan, ketika permintaan tinggi, tapi barang langka, maka harga akan terkerek naik, ini namanya &lt;i&gt;demand-pull inflation&lt;/i&gt;. Tapi, mestikah ini terjadi di mana kondisi sedang sulit? Teganya..teganya....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Singkat kata, buat apa dengan bangga mengatasnamakan religiusitas di suatu daerah, membangga-banggakan prinsip agama dalam kehidupan, namun toh tak berbanding lurus dengan rasa kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8625578736230549897?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8625578736230549897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8625578736230549897' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8625578736230549897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8625578736230549897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/10/apalah-artinya-agama-bila-kehilangan.html' title='Apalah Artinya Agama, Bila Kehilangan Sisi Humanisme'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3166704489152562546</id><published>2009-10-18T14:31:00.002+07:00</published><updated>2009-10-18T14:53:14.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Song Lyric'/><title type='text'>Nada Minor Lagu Cinta</title><content type='html'>Dari berbagai kejadian, entah yang gue liat atau gue alamin rasanya kadang hidup ngga sesuai dengan apa yang mudah terucap..seperti lagu-lagu yang sering berdendang. Lagu cinta yang menawarkan romantisme dua sejoli atau kecintaan seseorang dengan orang terkasihnya. Tapi kalo kita lihat di infotainment, artis-artis baik pencipta lagu, atau penyanyi yang begitu syahdu menyanyikan lagu cinta, namun perjalanan cinta atau keluarga yang dibangunnya tak semulus seperti apa yang keluar dari suaranya yang merdu atau hasil lagu ciptaannya.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tipe orang Indonesia mungkin, terlihat dari pasar musik, band-band yang membawakan lagu cinta dan romatisme mendayu-dayu justru laku keras. Seolah-olah tak memberi ruang bagi genre musik lain yang membawakan lagu mungkin lebih sarat makna tanpa melulu mengusung tema cinta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Begitupula kalo gue lihat kecenderungan saat ini, kutipan-kutipan lagu cinta mulai meracuni status facebook, twitter, plurk, dan berbagai situs jaringan sosial lainnya. Dengan pongah seolah-olah orang tersebut mem-publish bahwa dirinya sedang dimabuk asmara, paling mengerti apa artinya cinta dan kasih sayang. Well, kalo gue telisik satu-dua orang, toh justru yang seperti itu biasanya berkebalikan dengan kehidupan nyatanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagu cinta bagi gue sama saja dengan ayat-ayat Tuhan, menawarkan kondisi ideal, namun tak mudah dilakukan atau seindah pada realitanya. Sama halnya dengan orang-orang dengan jumawa membawa ayat-ayat Tuhan yang seharusnya membawa rahmat semesta alam, namun dikutipnya untuk melakukan tindakan kekerasan (atas nama agama tentunya). Sama halnya juga dengan lagu cinta, yang dapat dikutip atau dilantunkan, namun justru untuk meluluhkan hati sang selingkuhan, dan melupakan terkasih yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hmmm..ada lirik lagu dari band indie Efek Rumah Kaca mengenai fenomena ini, dan gue setuju 100 persen akan isinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Cinta Melulu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Nada-nada yang minor&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Lagu perselingkuhan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Atas nama pasar semuanya begitu klise&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Elegi patah hati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Ode pengusir rindu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Atas nama pasar semuanya begitu banal&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Reff:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Oh oh…&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Lagu cinta melulu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Kita memang benar-benar melayu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Suka mendayu-dayu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Apa memang karena kuping melayu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Suka yang sendu-sendu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Lagu cinta melulu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalo pengen tahu gimana lagunya, gue embed live perfomence-nya dari youtube:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10px; white-space: pre; "&gt;&lt;object width="560" height="340"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/p2rFTvCqqQo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/p2rFTvCqqQo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagu cinta, hmmmm...No thanks....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3166704489152562546?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3166704489152562546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3166704489152562546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3166704489152562546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3166704489152562546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/10/nada-minor-lagu-cinta.html' title='Nada Minor Lagu Cinta'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5720047410788480620</id><published>2009-08-05T04:51:00.000+07:00</published><updated>2009-08-05T04:52:14.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Failure'/><title type='text'>Soal Kereta Api Yang Gak Jelas</title><content type='html'>Mungkin postingan ini diilhami oleh kejadian tabrakan antar kereta baru-baru ini (lihat &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/08/04/13545875/tabrakan.ka.di.bogor.52.orang.luka"&gt;di sini&lt;/a&gt;). Namun gue bukan mau komentar tentang gimana kecelakaan itu terjadi, cuma gue pernah menjadi korban betapa ketidakprofesionalannya PT KAI. Berikut ceritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari dari rumah gue di Bogor pagi-pagi sekitar jam 9an mau berangkat menuju kampus UI di Depok. Hari itu di rumah udah ga ada orang, duit gue di kantong tinggal 3 ribu perak. Bingung banget gimana cara berangkat ke kampus tapi ga ada ongkos. Teringat sama nyokap yang suka naruh duit receh di guci kecil dekat kamar mandi. Korek-korek dikit, akhirnya terkumpul duit cepe-an total 500 perak. Okeh, gue udah punya 3500 perak sekarang, 1500 cukup buat naek angkot ke stasiun, dan 2 ribu-nya buat beli tiket kereta ekonomi. Berencana gue mau ngambil duit di kampus, soalnya di fakultas teknik ada ATM BNI yang pecahan 20ribu, kalo ngga salah saldo duit gue tinggal 40ribu-an gitu. ATM BNI itu adalah ATM surga buat gue, karena gue bisa ambil duit gue sampe polllll...sisa saldo 20 ribu aja bisa gue tarik di ATM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh, sampailah gue di stasiun, beli tiket, dan masuk ke kereta ekonomi berdiri sambil clingak-clinguk nunggu kereta berangkat. Sekitar 15 menit kemudian kereta berangkat, semua berjalan seperti biasanya, kereta ekonomi yang bau, kotor, dan banyak orang jualan serta pengemis2 lalu-lalang itu melaju secara perlahan. Bagi gue, kereta ekonomi adalah pemandangan negeri gue yang sebenarnya, jauh dari centang-perenang kehidupan kota yang gemerlap. Sejumlah penyakit sosial tumplek di situ. Orang miskin, cacat, pengemis, pengamen, pencopet, sampe orang yang punya kelainan seks suka mencari kesempatan dalam kesempitan memuaskan seksual fisiknya dengan menempelkan bagian tubuhnya ke lawan jenis ada semua di situ. Naek kereta ekonomi sama aja kita masuk sejenak ke dalam fenomena masyarakat yang termarjinalisasi secara sosial dan ekonomi. (aih serius amat gue nulisnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, tak disangka pas kereta melaju diantara bojong-citayam tiba2 berhenti. Gue pikir memang seperti biasa kereta ekonomi suka berhenti2 sesukanya, kadang tanpa pemberitahuan pula kenapa itu kereta berhenti, entah apa ada yg kebelet pipis kah, atau ada kerusakan teknis kah, kereta ekonomi bisa berhenti sesuka hatinya berasa penumpang mesti maklum2 aja dengan persoalan itu. Istilah: "Konsumen adalah Raja," hahaha ke laut aja lo, di fasilitas publik kayak begini kagak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi berhentinya kereta kali ini seperti lain dari biasanya. Tiba2 orang2 pada keluar, ga seperti biasanya org2 yang tetep di dalam kereta menunggu meskipun kereta berhenti cukuplama. Tiba2 ada yang bilang kalo kereta berentinya bakal lama, bisa 2-3 jam karena ada pemadaman listrik bergilir se-Jawa-Bali. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn!&lt;/span&gt; semua orang pada keluar mutusin lanjut perjalanan dengan naek angkot. Dan gue baru inget kalo gue ga punya duit sama sekali, OMG mana di tengah sawah pula....bagaimana nasib gue ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati gue, anjrit kalo tau ada pemadaman listrik bergilir kenapa sih ga dikasih tau sebelumnya gitu loh, dan juga kenapa tuh kereta tetep ngotot berangkat. Sial bener dah gue, mana hari itu jam 11 ada acara perkenalan organisasi2 di kampus buat Mahasiswa Baru (Maba). Dan gue mesti ngasih sambutan di acara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 1 jam nunggu, gue mulai mati gaya. Akhirnya gue coba keliling2 gerbong dari depan sampe belakang, siapa tau ketemu temen senasib yang bisa diajak ngobrol. Sialnya ternyata ga ada satupun yang gue temuin. Bingung gue bener2 tambah mati gaya. Akhirnya gue nongkrong bareng tukang rokok, tukang koran, dan beberapa pengemis di salah satu gerbong. Duduk-duduk sambil dengerin orang2 itu ngobrol ga jelas, trus tidur2an di kursi kereta ekonomi yang keras itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 hape gue geter, sebenernya gue paling males keluarin hape di kereta, maklumlah gudangnya copet di situ. Gue pindah ke gerbong sebelah yang agak sepi untuk keluarin hape. Pas gue liat yang telvon Barjo, Kadiv Hublu Senat FEUI, gue angkat dan langsung terdengar suara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barjo (B) : "Woy bozz, mana lu? Nanti jangan lupa acara jam 11 ya!"&lt;br /&gt;Gue (G) : "Man gue masih di kereta nih, kejebak gue keretanya mogok"&lt;br /&gt;B : "Memang posisi lo di mana?"&lt;br /&gt;G : "Keretanya lagi ada di tengah sawah nih, pokoknya ga jelas gitu"&lt;br /&gt;B : "Yaudah lo turun naek angkot aja!"&lt;br /&gt;G : "Man, kalo gue ada duit sih gue dah naek angkot dari tadi, masalahnya gue ga ada duit sama sekali, 100 perak pun gue ga ada"&lt;br /&gt;B : "Yaudah lo naek taksi aja nanti kalo dah nyampe kampus kita yang talangin dulu"&lt;br /&gt;G : "Woy lo jangan over ekspektasi deh, di sini angkot lewat aja dah syukur, jangan ngarep bisa ada taksi lewat sini"&lt;br /&gt;B : "Wuahahahaha...Yowes lah kita tunggu aja di sini, lo pikirin aja gimana caranya sampe sini"&lt;br /&gt;G : "Okey2, lo tungguin gw aja, siapa tau keretanya bentar lagi jalan, nanti kalo ternyata gue blom datang2 juga, lo wakilin aje ye"&lt;br /&gt;B : "Sipp bozz"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okey, kembali lagi idup gue nelangsa di dalam gerbong kereta yang ga jelas kapan jalannya. Dah hampir 2 jam gue nunggu sampe abis 1 buku gue selesai baca (kebetulan bukunya tipis sih :)), dan akhirnya kereta jalan juga. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh God Thanks! &lt;/span&gt;Selama kereta melaju, gue ga berhenti2nya sesekali melihat jam, panik takut ga sempat nyampe kampus jam 11. Bener aja, kereta akhirnya nyampe stasiun UI jam setengah 12. Begitu kereta berhenti, gue langsung buru2 turun. Udah ga kepikir naek ojek (karena ga ada duit), atau nunggu bis kuning yang jam segitu supirnya suka datang semaunya, biasanya masih pada asik ngopi2 sama maen gaple di pool depan asrama. Yaudah gue jalan cepet (kayaknya lebih keliatan lari sih) menembus jalan depan FISIP UI sampe menyusuri jalan ke FEUI. Dengan masih ngos2an dan keringetan akhirnya gue sampe juga di kampus, dan langsung menuju Auditorium. Dan bagus banget, pas gue nyampe pas acaranya udah selesai. Wuidihhhh gondok bener. Gara2 kereta sialan dan kebodohan gue yang ga bawa duit sama sekali. Akhirnya sia2 juga perjuangan menuju kampus, acara selesai tanpa gue kagak sempet nongol di acara itu (Ketua macam apa lo far????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu kejadian sekitar 4 tahun lalu, tapi sekarang gue liat profesionalisme PT KAI belum juga banyak berubah secara signifikan. Pertanyaannya, jadi mau sampe kapan kondisi transportasi di Indonesia kayak begini terus? Helloooo, jangan ngarep deh bangun monorail atau MRT segala. Ngatur kereta api yang masih konvensional sejagad raya ini aja masih belom bener. Malulah kalo begini terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral story: JANGAN PERNAH PERGI TAPI NGGA BAWA DUIT SEPESER PUN!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5720047410788480620?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5720047410788480620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5720047410788480620' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5720047410788480620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5720047410788480620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/08/soal-kereta-api-yang-gak-jelas.html' title='Soal Kereta Api Yang Gak Jelas'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-411350509378396919</id><published>2009-03-30T09:32:00.004+07:00</published><updated>2009-03-30T09:48:58.738+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Lagi Mabok MSG</title><content type='html'>Kalo lagi di kosan kadang butuh cemilan bikin bibir gue gak manyun terus. Pasokan makanan gue kebetulan dah abis. Damn, cuma tersisa mie instan, sedangkan gue butuhnya cemilan. Masa gue makan mentah tuh mie. Oh tidak, masa dari dulu sampe sekarang masih aja suka makan mie mentah. Okey, akhirnya cabut ke supermarket, dan di bagian makanan kecil ketemu dengan produk-produk Richeese dan Nabati, dkk. Jenisnya macem-macem pula, jadi tergoda untuk nyobain semua. Akhirnya BOROOOONG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal era kejayaan MOMOGI...&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAw0NMs7II/AAAAAAAAAVg/-pFXdh4Of4s/s1600-h/IMG_1683.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318804833378823298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAw0NMs7II/AAAAAAAAAVg/-pFXdh4Of4s/s400/IMG_1683.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, akhirnya gue makan semua..huaaaa langsung PUYEEEENG..gara-gara kebanyakan makan&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Monosodium_glutamate"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;MSG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; alias kena &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_restaurant_syndrome#Research_into_health_effects"&gt;sindrom rumah makan cina (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;chinese restaurant syndrome&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/a&gt; Kata orang-orang kebanyakan makan ginian bikin bego, gue test 1+1 sama dengan berapa gue masih bisa jawab..Hahahaha..belom bego, jadi makan lagi ajahhhhh.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-411350509378396919?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/411350509378396919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=411350509378396919' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/411350509378396919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/411350509378396919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/03/lagi-mabok-msg.html' title='Lagi Mabok MSG'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAw0NMs7II/AAAAAAAAAVg/-pFXdh4Of4s/s72-c/IMG_1683.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8735808792242696163</id><published>2009-03-30T09:14:00.004+07:00</published><updated>2009-03-30T09:31:30.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Lagi Parno Rambut Rontok</title><content type='html'>Aihhhh..akhir-akhir ini kalo garuk-garuk rambut pasti ada aja rambut yang rontok. Malah nggak sadar sambil ngetik di depan laptop, itu di atas keyboard dah banyak helaian rambut. Wuaahhhh..udah botak gini masa makin botak? Umur kepala 3 aja masih jauh, makin bermutu aja deh gue alias bermuka tua. &lt;p&gt;Akibat keparnoan itu, akhirnya pergi ke supermarket, datang-datang langsung menuju bagian shampoo sama perawatan rambut. Langsung kalap, segala jenis pengobatan rambut rontok dibaca satu-satu. Akhirnya terbelilah tiga botol Neril paket dari shampoo, conditioner, plus hair tonic. Gue dah gak peduli berapa harganya, yang penting hajar lah. Masukin ke keranjang belanjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan bangga kami persembahkan:&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAuKfuEIzI/AAAAAAAAAVY/POgcv4kezHI/s1600-h/IMG_1686.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318801917772833586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 303px; CURSOR: hand; HEIGHT: 221px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAuKfuEIzI/AAAAAAAAAVY/POgcv4kezHI/s400/IMG_1686.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langsung dah malam itu juga gue mencoba ketiga produk itu. Untuk sementara bisa mengobati keparnoan gue..Oh no, jangan rontok lagi donk.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8735808792242696163?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8735808792242696163/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8735808792242696163' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8735808792242696163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8735808792242696163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/03/lagi-parno-rambut-rontok.html' title='Lagi Parno Rambut Rontok'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SdAuKfuEIzI/AAAAAAAAAVY/POgcv4kezHI/s72-c/IMG_1686.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-569345332291923601</id><published>2009-03-29T13:13:00.001+07:00</published><updated>2009-03-29T13:21:31.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Lagi Anti-Sosial</title><content type='html'>Tak pernah rasanya gue seapatis ini, bisa berhari-hari berada di kamar yang panas dan hanya memelototi laptop. Kehidupan di luar sana sepertinya ngga cukup untuk mendorong gue beranjak dari tempat duduk ini. Ada saja pikiran yang bergejolak di kepala ini, tapi tak tahu rasanya ingin dihempaskan ke mana, bahkan seperti ingin diledakkan saja di kepala gue. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak biasanya gue jadi orang anti-sosial yang malas bergaul. Bukan hanya itu, untuk sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;say hai&lt;/span&gt;, ataupun berbasa-basi membuka pembicaraan pun enggan. Inginnya mencari sebuah pelarian, tapi tak pernah ketemu cara yang tepat. Tempat ini terlalu sepi buat gue, mencoba membiasakan namun kadang menyerah juga. Rasanya tak ada ruang untuk sekedar sharing, ngobrol hal-hal asik, sambil diselingi alunan musik yang akrab dengan telinga. Hufh, bagi gue kadang hari libur tak pernah berhasil menjadi sarana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt; untuk kembali semangat saat mulai kerja. Alhasil, masuk kerja dengan bawaan diri yang kurang menyenangkan. Gue butuh interupsi hidup yang menyejukkan dari rutinitas yang membuat penat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadang gue ngerasa mulai agak aneh, suka ketawa-tawa sendiri, bergurau dengan alam bawah sadar yang kadang membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;joke&lt;/span&gt; untuk diri gue sendiri. Bodohnya, gue suka begitu dengan ada satu-dua orang yang ngeliat dan menyadari keanehan gue ini. Membuat mereka bertanya-tanya, “Kenapa loe?” Gue Cuma bisa jawab: “Yah begitulah, gue lagi asik sama pikiran gue sendiri.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berusaha untuk membunuh waktu yang membosankan ini, tapi kayaknya terjadi sebaliknya, waktu ini malah perlahan-lahan seperti mencoba membunuh gue dengan kebosanan ini. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rasa sepi ini adalah hal yang berbahaya buat gue. Bikin gue suka teringat hal-hal bodoh yang pernah gue lakuin dulu. Kadang seperti menyesali diri, mengutuk-ngutuk diri sendiri kenapa dulu gue ngga berusaha menjalani hidup ini lebih baik lagi. Ya, hidup saat ini adalah konsekuensi dari hidup yang lalu-lalu. Kata orang sih, masih ada waktu buat berubah, tapi tetap aja, masa lalu itu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;selalu saja membawa pengaruh negatif dalam otak ini. Rasa gak percaya diri, malu, segan, rendah diri, dan hal-hal lain yang buat gue ngerasa nggak eksis di dunia ini (lebayyyy).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari orang bilang gue, “Far, loe itu orangnya kok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;low-profile &lt;/span&gt;abis?” Gue cuma tersentak, dan menjawab, “Lha gimana ngga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;low-profile&lt;/span&gt;, emang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;profile&lt;/span&gt; gue udah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;low&lt;/span&gt; kok.” Mungkin apa kadang gue kurang bisa mensyukuri hidup, atau terlalu dibayang-bayangi target hidup. Atau mungkin kelamaan hidup di lingkungan yang kurang bertoleransi dengan kegagalan. Hidup itu seperti tak boleh gagal, layaknya bayi yang tak boleh jatuh saat belajar berjalan. Padahal hidup itu adalah proses. Sayangnya gue seringkali bertemu saja saat-saat di mana seseorang seolah berkepentingan di saat gue gagal, tapi sebelumnya tak pernah berurusan dengan proses yang gue jalani, atau setidaknya menunjukkan jalan mana yang benar dan harus dilalui. Hmm, setidaknya waktu terus berjalan, tak tahu kapan itu berujung, mencoba aja jalani diri sendiri, setidaknya mengoptimalkan diri untuk menemukan jalan itu. Itupun kalo memang terbuka buat gue. Kalo kata orang, berusaha aja dulu, seterusnya gimana nasib. Btw, nasib itu siapa sih? Kok bisa-bisanya nentuin hidup orang?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-569345332291923601?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/569345332291923601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=569345332291923601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/569345332291923601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/569345332291923601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/03/lagi-anti-sosial.html' title='Lagi Anti-Sosial'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8226320327341504024</id><published>2009-03-10T22:16:00.000+07:00</published><updated>2009-03-10T22:20:07.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Not Important (Gak Penting)'/><title type='text'>Segala Macam Irasionalitas dan lainnya….</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mungkin irasionalitas kadang begitu relatif. Kasus Ponari dengan batu ajaibnya dengan mengundang sejumlah massa untuk mengantri berobat dan bahkan mengundang korban tewas karena berebutan bagi kita adala sebuah realitas yang ganjil. Tapi ini juga menjadi sebuah indikasi, bahwa banyak sejumlah kalangan, terutama masyarakat tidak mampu, mengharap sebuah pengobatan yang instan dan murah. Akses kesehatan masih belum mampu menjangkau mereka, dan tidak semua rumah sakit memperlakukan dengan baik bagi mereka yang tidak mampu. Kadang kita pun gusar, mengantri di rumah sakit umum, dengan antrian yang panjang, hiruk pikuk yang memusingkan, dan juga pelayanan seadanya. Belum tentu juga mendapat kesembuhan, bahkan terlalu lama mengantri dan campur aduk berbagai orang sakit di ruang yang sama, kadang kita semakin merasa lebih sakit dibanding sebelumnya. Uang yang keluar pun tidak sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pengobatan alternatif ini, dengan segala macam pembenarannya, bisa jadi adalah sebuah pelarian. Pelarian dari segala frustasi dari usaha menyembuhkan penyakit. Kalangan medis seharusnya juga tergerak hatinya melihat fenomena ini. Betapa upaya medis yang ada masih belum mendapat tempat dalam ruang pikiran masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan. Bagi sebagian masyarakat, pengobatan alternatif adalah jawaban, sedangkan sebagian lainnya tetap memandang sebuah irasionalitas. Siklus ini akan berlangsung terus-menerus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Irasionalitas bisa jadi terjadi juga pada dunia ini, dunia maya. Mungkin sebagian orang akan memandang irasional bagi orang-orang yang asik masyuk menghabiskan waktu di depan laptop, atau senyum-senyum sendiri sambil memandangi Blackberry-nya. Sekedar chatting, fesbuking, membalas-balas email, atau seperti blogging ini. Sebagian orang akan memandang, bagaimana orang bisa larut akan sebuah dunia virtual, dan terkadang melupakan untuk menyelami dunia non-virtual yang lebih nyata. Di sini sudut pandang irasionalitas pun terjadi. Bisa rasional, bisa tidak….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada akhirnya, rasional atau tidak, seperti layaknya kondisi pemilahan suka atau tidak suka, kejadian sukses (p) atau tidak sukses (q). Jadi selalu ada deviasinya, seperti standar deviasi adalah akar p dikali q…kok jadi ngomongin statistik….He3….Malah ikutan mulai gak rasional nih gue....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8226320327341504024?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8226320327341504024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8226320327341504024' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8226320327341504024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8226320327341504024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/03/segala-macam-irasionalitas-dan-lainnya.html' title='Segala Macam Irasionalitas dan lainnya….'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8714667036852070462</id><published>2009-01-23T00:05:00.004+07:00</published><updated>2009-01-23T00:11:09.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Song Lyric'/><title type='text'>Scene Eight: The Spirit Carries On (Dream Theater)</title><content type='html'>Entah terlalu melankolis atau nggak gue jadi suka lagu ini..liriknya apa lagi, postingnya aja sambil meler-meler, pusing-pusing, dan batuk-batuk gak jelas..berasa orang TBC..hufh….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Scene Eight: The Spirit Carries On (Dream Theater)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Where did we come from?&lt;br /&gt;Why are we here?&lt;br /&gt;Where do we go when we die?&lt;br /&gt;What lies beyond&lt;br /&gt;And what lay before?&lt;br /&gt;Is anything certain in life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They say "Life is too short"&lt;br /&gt;"The here and the now"&lt;br /&gt;And "You`re only given one shot"&lt;br /&gt;But could there be more&lt;br /&gt;Have I lived before&lt;br /&gt;Or could this be all that we`ve got?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I die tomorrow&lt;br /&gt;I`d be alright&lt;br /&gt;Because I believe&lt;br /&gt;That after we`re gone&lt;br /&gt;The spirit carries on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I used to be frightened of dying&lt;br /&gt;I used to think death was the end&lt;br /&gt;But that was before&lt;br /&gt;I`m not scared anymore&lt;br /&gt;I know that my soul will transcend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I may never find all the answers&lt;br /&gt;I may never understand why&lt;br /&gt;I may never prove&lt;br /&gt;What I know to be true&lt;br /&gt;But I know that I still have to try&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I die tomorrow&lt;br /&gt;I`d be alright&lt;br /&gt;Because I believe&lt;br /&gt;That after we`re gone&lt;br /&gt;The spirit carries on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Move on, be brave”&lt;br /&gt;Don`t weep at my grave&lt;br /&gt;Because I`m no longer here&lt;br /&gt;But please never let&lt;br /&gt;Your memories of me disappear"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safe in the light that surrounds me&lt;br /&gt;Free of the fear and the pain&lt;br /&gt;My questioning mind&lt;br /&gt;Has help me to find&lt;br /&gt;The meaning in my life again&lt;br /&gt;Victoria`s real&lt;br /&gt;I finally feel&lt;br /&gt;At peace with the girl in my dreams&lt;br /&gt;And now that I`m here&lt;br /&gt;It`s perfectly clear&lt;br /&gt;I found out what all of this means&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I die tomorrow&lt;br /&gt;I`d be alright&lt;br /&gt;Because I believe&lt;br /&gt;That after we`re gone&lt;br /&gt;The spirit carries on&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Okey, everything's gonna be alright Gaffari.....&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8714667036852070462?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8714667036852070462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8714667036852070462' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8714667036852070462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8714667036852070462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/01/scene-eight-spirit-carries-on-dream.html' title='Scene Eight: The Spirit Carries On (Dream Theater)'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5323186278113283213</id><published>2009-01-22T23:23:00.001+07:00</published><updated>2009-01-22T23:28:51.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Regenerasi Politik????</title><content type='html'>Suasana menjelang Pemilu 2009 ini mungkin tidak berbeda secara cukup signifikan dengan Pemilu 2004 lalu. Wajah-wajah lama masih menghiasi konstelasi politik negeri ini. Seakan tak menumbuhkan semangat baru di dunia politik,  hanya figur-figur itu-itu saja yang masih tersedia dan juga cukup “gizi” untuk maju dalam pemilihan kepemimpinan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa, justru saya lebih terasa &lt;em&gt;excited&lt;/em&gt; membayangkan Pemilu di tahun 2014, lima tahun lagi, menelusuri bayangan wajah-wajah yang akan menghiasi pergelaran politik di masa itu. Tentu saja kita tak akan melihat lagi wajah SBY, dengan asumsi jika terpilih lagi maka terbatasi oleh aturan yang membolehkan seseorang memimpin hanya maksimal dua periode berturut-turut. Tentu saja mungkin kita tak lagi melihat sosok Megawati, yang pada periode itu saya rasa sudah bukan momen tepat lagi untuknya. Atau mungkin tak pula melihat sosok Wiranto, yang mungkin telah mengikuti hati nuraninya untuk mengalah mempersilahkan figur yang baru untuk melangkah. Atau mungkin juga tak lagi melihat ambisinya Gus Dur yang tetap meluap untuk menjadi presiden kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun lagi, mungkin saja mereka hanya menjadi sosok dibalik layar, menggantikan sosok-sosok yang ada sekarang berada dibalik layar mereka. Sosok yang selama ini hanya mampu membisikkan, mengatur langkah dan strategi bagi mereka agar tetap lekat dengan perubahan zaman. Sekali lagi, lima tahun lagi adalah sebuah misteri, dan juga mencoba apakah akan mengubah keadaan politik saat ini yang bagi saya hanya “garink-garink”saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun lagi, apakah mungkin kita tak lagi hanya terhanyut akan kegembiraan terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-44, sampai-sampai meluangkan waktu untuk menonton inagurasi kemenangann 20 Januari lalu yang dihadiri ratusan ribu-bahkan jutaan pendukungnya. Sebuah kemenangan politik yang fenomenal. Atau juga tidak cuma terhanyut akan pidatonya Obama yang inspiratif itu, jika tak dapat melihatnya di televisi namun mampu meluangkan waktu untuk mengunduhnya di website &lt;strong&gt;Youtube&lt;/strong&gt;. Semoga saja ke depan, ada saatnya mengikuti konstelasi politik ini lebih menarik, atau bahkan segenap rakyat sampai meluangkan waktu untuk mendengarkan sebuah pidato politik menghadirkan sebuah &lt;em&gt;renaissans&lt;/em&gt;, hingga menghadiri dan menyaksikan pelantikan presiden barunya. Larut akan pesta demokrasi yang “sebenarnya” di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun regenerasi akan bergulir, waktu terus berjalan, dan harapan-harapan perlu diwujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5323186278113283213?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5323186278113283213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5323186278113283213' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5323186278113283213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5323186278113283213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/01/regenerasi-politik_22.html' title='Regenerasi Politik????'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-7589716861435497716</id><published>2009-01-22T23:18:00.000+07:00</published><updated>2009-01-22T23:22:25.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Langkah SBY yang Terselamatkan</title><content type='html'>Hari-hari ke depan merupakan langkah yang terbuka lebar bagi SBY untuk terpilih kembali menjadi presiden di Pemilu 2009 ini. Bagaimana tidak, setelah di awal pemerintahannya dihadapi peningkatan harga minyak internasional yang memaksanya untuk mengambil tindakan tidak populis dalam meningkatkan harga BBM. Belum lagi, berbagai bencana alam yang besar menimpa negeri ini membuat energi awal pemerintahannya ini pun juga tersedot pada upaya penanganan bencana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek peningkatan harga BBM baik di 2005 maupun di pertengahan 2008 cukup menjadi senjata ampuh bagi lawan politiknya yang menjadikan figur SBY sebagai pemimpin yang kurang pro terhadap rakyat miskin. Mau tidak mau, peningkatan harga BBM memicu peningkatan harga komoditas lainnya, terutama makanan pokok yang secara dominan menghabiskan pendapatan bagi kalangan menengah ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati yang sebelumnya giat bermanuver akan memperjuangkan terpenuhinya kebutuhan rakyat yang murah dan mencemooh kebijakan tidak populis SBY tentu saat ini sedang duduk termangu, sambil memikirkan kembali isu-isu apa saja yang masih menarik untuk dijual. Bagaimanapun, isu mengenai pemenuhan perut rakyat merupakan isu santer dan seksi untuk terus dibicarakan dan digaungkan, meski kadang hanya “hangat-hangat tahi ayam,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan global pun meski episentrumnya di Amerika Serikat, namun terasa pula dampaknya di negeri ini. Harga saham di bursa anjlok, rupiah terdepresiasi, dan laju pertumbuhan ekspor pun tertekan seiring penurunan permintaan dunia. Dibalik krisis ini, ternyata berdampak pula terhadap iklim politik di negeri ini. Sebelumnya, banyak sekali wacana bahwa saat ini adalah saatnya para pemimpin muda maju dalam kancah kepemimpinan negeri ini. Beberapa orang mulai ramai di berbagai media, sekali dua kali muncul menyambangi berbagai forum sambil asyik berdialektika bahwa kompetensi tidak bergantung pada usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan global tersebut juga ternyata menyontak hilangnya wacana pemimpin muda yang ramai itu. Hal ini bisa terlihat bahwa figur muda, belum tentu juga independen terhadap donor yang mendanainya. Terlihat mana yang memang independen baik dari pemikiran maupun dalam pendanaan politiknya. Sejumlah perusahaan banyak yang tergerus baik aset maupun modalnya seiring dengan anjlok harga sahamnya. Perusahaan-perusahaan yang ada tentu saja berfikir dua kali menggelontorkan sejumlah “dana” hanya untuk membiayai para penggiat politik itu, lebih baik memikirkan perusahaannya di tengah keterpurukan finansial. Alhasil, kembali sepi forum-forum dan centang perenang iklan di sejumalah media massa mengenai figur pemimpin muda, hanya tinggal satu-dua saja yang masih mampu bertahan sambil mengusung hak petani dan keunggulan produk pertanian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, silahkan SBY, bola kembali di tangan anda, silahkan lanjutkan langkah-langkah politik anda yang sudah terbuka. Saya yang hanya rakyat jelata, hanya bisa menonton dan sesekali mengomentari saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-7589716861435497716?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/7589716861435497716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=7589716861435497716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7589716861435497716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7589716861435497716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/01/langkah-sby-yang-terselamatkan.html' title='Langkah SBY yang Terselamatkan'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3029132664080377768</id><published>2009-01-22T23:12:00.001+07:00</published><updated>2009-01-22T23:17:50.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leadership'/><title type='text'>Sosok Kepemimpinan</title><content type='html'>Memimpin suatu organisasi atau lembaga mungkin seperti yang diibaratkan oleh John C. Maxwell, layaknya menakhodai suatu kapal dalam mengarungi lautan samudera luas. Menurutnya, siapa saja dapat memegang kendali kemudinya, namun hanya benar-benar pemimpinlah yang mampu memetakan jalan, dan mengendalikan di tengah derasnya arus ombak samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita seringkali melihat pemimpin yang ada layaknya hanya mampu memegang kemudi kapal, namun tak mampu menjelaskan secara jelas kemana arah yang akan dituju. Perangkat apa yang mesti digunakan dan bagaimana memetakan bahaya yang mungkin dihadapi. Bisa dibayangkan, di tengah samudera luas, mengenai arah dan tujuan adalah hal penting. Para awak kapal dengan tanpa mengetahui arah dan tujuannya, hanya akan hidup terombang-ambing oleh ombak dari berbagai arah dengan rasa ketidakpastian dan perasaan yang tak menentu. Ataupun pada akhirnya hidup hanya mengalir mengikuti arah angin dan deruan serta hantaman ombak. Labuhan pengharapan pun bukan berdasarkan apa yang sudah ditentukan di awal, namun hanya berdasarkan nasib saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula ketika badai, seorang yang memang pemimpin, tentu saja tidak akan larut akan kepanikan dengan situasi yang dihadapi. Namun tetap berdiri tegap, sambil memberikan komando, petunjuk, dan instruksi apa yang harus dilakukan awak kapalnya. Entah menarik atau menurukan layar, menarik atau menurunkan jangkar, menambah atau mengurangi kecepatan kapal, atau menginstruksikan para awaknya agar tetap tenang dan berlindung pada tempat yang aman dari badai. Andaikan saja seorang pemimpin itu ikut panik dalam kondisi tersebut, tentu saja para awak hanya akan melakukan penyelamatan tanpa koordinasi yang jelas. Ada yang berusaha menarik layar, namun sebagian lain malah berusaha menurunkan layar. Atau mungkin ada yang berusaha menurunkan kecepatan kapal, namun sebagian lainnya malah berfikir bahwa saat itulah waktu yang tepat untuk meningkatkan kecepatan untuk menghindar dari serangan badai. Lebih buruk lagi, jika ada sebagian awak yang berusaha mati-matian menjaga keseimbangan kapal, namun sebagian lainnya malah berusaha menurunkan sekoci kapal untuk menyelamatkan diri sambil berfikir bahwa biarkanlah kapal tersebut tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat inilah menunjukkan bagaimana sosok sebuah kepemimpinan merupakan hal penting, bukan hanya sebagai ikon, namun sebagai figur yang visioner, mampu menyusun langkah strategis untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, mampu berfikir cepat terhadap langkah-langkah apa yang harus diambil di tengah kegentingan, mampu hadir sebagai sosok yang mampu menyatukan para anak buahnya, dan mampu menyamakan persepsi dan frekuensi pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah hari-hari ini dan hari-hari ke depan kita akan menemukan sosok kepemimpinan yang tidak hanya berupa simbol, bukan pula pemimpin dalam hanya kegiatan ritual dan selebrasi, dan bukan pula hanya melakukan hal ini-itu yang tidak esensial. Namun kita dapat menemukan pemimpin yang mampu mengharu-birukan situasi, dan kita pun akan berada di belakangnya mendukung dengan penuh senyuman terhadap jejak-jekak langkah kita untuk mencapai tujuan dan harapan yang kita impikan. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3029132664080377768?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3029132664080377768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3029132664080377768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3029132664080377768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3029132664080377768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2009/01/sosok-kepemimpinan.html' title='Sosok Kepemimpinan'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8930626950186760653</id><published>2008-12-18T16:07:00.002+07:00</published><updated>2008-12-18T16:17:49.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Keanehan Pada Jam Gadang</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoUz-yJ8eI/AAAAAAAAAUo/QtDFxU37gXM/s1600-h/Jam+Gadang.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span xmlns=""&gt;&lt;p&gt;Wah nggak tau gue doank yang nyadar atau gimana, kebetulan pas main-main ke Bukittinggi, trus liat jam gadang. Nah kalo melihat angka-angka di jam gadang itu dengan teliti, ada sebuah keanehan. Liat foto di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoVHUa8TiI/AAAAAAAAAUw/RCDt4M5fP2A/s1600-h/Jam+Gadang.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281056728530308642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoVHUa8TiI/AAAAAAAAAUw/RCDt4M5fP2A/s400/Jam+Gadang.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoUz-yJ8eI/AAAAAAAAAUo/QtDFxU37gXM/s1600-h/Jam+Gadang.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoUz-yJ8eI/AAAAAAAAAUo/QtDFxU37gXM/s1600-h/Jam+Gadang.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoUz-yJ8eI/AAAAAAAAAUo/QtDFxU37gXM/s1600-h/Jam+Gadang.bmp"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Aneh nggak sih sebenarnya? Apa jaman dulu angka 4 dalam romawi ditulis dengan IIII bukan IV????&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8930626950186760653?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8930626950186760653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8930626950186760653' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8930626950186760653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8930626950186760653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/12/keanehan-pada-jam-gadang.html' title='Keanehan Pada Jam Gadang'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SUoVHUa8TiI/AAAAAAAAAUw/RCDt4M5fP2A/s72-c/Jam+Gadang.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8792646459180668676</id><published>2008-12-18T15:44:00.001+07:00</published><updated>2008-12-18T15:44:38.113+07:00</updated><title type='text'>Cuma Iseng Posting</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Kebetulan mau nyoba posting lewat Microsoft Office 2007, bias apa nggak makanya gue coba…..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8792646459180668676?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8792646459180668676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8792646459180668676' title='44 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8792646459180668676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8792646459180668676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/12/cuma-iseng-posting.html' title='Cuma Iseng Posting'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>44</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5081005728554388741</id><published>2008-09-08T00:42:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T00:47:08.865+07:00</updated><title type='text'>Kebijakan Instan, buah Kecerobohan Sang Pembisik Istana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, akhir-akhir ini ada saja kejadian yang saya rasa konyol, apalagi hal tersebut terkait dengan orang di lingkaran satu istana negara. Hal pertama adalah kisruh adanya Blue-Energy, di mana air bisa sekonyong-konyong berubah menjadi bahan bakar. Hasil usaha penelitian prematur yang keburu dipublikasikan pun berbuah malu bagi pihak istana di mata publik, toh yang mengembangkan adalah ternyata penipu besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekarang ada lagi mengenai bibit padi ”unggul” Supertoy, yang ”konon” bisa panen 2-3 kali dalam setahun. Nyatanya, setelah panen pertama yang ada hanyalah padi dengan gabah kopos alias gak ada bulir berasnya. Lagi-lagi pihak istana terseret, di mana hal itu merupakan hasil rekomendasi staf khusus alias ”pembisik” Presiden di lingkaran istana. Disinyalir ”sang pembisik” ternyata merupakan komisaris dari perusahaan yang mengembangkan Supertoy. Baca selengkapnya &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2008/09/06/krn.20080906.141691.id.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sepertinya, peran ”sang pembisik” jauh lebih mujarab dalam merekomendasikan sebuah kebijakan dibandingkan dengan lembaga yang sangat terkait dengan kebijakan tersebut seperti BPPT, LIPI, dan Departemen Pertanian. Proses penelitian dan eksperimen secara benar menjadi diabaikan. Lebih gila lagi, hal yang belum teruji benar tersebut sudah digaungkan dan bahkan dilaksanakan kepada publik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya rasa negeri ini semakin berotak instan, segala hal inginnya instan, justru hasil varietas komoditi pertanian yang memang telah teruji banyak yang belum dikembangkan dengan optimal. Beberapa media yang pernah saya baca, bahkan para peneliti yang menemukan varietas komoditi unggulan malah menjual hasil risetnya ke negara lain, termasuk ke Thailand, mungkin di dalam negeri tidak ada apresiasi yang baik mengenai penelitian yang telah dilakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ngomong-ngomong tentang Blue-Energy, sepertinya tidak perlu bergelar doktor untuk mempunyai ide seperti itu. Cerita saja waktu masa sma, ada kejadian lucu dari seorang teman yang meminjam motor dari salah satu rental motor di perumahannya. Rental motor tersebut mempersyaratkan apabila mengembalikan motor, tangki bensin harus terisi penuh seperti semula. Nah dasar teman saya dodol itu, karena nggak punya cukup duit lagi untuk isi bensin, alhasil sebelum dia kembalikan motornya ke rental, dia mampir di salah satu rumah, mengambil selang air dan mengisi tangki bensinnya dengan air, ternyata lumayan mendongkrak jarum indikator tangki bensin jauh dari titik E. Hauahahaha....nggak tau kelanjutan nasib motor itu gimana, yang penting teman saya itu berhasil mengembalikan motor itu dengan fine-fine saja dengan tangki bensin yang ”penuh”. Nah, secara nggak sadar toh teman saya itu sudah berfikir tentang Blue-Energy toh? Hmmm...makanya tak perlulah bergelar Doktor untuk hanya memikirkan hal itu..Ck..ck..ck..ck....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5081005728554388741?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5081005728554388741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5081005728554388741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5081005728554388741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5081005728554388741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/09/kebijakan-instan-buah-kecerobohan-sang.html' title='Kebijakan Instan, buah Kecerobohan Sang Pembisik Istana'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1706544438407191997</id><published>2008-08-24T21:56:00.008+07:00</published><updated>2008-08-24T22:16:21.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Gue Islam, tapi jangan paksa gue pilih partai lo!</title><content type='html'>Ada suatu hal yang menarik saat gw sedang makan nasi goreng di depan kosan gw.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di gerobak tukang nasi goreng itu ada stiker besar terpampang di salah satu sudut kaca gerobak itu. Stikernya tentang salah satu partai politik, kayak di bawah ini stikernya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238098990578599906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 231px; CURSOR: hand; HEIGHT: 317px; TEXT-ALIGN: center" height="336" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SLF3R3_FB-I/AAAAAAAAAOc/VTem_TcO4xU/s400/IMG_0802kompress.jpg" width="231" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Seolah-olah stiker tersebut ingin menyuarakan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Orang Islam=Solat Menghadap Kiblat=Pilih Partai PPP.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau, Kalo &lt;strong&gt;Pilih PPP=Solatnya Menghadap Kiblat=Orang Islam.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gw agak-agak nggak sepakat kalo agama digunakan sebagai kendaraan partai politik atau kepentingan tertentu, terutama lagi dilakukan dengan cara-cara promosi tidak elegan. Realitasnya, apa yang telah dilakukan PPP selama ini? Apakah mereka benar-benar mewakili orang Islam dan memperjuangkannya dengan sebenar-benarnya? Lalu, apa yang terjadi dengan anggotanya yang terlibat korupsi? Lalu apa jadinya konser dangdut dengan goyangan aduhai dalam kampanye-kampanye yang dilakukannya? Lalu apa jadinya dunia? Halah-halah....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seolah-olah hari-hari menjelang Pemilu 2009 ini makin banyak saja cara untuk menunggangi suatu hal untuk mendulang suara, entah itu atas nama agama, rakyat miskin, demokrasi, kaum muda, anti korupsi, dan janji-janji surga lainnya. Semua layaknya hal yang saling intim dalam apa yang dijanjikan oleh partai-partai politik yang ada. Namun apa jadinya setelah Pemilu selesai? Toh semuanya seperti saling steril dan berjalan semaunya saja....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Come on&lt;/em&gt;, sudah cukuplah partai Islam ini yang sudah banyak ditinggalkan pemilihnya dengan pecah menjadi partai-partai lain dan hanya berharap dari "sisa" pemilih tradisionalnya....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1706544438407191997?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1706544438407191997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1706544438407191997' title='17 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1706544438407191997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1706544438407191997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/08/gue-islam-tapi-jangan-paksa-gue-pilih.html' title='Gue Islam, tapi jangan paksa gue pilih partai lo!'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SLF3R3_FB-I/AAAAAAAAAOc/VTem_TcO4xU/s72-c/IMG_0802kompress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3744567346588502541</id><published>2008-08-03T01:19:00.000+07:00</published><updated>2008-08-03T01:20:22.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Siapa Dia?</title><content type='html'>Akhir-akhir ini iklan-iklan di televisi makin beragam, beragam bukan dalam artian para pembuat iklan semakin kreatif, namun semakin banyaknya iklan yang berisi pesan politik dan pencitraan yang ingin disampaikan kepada publik. Dalam proses pencitraan ini saya lihat beberapa hal. Pertama, iklan yang menampilkan kisah sukses yang telah dilakukan oleh seseorang dan iklan tersebut seolah-olah berfungsi me-refresh ingatan publik pada jasa-jasa positifnya. Kedua, ada juga iklan yang sifatnya lebih menonjol pada sisi marketing, atau dalam bahasa sederhananya berusaha untuk lebih pada meningkatkan popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang pertama, biasanya iklan untuk seseorang yang sudah jelas pada tujuan yang ingin dicapai dan eksplisit pada ritual politik yang diikuti, misalnya dalam rangka mengahadapi pilkada yang sudah di depan mata. Nah kemudian, bagian kedua yang saya bingung, bentuk iklan ini biasanya tentang seseorang yang kisah sukses dan jasa-jasa apa yang telah dilakukan untuk masyarakat saja belum jelas, dan bahkan ritual politik apa yang ingin diikuti juga tidak pernah eksplisit disebutkan. Memang iklan bisa meningkatkan popularitas, namun apakah populer di iklan akan ada jaminan menjadi pilihan publik? Apakah perilaku pemilih kita hanya memilih bedasarkan siapa yang populer dan tidak populer? Kalo iya, maaf-maaf saja, saya bukan salah satu bagian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, iklan tipe yang kedua justru sedang mendominasi di televisi. Mungkin sedikit banyak saya tahu orang-orang tersebut, tapi sebagian besar orang yang saya kenal dan kebetulan melihat iklan tersebut justru malah bertanya-tanya, “Siapa Dia?”&lt;br /&gt;Mungkin positif bila pada akhirnya men-trigger seseorang untuk mencari tahu lebih dalam siapa orang di dalam iklan tersebut, atau malah yang terjadi hanya membuat publik bergumam “Akh, buang-buang duit saja untuk iklan di TV.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3744567346588502541?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3744567346588502541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3744567346588502541' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3744567346588502541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3744567346588502541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/08/siapa-dia.html' title='Siapa Dia?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1498604309827892441</id><published>2008-08-03T00:43:00.001+07:00</published><updated>2008-08-03T00:45:52.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corruption'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><title type='text'>Terurai Satu Persatu....</title><content type='html'>Presiden SBY di awal pemerintahannya berjanji, bahwa dirinya akan memimpin langsung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebuah janji tentu berimbas pada bagaimana membuktikannya. Dan kali ini, lagi-lagi SBY dihadapkan pada jajaran kabinetnya sendiri yang diduga terlibat kasus aliran dana Bank Indonesia. Baca selengkapnya &lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/08/02/president-grill-paskah-ka039ban.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, kasus aliran dana BI ini menjadi kasus yang diantara pihak-pihak yang terlibat memerlukan strategi cukup kompleks. Bayangkan, pihak-pihak yang terkait cukup banyak, semua seolah saat ini berjalan sendiri-sendiri, tanpa satu komando utuh. Yang satu membuka rahasia yang lain, pihak yang lain menyudutkan yang satunya lagi, dan yang disudutkan seperti tidak ada yang membela. Bahkan saya pun tidak membayangkan, bentuk &lt;em&gt;game theory&lt;/em&gt; seperti apakah yang mesti dijalankan, dan bagaimana &lt;em&gt;equilibrium&lt;/em&gt;-nya tidak terbayang seperti apa yang memberikan &lt;em&gt;pay-off&lt;/em&gt; terbesar. &lt;em&gt;Prisoner’s dilemma&lt;/em&gt; dalam bagian &lt;em&gt;game theory&lt;/em&gt; pun seperti sudah tidak sanggup lagi memetakan permainan yang terjadi sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi saat ini menurut saya, satu sisi merugikan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, karena masing-masing seperti ingin menyelamatkan diri sendiri, dan tidak bergerak pada koridor yang telah mereka “sepakati” bersama (maaf ini &lt;em&gt;a priori&lt;/em&gt; saja). Dengan demikian akan sangat sulit dalam menentukan langkah apa yang mesti diambil dengan mempertimbangkan langkah atau manuver yang mungkin diambil pihak lain. Dari sisi penegak hukum, bisa jadi dengan kondisi seperti ini malah diuntungkan, yaitu semakin mudah untuk mengurai benang informasi secara satu persatu dari pihak-pihak yang terlibat. Bisa jadi informasi yang ada mungkin saling membentur, atau mungkin melengkapi informasi yang lain, hingga didapatlah informasi kolektif yang membuka semua informasi yang selama ini tidak terungkap ke permukaan. Dengan semakin jelasnya informasi yang ada, maka akan semakin jelaslah semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa mengucapkan, selamat berfikir, selamat berhitung dan mengkalkulasikan langkah-langkahnya. Dan hari-hari sekarang...langkah presiden SBY juga menjadi sangat berharga, terutama Pemilu 2009 yang semakin mendekat. Upaya dan komitmen pemberantasan korupsi tetap terus dipelihara, atau bahkan mungkin semakin dikuatkan, tanpa pandang bulu, meskipun pihak yang ada adalah bagian dari internal pemerintahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1498604309827892441?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1498604309827892441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1498604309827892441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1498604309827892441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1498604309827892441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/08/terurai-satu-persatu.html' title='Terurai Satu Persatu....'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3815667385089144632</id><published>2008-08-02T23:42:00.000+07:00</published><updated>2008-08-02T23:44:33.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Students'/><title type='text'>Mengerti Random Sampling hanya dari kejadian sehari-hari</title><content type='html'>Seminggu ini gue dihabiskan untuk ikut pelatihan metode pelatihan dan belajar macam-macam pendekatan statistika (lagi) dan preketele-preketele lainnya...Hufh..kayaknya mulai terjerembab lagi sama istilah mean, standard deviasi, normalitas, R-square, parametrik, non-parametrik, etc.bla.bla.bla....Pelatihan ini memang layaknya kuliah beneran (baca: kuliah konvensional), dengan pengajar yang tipe peneliti murni, kadang keliatan autis, sibuk sama slide-nya sendiri, dengan penjelasan yang sering meloncat ke satu hal dan balik lagi ke bagian sebelumnya secara abstrak...Damn, bener-bener monoton dan bikin gue ngantuk berat....Saking bosennya kadang gue sempet tidur beberapa kali...atau mengumpat hal-hal penting...maki-maki gak jelas (sorry nih yang buat duduk di sebelah gue, jadi korban keanehan gue yang suka kambuh..Hihihihihi....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segala macam hal membosankan itu, ternyata ada hal yang okey menurut gue. Pengajarnya mampu menganalogikan bagaimana proses random sampling dengan hal yang menurut gue sederhana tapi cukup mengena di hati para peserta yang nyaris muntah-muntah dengan mata udah kayak lampu lima watt. Proses random sampling mampu diterangkan hanya melalui kejadian seorang koki untuk mengetahui apakah masakan yang dia buat sudah pas rasanya, atau sudah cukup masak. Bayangkan saja kuah dalam suatu kuali itu adalah populasi, proses pencicipan kuah tersebut sudah pas rasanya atau belum hanya melalui satu sendok cicipan, ini merupakan proses random sampling. Setiap kuah yang ada di kuali mempunyai probabilitas yang sama untuk terambil oleh sendok sang koki. Sample dari satu kuah sendok itu bisa digunakan untuk mengetahui kondisi populasi (dalam hal ini kuah dalam kuali tersebut). Secara tidak sadar sang koki telah menduga kondisi populasi melalui sample yang dia ambil. Jadi, ternyata hanya begitulah proses random sampling..Hahahahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bagi sebagian orang contoh ini biasa-biasa aja, tapi menurut gue ini sebuah contoh yang sederhana dan brilian....Maklum, sebagai mantan asisten dosen untuk kuliah statistika ekonomi, gue gak sempet kepikiran untuk bisa kasih contoh kayak begitu, malah gue jelasin dengan segambreng penjelasan penuh istilah antah-berantah dengan alhasil mahasiswa-mahasiwa gue ngences-ngences dan kebingungan (akhh...lebay deh gue...).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3815667385089144632?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3815667385089144632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3815667385089144632' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3815667385089144632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3815667385089144632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/08/mengerti-random-sampling-hanya-dari.html' title='Mengerti Random Sampling hanya dari kejadian sehari-hari'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-4679001253968674399</id><published>2008-06-21T19:14:00.002+07:00</published><updated>2008-06-21T19:30:29.841+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greeting'/><title type='text'>Dirgahayu DKI Jakarta Ke-481</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SFzxKocPbLI/AAAAAAAAANc/Gg4k96KtZic/s1600-h/HUT+DKI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SFzxKocPbLI/AAAAAAAAANc/Gg4k96KtZic/s400/HUT+DKI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214307633545047218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semoga gak makin macet....&lt;br /&gt;Semoga gak banjir melulu....&lt;br /&gt;Semoga semakin aman dan damai....&lt;br /&gt;Semoga penduduknya makin berisi otaknya....&lt;br /&gt;Semoga penduduknya makin terdidik moralnya....&lt;br /&gt;Semoga tidak lagi banyak penduduk miskin di jalanan....&lt;br /&gt;Semoga pada tobat dan gak banyak tindakan kriminal....&lt;br /&gt;Semoga cepet jadi monorail-nya (niat gak sih????)....&lt;br /&gt;Semoga bus transjakarta-nya makin banyak dan bagus pelayanannya (terutama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;turnover&lt;/span&gt;-nya, gila kali nunggu kelamaan melulu)....&lt;br /&gt;Semoga makin tertib para pengendara kendaraan bermotornya (terutama motor tuh, dah kayak laron..sinting!)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah terlalu banyak lah semoga dan semoganya...Semoga &lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/f/fauzi-bowo/fauzi_bowo.jpg"&gt;Bang Kumis &lt;/a&gt;serius menangani kota &lt;a href="http://www.jakarta.go.id/v21/fokus_kita/?act=detil&amp;amp;fid=94"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; dan membawa &lt;a href="http://www.jakarta.go.id/v21/fokus_kita/?act=detil&amp;amp;fid=94"&gt;Jakarta&lt;/a&gt; ke arah yang lebih baik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun kota &lt;a href="http://www.jakarta.go.id/v21/fokus_kita/?act=detil&amp;amp;fid=94"&gt;Jakarta&lt;/a&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kite tetep cinteeee baaangggg.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-4679001253968674399?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/4679001253968674399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=4679001253968674399' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4679001253968674399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4679001253968674399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/06/dirgahayu-dki-jakarta-ke-481.html' title='Dirgahayu DKI Jakarta Ke-481'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SFzxKocPbLI/AAAAAAAAANc/Gg4k96KtZic/s72-c/HUT+DKI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6338886263208298526</id><published>2008-06-15T23:05:00.002+07:00</published><updated>2008-06-15T23:13:36.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Gue ternyata orang yang telat bisa baca</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gara-gara untuk memenuhin syarat administrasi di BI kemarin, salah satunya legalisir ijazah SD mengharuskan gue untuk ke SD gue dulu, kebetulan gak punya lagi fotokopi ijazah SD yang masih dilegalisir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di SD itu gue ketemu guru olahraga gue yang ternyata masih inget sama gue. Ah terharu banget deh masih diinget, padahal muka kayaknya dah banyak berubah. Sebut saja namanya Pak Yadi, dia masih inget gue soalnya gue juga punya kakak cewek yang juga sekolah di situ. Jadi nyokap juga sering ke SD situ untuk ngurusin anak-anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Betapa malunya gue mengingat masa-masa di SD itu, masih inget ketika masih kelas 1, diantara teman-teman yang lain, cuma gue seorang yang masih belum bisa membaca dengan baik. Masih inget juga masa ulangan umum waktu itu. Gue cuma bisa pasrah dan nangis karena gue gak bisa mengerti soal ulangan seperti apa karena belum bisa membaca dengan lancar. Hal ini otomatis bikin gue juga gak bisa jawab soal-soal ujian itu. Untungnya guru kelas 1 baik-baik. Mereka tahu kalo gue punya kakak cewek di kelas 6. Akhirnya mereka membolehkan gue ujian dengan didampingi kakak gue untuk membantu menjelaskan isi soal ujian dan memberi sedikit petunjuk cara menjawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masih inget salah satu soal saat itu..."Matahari itu warnanya?" Dan kakak gue dengan sigap mengambil penghapus gue yang kebetulan warna kuning. Kakak gue bilang “Coba ini penghapus warnanya apa?” gue jawab “Kuning ya...” trus kakak gue bilang “Yasudah tulis donk jawabannya di situ!” Akhirnya gue menulis kata kuning dengan bantuan ejaan kakak gue dan guru gue yang juga turut mendampingin “K-U-N-I-N-G.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akh...terharu rasanya inget masa-masa itu, mungkin tanpa kebaikan semua, gue bisa gak naik kelas dari kelas 1 ke kelas 2. Di kelas 2 kemampuan membaca gue udah mulai membaik, namun ranking kelas tetap saja masih buruk. Masih inget kalo rangking gue 44 dari 45 murid di kelas. Parah ya...sampe-sampe perut gue dipukul bokap liat rapotnya yang ancurrrr. Hiks..Hiks..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mungkin masa-masa itu kadang masih membekas, hingga sekarang gue masih suka agak lama dalam membaca untuk memahami sesuatu. Maka wajarlah kalo ujian gue mesti begadang hingga besok hanya untuk mengerti apa yang gue pelajari, tentu gak seperti orang lain yang kalo gue perhatikan begitu cepat untuk mengerti apa yang mereka baca. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6338886263208298526?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6338886263208298526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6338886263208298526' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6338886263208298526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6338886263208298526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/06/gue-ternyata-orang-yang-telat-bisa-baca.html' title='Gue ternyata orang yang telat bisa baca'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6190146457045096018</id><published>2008-06-15T22:44:00.000+07:00</published><updated>2008-06-15T22:47:08.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Gue juga maunya kayak lo!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kadangkala orang seringkali melihat seseorang dengan melihat apa yang terjadi sama orang itu sekarang, bukan bagaimana dahulu seperti apa orang itu dan usaha apa saja yang dia lakukan selama ini hingga menjadi apa dia sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kadang gue juga agak sebel denger omongan orang kalo gue sekarang beginilah begitulah cuma ngeliat dari sudut pandang sempit seolah-olah apa yang gue dapatkan sekarang adalah sesuatu yang jatuh dari langit, cuma liat hasil, tapi tutup mata dengan proses apa aja yang gue lakuin untuk mendapatkan apa yang gue ada sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kadang orang memandang gue dengan sinis melihat apa yang gue lakuin sekarang, padahal apa yang gue lakukan sekarang, gue harus melakukan dua kali lebih keras dari apa yang mereka lakukan. Mereka pikir gue ambisius, tapi mereka suka lupa bahwa mereka justru lebih beruntung dari gue. Mereka gak perlu memulai sesuatu dengan garis start lebih belakang dari gue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Okey terus terang gue juga maunya gak seperti ini, tetapi gue mesti seperti ini justru supaya gue juga bisa seperti mereka, bisa mengimbangi mereka, bisa merasakan apa yang sudah mereka rasakan sekarang tanpa harus berbuat sekeras apa yang gue lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Okey, sudahlah, tak ada gunanya saling membuat stigma antara kita. Gue menghargai apa yang mereka punya, dan juga tolong hargai gue atas apa yang gue lakukan sekarang untuk turut juga merasakan apa yang mereka sudah punya dan juga sudah mereka rasakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6190146457045096018?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6190146457045096018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6190146457045096018' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6190146457045096018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6190146457045096018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/06/gue-juga-maunya-kayak-lo.html' title='Gue juga maunya kayak lo!'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6262487678301840080</id><published>2008-06-07T22:22:00.002+07:00</published><updated>2008-06-07T22:28:24.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><title type='text'>Fenomena Politik dalam Kacamata Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pembukaan Piala Euro 2008 di station TV RCTI memang menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar sepak bola. Namun yang bikin saya terkejut adalah kemunculan Jusuf Kalla Wakil Presiden RI menjadi salah satu komentator pertandingan perdana antara Swiss melawan Cekoslovakia. Lagi-lagi ada saja manuver politisi negeri kita untuk mendongkrak popularitasnya menjelang Pemilu 2009. Memanfaatkan persitiwa sepakbola yang ditunggu jutaan manusia di Indonesia yang ingin disuguhkan pertandingan sepakbola bermutu, bukan sepakbola versi Indonesia yang barbarian dengan tontonan pengeroyokan wasit atau tawuran antar supporter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Komentar Jusuf Kalla mengenai pertandingan perdana Piala Euro 2008 ada yang menarik perhatian saya. Saat menjawab pertanyaan Ricky Jo presenter pertandingan tersebut mengenai bagaimana perkiraan pertandingan sepakbola di Piala Euro 2008 ini Jusuf Kalla menjawab, “Piala Euro ini menjadi menarik karena ini merupakan pertandingan antar negara, dan ada saatnya seorang pemain dari suatu negara menjadi lawan temannya sendiri dalam satu tim di klub sepakbolanya untuk membela negaranya masing-masing.” Pernyataan ini seperti menjadi sebuah isyarat, saat ini memang SBY dan Jusuf Kalla satu tim dalam Kabinet Indonesia Bersatu, tapi saat Pemilu 2009 bisa saja menjadi rivalnya untuk meraih kursi nomor satu di negeri ini dengan membawa bendera partainya masing-masing. Bukan begitu Pak Jusuf Kalla?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nah kemudian, lagi-lagi Jusuf Kalla berkomentar seputar negara mana yang kemungkinan menjadi pemenang Piala Euro 2008 ini. Kalla berkomentar, “Pertandingan sepakbola ini seperti halnya Pilkada, pemenangnya bisa saja yang tidak disangka-sangka, yang diunggulkan dan diusung-usung berpeluang besar meraih kemenangan bisa saja pada akhirnya kalah.” Hmm mungkin Pak Jusuf Kalla saat itu sedang curhat colongan karena jagoan partainya kalah di Pilkada Jabar dan Sumatera Utara baru-baru ini, padahal di wilayah yang merupakan basis Partai Golkar yang sangat besar tersebut jagoannya justru malah mengalami kekalahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ternyata fenomena politik di negeri ini banyak bisa ditafsirkan secara mudah melalui sepakbola….Bukan begitu Pak Jusuf Kalla?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6262487678301840080?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6262487678301840080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6262487678301840080' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6262487678301840080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6262487678301840080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/06/fenomena-politik-dalam-kacamata-sepak_07.html' title='Fenomena Politik dalam Kacamata Sepak Bola'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1256990594523869451</id><published>2008-05-27T19:08:00.003+07:00</published><updated>2008-05-27T19:17:38.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><title type='text'>Seputar Demonstrasi, Dialektika yang Kering, dan Elit Politik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv638ARH1I/AAAAAAAAANU/-y4x399IgiQ/s1600-h/BBM.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv638ARH1I/AAAAAAAAANU/-y4x399IgiQ/s320/BBM.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205029633263738706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada perayaan Hari Kebangkitan Nasional lalu tanggal 20 Mei 2008, terjadi demonstrasi besar-besaran, terutama di depan Istana Negara. Isunya tentu yang paling dikedepankan adalah menolak upaya pemerintahan SBY-JK meningkatkan harga BBM. Karena kebetulan saat itu juga libur nasional perayaan hari raya Waisak, sedikit penasaran untuk mengetahui bagaimana demonstrasi tersebut berlangsung, akhirnya memutuskan untuk menghabiskan waktu berjalan mengelilingi seputaran monas dan istana negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Demonstrasi mengenai penolakan kenaikan harga BBM tersebut kembali mengingatkan saya mengenai isu yang sama pada tahun 2005. Kebetulan saat itu saya di Senat Mahasiswa FEUI punya peran untuk memberikan “pencerdasan” terhadap fakultas lainnya (fakultas non-ekonomi) di UI dalam menjelaskan latar belakang kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. Entah apa yang saya pikirkan saat itu, sepertinya sangat sulit rasanya menjelaskan suatu fenomena ekonomi dengan menggunakan rasional ekonomi, bahkan dengan rasional ekonomi sederhana sekalipun. Jadi, harapan saya, diskusi yang ada merupakan diskusi cerdas, bukan hanya sekedar luapan emosional saja. Diskusi yang ada pun seperti tidak konstruktif. Hanya diskusi-diskusi yang sifatnya deduktif, kesimpulan dibuat di awal, dan diskusi menjadi hanya sebuah dialektika yang sifatnya formalitas, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; kesimpulannya sudah dibuat duluan di depan. Bahkan ada selentingan yang terdengar hingga ke telinga saya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kalau nanti Senat Mahasiswa FEUI mau ngomong apa tentang alasan kenaikan harga BBM, pokoknya yang penting kita tolak saja.” &lt;/span&gt;Mendengar berita tersebut, rasanya sangat miris. Okelah kita bicara nasib rakyat miskin yang akan terkena dampak akibat kenaikan harga BBM. Tapi kalau kita menolak sesuatu dengan berangkat melalui argumen yang tidak kuat, ujung-ujungnya malah akan mempermalukan diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Okelah, cukup untuk romantisme masa lalu. Di sore 20 Mei 2008 itu sepertinya ada yang ganjil dalam benak saya. Terutama mengenai para demonstran saat itu, kalau boleh saya katakan mungkin “ditunggangi” oleh elit politik tertentu. Beberapa demonstran mengenakan baju dengan gambar tokoh seorang mantan menteri, dengan bertuliskan “RR tokoh masa depan Indonesia” (maaf saya kasih inisial saja di blog ini). Atau di beberapa diskusi di blog lain yang mendiskusikan tentang isu kenaikan harga BBM ini, tiba-tiba dihujani komentar bertubi-tubi dengan embel-embel “Hati Nurani” dan “W si presiden Indonesia masa mendatang.” Dalam hal ini saya tak masalah, setiap orang bebas menudukng siapa pun. Tapi alangkah sedihnya, suara penderitaan rakyat yang ingin disuarakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi tidak tulus akibat ada tujuan terselubung demi keuntungan elit politik tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adapun tokoh “KKG” (maaf saya kasih inisial lagi saja) yang juga mantan menteri. Tokoh ini berkoar-koar di berbagai media seputar perhitungannya yang “ajaib” bahwa pemerintah sebenarnya tidak perlu meningkatkan harga BBM. Menurutnya, pemerintah sebenarnya selalu untung melalui penjualan BBM, dan biaya eksplorasi sangatlah kecil, dan rakyat berhak mendapatkan BBM yang digali dari tanah milik rakyat itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akkkhhh...memang tak ada habisnya perdebatan ini. Tapi sangat lucu mengenai tokoh-tokoh yang merupakan mantan menteri atau pejabat di pemerintahan sebelumnya di mana saat ini berkoar-koar mengkritik kebijakan pemerintahan saat ini dengan argumen ini dan itu. Pertanyaan simpel dari saya, “Dulu ketika Bapak-Bapak ini menjabat, apakah dulu berhasil?” Lalu, “Bukankah apa yang terjadi sekarang juga tidak terlepas dari kontribusi Bapak-Bapak ini di masa lalu?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memang lebih mudah untuk mengkritik, tapi kok sulit untuk bertindak kongkrit....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saya rasa, sangatlah lucu bagi masyarakat dengan percaya diri tinggi mengusung seorang tokoh sebagai pemimpin masa depan bangsa namun berasal dari tokoh masa lalu yang gagal membawa bangsa ini lepas dari keterpurukan. Hahaha..seperti tak ada tokoh lain saja....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1256990594523869451?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1256990594523869451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1256990594523869451' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1256990594523869451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1256990594523869451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/seputar-demonstrasi-dialektika-yang.html' title='Seputar Demonstrasi, Dialektika yang Kering, dan Elit Politik'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv638ARH1I/AAAAAAAAANU/-y4x399IgiQ/s72-c/BBM.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2158341851749767698</id><published>2008-05-27T18:46:00.003+07:00</published><updated>2008-05-27T19:04:03.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rent-Seeking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Failure'/><title type='text'>Petronas VS Pertamina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv3a8ARH0I/AAAAAAAAANM/S2pGZlb-6nI/s1600-h/Petronas-Pertamina.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv3a8ARH0I/AAAAAAAAANM/S2pGZlb-6nI/s400/Petronas-Pertamina.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205025836512649026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gambar di atas adalah gedung Petronas di Malaysia, dan Gedung Pertamina di Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Dari melihat bentuk gedungnya saja, sepertinya sudah cukup berbicara banyak bagaimana kiprah kedua perusahaan minyak itu saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Malaysia memang dahulu banyak belajar dari Indonesia bagaimana mengelola perusahaan minyak dengan baik. Dan pelajaran itu sepertinya sungguh-sungguh dijalankan Malaysia dengan baik. Petronas kini menjadi perusahaan minyak kelas dunia dengan keuntungan USD 51 miliar atau Rp 459 triliun pada 2007. Porsi 65 persen keuntungan digunakan untuk membayar pajak dan dividen, sisanya tentu untuk diinvestasikan kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lalu, bagaimana dengan Pertamina? Rasanya saya bingung dengan kondisi industri perminyakan dan gas di negeri ini. Dengan berbagai masalah yang terjadi, sepertinya persoalan menyangkut sektor ini bagaikan benang kusut yang sulit untuk diuraikan kembali. Kondisi di mana Indonesia yang kini menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;net-importir&lt;/span&gt; minyak, lifting produksi minyak yang terus menurun, konversi minyak tanah ke gas yang dihadapkan justru kelangkaan tabung gas di mana-mana, dan berbagai hal lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mohd. Hassan Marican, Kepala Eksekutif Syarikat Petronas dalam wawancara oleh Tempo mengenai bagaimana Petronas bisa menjadi perusahaan kelas dunia menjawab dengan singkat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kami didirikan sebagai entitas komersial. Karena itu kami harus berkompetisi.” &lt;/span&gt;Mungkin jawabannya singkat, tapi itu berarti sangat dalam melihat kondisi yang terjadi di negeri kita. Yaitu, sudahkah perusahaan minyak kita mengedepankan profesionalisme dan berdiri sebagai entitas komersil dengan baik? Apakah benar tidak ada aktivitas rente ekonomi di dalamnya? Apakah benar tidak ada pengaruh politik dalam kebijakan perusahaannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Memang banyak pertanyaan belum atau mungkin tidak akan pernah terjawab mengenai hal ini. Mungkin sambil merenungkan jawabannya, bolehlah bermimpi di suatu saat nanti, kita punya gedung semegah gedung Petronas di Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2158341851749767698?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2158341851749767698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2158341851749767698' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2158341851749767698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2158341851749767698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/gambar-di-atas-adalah-gedung-petronas.html' title='Petronas VS Pertamina'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDv3a8ARH0I/AAAAAAAAANM/S2pGZlb-6nI/s72-c/Petronas-Pertamina.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3286496659607421590</id><published>2008-05-21T13:26:00.005+07:00</published><updated>2008-05-21T13:46:10.905+07:00</updated><title type='text'>Monas: Dari Sore Menjelang Malam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPEUk3uMRI/AAAAAAAAAMQ/WaRBjFcNSY8/s1600-h/IMG_0184.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPEUk3uMRI/AAAAAAAAAMQ/WaRBjFcNSY8/s400/IMG_0184.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202717852316872978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPDkU3uMQI/AAAAAAAAAMI/ag-jlDpTT4A/s1600-h/IMG_0222.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPDkU3uMQI/AAAAAAAAAMI/ag-jlDpTT4A/s400/IMG_0222.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202717023388184834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPDI03uMPI/AAAAAAAAAMA/I0OVIFHVfwo/s1600-h/IMG_0229.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPDI03uMPI/AAAAAAAAAMA/I0OVIFHVfwo/s400/IMG_0229.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202716550941782258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPCcU3uMOI/AAAAAAAAAL4/Arch6Ahkvk8/s1600-h/IMG_0239.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPCcU3uMOI/AAAAAAAAAL4/Arch6Ahkvk8/s400/IMG_0239.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202715786437603554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPBvk3uMNI/AAAAAAAAALw/x73Hcz02W_o/s1600-h/IMG_0249.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPBvk3uMNI/AAAAAAAAALw/x73Hcz02W_o/s400/IMG_0249.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202715017638457554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3286496659607421590?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3286496659607421590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3286496659607421590' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3286496659607421590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3286496659607421590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/monas-dari-sore-menjelang-malam.html' title='Monas: Dari Sore Menjelang Malam'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDPEUk3uMRI/AAAAAAAAAMQ/WaRBjFcNSY8/s72-c/IMG_0184.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6970943663779201549</id><published>2008-05-21T13:01:00.006+07:00</published><updated>2008-05-21T13:25:43.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Photo Gallery'/><title type='text'>Bank Indonesia di Sore Hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDO9f03uMKI/AAAAAAAAALY/uGqShjEiJ2U/s1600-h/IMG_0176.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDO9f03uMKI/AAAAAAAAALY/uGqShjEiJ2U/s400/IMG_0176.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202710349009006754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDO8k03uMJI/AAAAAAAAALQ/PCttcLAoIFM/s1600-h/IMG_0177.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDO8k03uMJI/AAAAAAAAALQ/PCttcLAoIFM/s400/IMG_0177.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202709335396724882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6970943663779201549?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6970943663779201549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6970943663779201549' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6970943663779201549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6970943663779201549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/bank-indonesia-di-sore-hari.html' title='Bank Indonesia di Sore Hari'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SDO9f03uMKI/AAAAAAAAALY/uGqShjEiJ2U/s72-c/IMG_0176.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2461095440814887789</id><published>2008-05-18T23:09:00.003+07:00</published><updated>2008-05-18T23:23:44.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Pemborosan Hanya untuk Sebuah Ritual Demokrasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Akhir-akhir ini semakin banyaknya iklan-iklan bernuansa politik bermunculan di berbagai media, baik media cetak, televisi hingga spanduk, baliho dan billboard di berbagai sudut &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Tentunya dalam iklan tersebut bukan menampilkan model berparas cantik atau seorang aktor yang ganteng, tapi para politisi yang mencoba menjaga popularitasnya untuk menuju kompetisi politik yang akan diikutinya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Misalkan saja &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/soetrisno-bachir/biografi/index.shtml"&gt;Sutrisno Bachir&lt;/a&gt;, Ketua Umum PAN, yang wajahnya banyak menghiasi berbagai media. Dengan slogan “Hidup adalah Perbuatan” seperti mengutip Chairil Anwar. Sutrisno hingga saat ini memang belum menunjukkan perbuatan riil dalam kebangsaan ini seperti apa. Tapi, seperti yang diberitakan majalah Tempo, Ia sudah menghabiskan Rp 20 miliar untuk mendongkrak popularitasnya tersebut. Hal itu sungguh merupakan sebuah "Perbuatan" dengan pengeluaran yang sangat besar. Adalah wajar apabila majalah Tempo memplesetkan slogan yang diusungnya itu menjadi “Hidup adalah Beriklan.”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pun &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/w/wiranto/index.shtml"&gt;Wiranto&lt;/a&gt;, dengan partai barunya Partai Hanura juga mulai melakukan usaha menjaga popularitasnya dengan embel-embel sebagai himbauan dari seorang tokoh nasional dengan mengedepankan usaha memberantas kemiskinan di Indonesia. Namun, mungkin dari sekian dana yang terhabiskan, saya tidak tahu persis apakah porsi untuk benar-benar membantu masyarakat miskin lebih besar dari sekedar untuk mendongkrak popularitasnya. Tidak hanya beriklan di media &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, Wiranto pun mengadakan sayembara dengan imbalan hadiah hingga puluhan juta rupiah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Satu lagi adalah &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/p/prabowo-subianto/index.shtml"&gt;Prabowo&lt;/a&gt;, sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sering muncul di Televisi untuk sekedar menghimbau kita untuk membeli produk-produk pertanian hasil dalam negeri. Hitung saja berapa dana yang mesti dikeluarkan untuk beriklan di televisi bila tarif iklan pada waktu tayang pukul 17.00-20.00 WIB harus mengeluarkan biaya Rp 40 juta hingga Rp 60 juta per menit. Bayangkan saja apabila dana tersebut digunakan untuk membantu petani dalam penyediaan bibit, benih, ketersediaan pupuk, dan perbaikan sarana pendukung petani lainnya. Saya rasa, dana yang dihabiskan beriklan untuk sekedar menghimbau kita untuk membeli produk pertanian dalam negeri akan terasa ironis melihat sektor pertanian kita yang semakin kalah kualitasnya dengan produk-produk pertanian impor. Apalagi negara-negara maju memberikan subsidi yang sangat besar pada sektor pertaniannya dibandingkan kita.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Demokrasi memang mahal dan juga boros secara material dan bahkan sosial. Apabila diakumulasi dari berbagai ritual demokrasi mulai dari Pilkada yang telah berlangsung di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan juga kegiatan-kegiatan persiapan menuju Pemilu 2009 saya tidak bisa membayangkan seberapa besar dana yang telah dihabiskan. Mungkin tak masalah apabila dana yang dipakai adalah dana halal. Tapi akan sangat tidak dibenarkan dan alangkah tidak bermoralnya apabila dana yang digunakan untuk mendanai kegiatan politik berasal dari uang rakyat melalui cara-cara "tak sepantasnya." Dan alangkah ironisnya, dana yang besar tersebut hanya dihabiskan untuk sebuah ritual politik dan upaya menggebrak popularitas, namun sedikit efek multiplier-nya terhadap kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2461095440814887789?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2461095440814887789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2461095440814887789' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2461095440814887789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2461095440814887789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/pemborosan-hanya-untuk-sebuah-ritual.html' title='Pemborosan Hanya untuk Sebuah Ritual Demokrasi'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1444613281177814532</id><published>2008-05-14T20:13:00.003+07:00</published><updated>2008-05-14T20:52:33.618+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Keajaiban, Bakal Kuliah Lagi..Ujian..etc bla..bla..bla..</title><content type='html'>Gue baru aja pindah kerja &lt;a style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.bi.go.id/web/id"&gt;di sini&lt;/a&gt;...Mungkin bakal pemberhentian terakhir gue dalam mencari kerja (secara ijazah S1 gue juga ditahan..Lagian kayaknya gw juga dah mentok kerja di sini, syukur dah ada yang mau nerima gue kerja..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thanks God&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, tapi perjuangan itu sepertinya belom berakhir....&lt;br /&gt;Masih harus berjuang lagi mengikuti pendidikan selama 1 tahun. Ini menentukan seberapa sanggup gue bersaing dengan yang lain, dan menentukan seberapa layak gue bakal masuk ke dunia kerja gue yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikannya seperti apa yang dijelasin selama&lt;span style="font-style: italic;"&gt; briefing&lt;/span&gt; sepertinya gue gak bisa main-main.&lt;br /&gt;Pendidikan di kelas, klasikal umum tentang budaya kerja, klasikal khusus tentang keilmuan sebagai peneliti ekonomi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on the job training&lt;/span&gt; di kantor pusat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on the job training&lt;/span&gt; di kantor cabang BI di Padang (huahahaha...bakal terdampar di luar Jakarta nih Hiks..Hiks..), dan terakhir pendidikan kemiliteran (Samapta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiuhhh...akhirnya gue mungkin bakal ngerasain kayak kuliah lagi: masuk kelas, belajar, ujian, bikin makalah, presentasi, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur gue bisa diterima BI ini mungkin ada keajaiban yang bisa memuluskan jalan gue sampai sekarang. Mungkin bagian mengharukan adalah saat gue dikatakan lulus tes kesehatan. Bagian ini adalah test yang bikin gue gak tenang pas malam harinya, justru gue malah lebih rileks ketika menghadapi wawancara. Tau kenapa? Apa yang terjadi saat tes kesehatan gue banyak mengalami hal tidak bagus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tes analogi tubuh gue dikatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;underwight&lt;/span&gt; sama dokternya, dan ini bikin gue bete, dan gue bilang ke dokternya kalo memang sekeluarga gue badannya kayak begini (kurus dan jangkung). Gue dah minum susu, makan makanan berlemak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;junk food&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;steak &lt;/span&gt;apalah gitu, tetep aja gue KURUS dan malah kantong gue jadi jebol....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tes rontgen. Ini test yang bikin gue panik setengah mampus, secara paru-paru gue pernah jebol gara-gara gaya hidup gue yang gak karuan selama kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tes jantung. Ada kejadian di mana alat pendeteksi detak jantung gue yang nempel di tetek, perut, dada dan kabel-kabelnya yang bikin gue geli gak bisa ngedeteksi detak jantung gue, sampe-sampe dokternya mesti pake stetoskop buat bantu ngedenger detak jantung gue. Dan kejadian ini cuma terjadi sama gue..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn! Why? Why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;4. Tes Buta Warna. Gak tau kenapa gue gak bisa ngebaca semua angka di buku tes buta warna itu, bahkan gue gak bisa nunjukin jalur dari sebuah titik di sebelah kiri dengan lancar ke sebuah titik di sebelah kanan. Alhasil gue dinyatakan gue buta warna parsial. Oh God, sumpah gue masih bisa bedain kok mana warna merah-jingga-kuning-hijau-biru-ungu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tes Baca. Kacamata gue dilepas, dan gue pake alat bantu baca dari dokternya. Gue memang punya silinder di mata gue yang bikin gue melihat garis lurus menjadi bengkok dan berbayang. Ketika gue disuruh membaca huruf Y, gue dengan lantang membaca dengan keras: "V" . Terang aja semua peserta lain yang ngantri untuk tes baca di belakang gue spontan ketawa semua. Anjrit, malu banget gue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tes urine. Gara-gara disuruh puasa semalemnya sebelum tes, terang aja gue juga jadi gak minum. Alhasil, terang aja gue susah payah keluarin urine gue ke sebuah toples kecil. Malah dokternya bilang, "Mas kurang banyak minum nih, air kencingnya terlalu pekat!" (Yeah siapa suruh puasa????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tes kesehatan, gue pulang ke kosan dengan tampang kusut dan bete berat. Dan menyadari, betapa banyak ketidakberesan dalam tubuh gue. "Oh tidak, tidak, tidak, mengapa semua terjadi???" (anjrit, memang hari itu berasa dramatis bagi gue....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat pas pengumuman tentang siapa aja yang lulus tes kesehatan, dan gue dinyatakan lulus terus terang gue sangat terharu membacanya. Mungkin gue jadi sangat melankolik saat itu. Dan juga membuat gue sadar, ternyata dalam hidup ini tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan kita sebagai manusia. Tapi ada hal yang di luar kemampuan kita dalam menentukan kemana jalan kita ke depan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks God! Thanks God!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1444613281177814532?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1444613281177814532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1444613281177814532' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1444613281177814532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1444613281177814532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/05/keajaiba-bakal-kuliah-lagiujianetc.html' title='Keajaiban, Bakal Kuliah Lagi..Ujian..etc bla..bla..bla..'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6735832764540429972</id><published>2008-04-24T11:01:00.000+07:00</published><updated>2008-04-24T11:05:06.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Hidup Sederhana atau Lupa?</title><content type='html'>Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair seperti diberitakan &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/24/time/092027/idnews/928581/idkanal/10"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, kedapatan naik kereta tanpa tiket, dan bahkan juga tidak membawa uang cash untuk membayar tiketnya. Padahal Tony Blair sendiri setelah lepas dari jabatan Perdana Menteri, sekarang memiliki posisi yang terbilang penting juga, yaitu sebagai utusan Timur Tengah untuk 4 negara berbeda, dan juga penasehat investment bank besar, JP Morgan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok bisa-bisanya sih naik kereta nggak beli tiket dan nggak punya uang cash buat bayarnya?&lt;br /&gt;Hmm..Bisa banyak kemungkinan tentang hal ini:&lt;br /&gt;Pertama, Blair bisa jadi walaupun sebagai mantan orang penting, tetap menjalankan hidup sederhana dengan bepergian menggunakan kereta. Kedua, atau bisa saja Blair lupa kalo dirinya bukan lagi Perdana Menteri, jadi dia pikir dirinya punya akses bebas kemana pun seperti tanpa harus beli tiket untuk naik kereta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6735832764540429972?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6735832764540429972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6735832764540429972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6735832764540429972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6735832764540429972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/hidup-sederhana-atau-lupa.html' title='Hidup Sederhana atau Lupa?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5438868191980340511</id><published>2008-04-23T15:52:00.003+07:00</published><updated>2008-04-24T09:06:25.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Ngeband untuk Ngirit Karokean???</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;Hmm..ada-ada aja memang ulah orang-orang kerja kalo dah stress kelamaan ngantor. Senin yang lalu, akhirnya tiba-tiba ada ide untuk karokean, memang sih tinggal nyebrang dari kantor dah langsung ketemu Inul Vizta. Tapi, berhubung gue anak ekonomi, mikir juga donk duit yang mesti keluar kalo mau karokean. Akhirnya, tercetus ide untuk ngeband aja di rumah Dodo (teman sekantor) yang rumahnya punya lengkap alat-alat band. Lagipula rumahnya nggak jauh dari kantor, naik taksi cuma abis Rp10 ribu, dah gitu patungan pula...Ha3...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, akhirnya, jadilah rombongan kantor (6 orang) nangkring di rumah Dodo, dengan satu tujuan mulia, yaitu “ngeband” Wuahahahaha....Semua dengan formasi lengkap, dengan segambreng buku-buku lagu “jadul.” Dan gue, kebagian ngegebuk drum, yang kalo dihitung-hitung gue terakhir ngeband serius tahun 2001. Mulai berhenti sejak masuk kuliah, gak tau kenapa, selera gue ngeband pas dah kuliah bener-bener gak ada sama sekali. Mungkin dah terlalu kenyang ngeband pas SMA, sampe-sampe nilai-nilai gue pada jeblok, ada nilai raport merah, bahkan ada nilai yang ditulis pake pensil, Damn! Bego banget gue masa itu. Alhasil nyokap marah-marah kalo abis bagi raport. Guru-gurunya juga sih pada bawel, bilang nilai gue jeblok gara-gara kebanyakan ngeband. Damn! Lagian dulu bego juga sih gue, manggung di pensi sekolah sendiri bikin kejadian heboh, manggung gak pake baju, modal celana pendek doank yang bahkan lebih menyerupai cangcut. Gak sadar kalo pas belakang panggung persis adalah kantor guru, dan guru-guru persis nangkring sambil geleng-geleng kepala di belakang gue yang lagi asyik ngedrum. Huahahahaha.....Malu dah, disindir-sindir setelah itu, apalagi kakak-kakak gue banyak yang jadi aktivis mushola..kok adiknya??? Oh tidak...Oh No...saya janji akan main band pake baju lengkap Bapak dan Ibu Guru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, mungkin itu cuma satu cerita dari masa-masa konyol gue di SMA. Soal ngeband, jadi inget alat-alat drum gue di rumah yang udah lama nganggur, cymbal yang udah karatan malah ada yang pecah ketindih koper-koper gede di gudang, stick-stick yang warnanya dah kecoklatan (vater, regal tip, promark, vic firth, dll), blom lagi aksesoris kayak cowbell, jamblock, clamp, boomstand, dan hardware lainnya yang gak tau gue simpen dimana. Padahal dulu nabung sampe nangis darah belinya..Huahahaha....Walaupun dah lama gak ngeband lagi, tapi masih gue sempetin datang ke acara-acara drum clinic, liat konser musik, atau latihan sendiri pake drumpad di kosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ngeband abis pulang kantor yang gak jelas itu Huhahahahaaaa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192362405903744898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SA76GQz8P4I/AAAAAAAAAKw/uHNpji4ZK_c/s400/ngeband+yuks2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5438868191980340511?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5438868191980340511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5438868191980340511' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5438868191980340511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5438868191980340511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/ngeband-untuk-ngirit-karokean.html' title='Ngeband untuk Ngirit Karokean???'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SA76GQz8P4I/AAAAAAAAAKw/uHNpji4ZK_c/s72-c/ngeband+yuks2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-7783915396256633370</id><published>2008-04-23T11:16:00.003+07:00</published><updated>2008-04-23T11:50:21.302+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teaching Assistant'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Students'/><title type='text'>Mempelajari Indikator-Indikator Makroekonomi</title><content type='html'>Baru aja bikin account di &lt;a href="http://www.slideshare.net/my-slideshows"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;slideshare&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Ternyata bisa upload macam-macam file.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung sudah tidak ngajar lagi di kampus. Ketika buka file-file power point saya buat ngajar, mungkin masih berguna buat dibagi-bagi ke mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada file power point tentang macam-macam indikator makroekonomi waktu saya jadi asisten dosen Perekonomian Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="width:425px;text-align:left" id="__ss_368391"&gt;&lt;object style="margin:0px" width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=indikatorindikator-makroekonomi-indonesia-1208921210559321-9"/&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"/&gt;&lt;embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=indikatorindikator-makroekonomi-indonesia-1208921210559321-9" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;"&gt;&lt;a href="http://www.slideshare.net/?src=embed"&gt;&lt;img src="http://static.slideshare.net/swf/logo_embd.png" style="border:0px none;margin-bottom:-5px" alt="SlideShare"/&gt;&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.slideshare.net/gaffari/indikator-indikator-makroekonomi-indonesia?src=embed" title="View 'Indikator Indikator Makroekonomi Indonesia' on SlideShare"&gt;View&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.slideshare.net/upload?src=embed"&gt;Upload your own&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan diunduh, dan digunakan seperlunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-7783915396256633370?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/7783915396256633370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=7783915396256633370' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7783915396256633370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7783915396256633370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/mempelajari-indikator-indikator.html' title='Mempelajari Indikator-Indikator Makroekonomi'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5735274446371294138</id><published>2008-04-21T09:27:00.001+07:00</published><updated>2008-04-21T09:31:08.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Kalau Mau Solat tuh Identik dengan….</title><content type='html'>Jujur deh, akhir-akhir ini kenapa setiap gue mau solat selalu identik dengan keadaan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tempat Parkir&lt;br /&gt;- Basement&lt;br /&gt;- Pengap&lt;br /&gt;- Panas&lt;br /&gt;- Tempat Blower Pembuangan AC&lt;br /&gt;- Kotor&lt;br /&gt;- WC Bau&lt;br /&gt;- Kadang Kumuh&lt;br /&gt;- Perasaan was-was sepatu ilang&lt;br /&gt;- Perasaan khawatir tas digondol orang&lt;br /&gt;- Uang receh buat bayar toilet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tau kenapa orang-orang tuh &lt;em&gt;fine-fine&lt;/em&gt; aja solat di tempat kayak gitu. Dan heran juga banyak pusat perbelanjaan gak memperhatikan fasilitas ibadah itu dengan baik. Makanya salah satu penilaian saya untuk menghabiskan waktu di salah satu pusat perbelanjaan adalah fasilitas tempat solatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama keliling-keliling pusat perbelanjaan menurut gue sih yang bagus tuh di PIM 2, di sini hampir tiap lantai ada tempat solatnya, jadi untuk jam-jam &lt;em&gt;peak&lt;/em&gt; gak terlalu penuh untuk ngantri solatnya. Di Senayan City juga lumayan oke, karena ada musholla eksekutifnya, sedangkan untuk pekerja-pekerjanya solat di Musholla lantai paling atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang paling parah tuh di Citos, gila kali, tempat solat cuma dikasih ukuran seuprit, di basement, sempit, karpet lembab plus bau, tempat wudhu desek-desekan, mau pake sepatu juga ribet saking kecilnya ruangan tunggunya. Dan herannya gak ada dikasih ruangan alternatif lain, ada juga sama aja, di pojokan deket kantin pegawai, tetep aja ukurannya kecil dan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...sebenarnya masih banyak tempat lain yang menurut gue bener-bener gak layak buat solat. Heran tapi gak ada yang protes, atau akhirnya lama-lama tempat solat tuh identik dengan hal-hal yang tidak mengenakan, dan semua jadi biasa saja. Dasar gila!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5735274446371294138?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5735274446371294138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5735274446371294138' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5735274446371294138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5735274446371294138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/kalau-mau-solat-tuh-identik-dengan.html' title='Kalau Mau Solat tuh Identik dengan….'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1548871769022233738</id><published>2008-04-18T11:23:00.004+07:00</published><updated>2008-04-25T13:25:31.873+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Students'/><title type='text'>Wajah Aksi Demo Mahasiswa UI Sekarang</title><content type='html'>Inilah wajah demonstrasi mahasiswa UI saat ini.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190439604376532610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SAglUe77doI/AAAAAAAAAKg/tkh-AGBcW7Q/s400/Demo+UI+2.JPG" border="0" /&gt;Gambar ini dikutip dari Jakarta Post &lt;a href="http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/17/food-for-thought.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; yang memberitakan aksi BEM UI di Istana Negara (17/4/2008) dengan tuntutan seputar Krisis Pangan yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sekedar pertanyaan gak penting nih:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kenapa aksi mahasiswa UI identik dengan banyaknya mayoritas (mungkin semua) mahasiswi berjilbab?&lt;br /&gt;Kenapa juga banyak yang ikut demo selalu dari mahasiswa fakultas eksak (MIPA, Teknik, FKM, etc), dan mengapa jarang dari fakultas sosial (FE, FISIP, FH, FIB, etc) ikut demo?&lt;br /&gt;Kenapa juga bakal jarang kita lihat generasi penerus Soe Hok Gie yang ikut demo?&lt;br /&gt;Kenapa juga kita jarang lihat anak-anak dengan dandanan anak gaul jaman sekarang ikutan demo?&lt;br /&gt;Lalu demo mahasiswa UI itu mewakili siapa?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Demo mahasiswa UI suara milik siapa?&lt;br /&gt;Dan pertanyaan terakhir, maunya apa?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;He3..sekedar intermezzo aja sih, kalo mau ada yang jawab syukur, kalo ga mau jawab juga ga apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1548871769022233738?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1548871769022233738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1548871769022233738' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1548871769022233738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1548871769022233738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/wajah-aksi-demo-mahasiswa-ui-sekarang.html' title='Wajah Aksi Demo Mahasiswa UI Sekarang'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/SAglUe77doI/AAAAAAAAAKg/tkh-AGBcW7Q/s72-c/Demo+UI+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-4523756725265386206</id><published>2008-04-14T19:02:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T19:19:12.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Pemetaan Partai Politik tidak Menjamin Menang dalam Pemilihan Langsung</title><content type='html'>Kekalahan pasangan Dani-Iwan yang diusung Partai Golkar dalam Pilkada Jabar menunjukkan bahwa pemetaan partai politik tidak menjamin akan memenangkan pasangan yang di-&lt;em&gt;back-up&lt;/em&gt; oleh partai mayoritas. Seperti kita ketahui, Propinsi Jabar merupakan tempat massa terbesar untuk Partai Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kita diberi pelajaran, bahwa dalam pemilihan langsung, rakyat lebih melihat figur, bukan partai politik di belakangnya. Dengan ini, pemilihan figur yang dimajukan partai politik menjadi sangat penting. Pemilu 2004 lalu saja sudah memberi pelajaran, SBY yang didukung oleh Partai Demokrat yang merupakan partai gurem masa itu ternyata berhasil mengalahkan calon-calon lain yang didukung oleh partai bersuara besar seperti Megawati dengan PDI-P-nya, dan Wiranto dengan Partai Golkar-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, adalah kalkulasi yang sangat kritikal dalam menentukan pasangan calon dalam pemilihan langsung. Popularitas calon juga perlu dipoles sedemikian rupa agar tidak asing di mata para pemilih. Mesin partai politik, sekali lagi, tidak akan berjalan secara otomatis, dan peran marketing figur dan membaca preferensi rakyat jangan coba untuk diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian Pilkada Jabar ini membuat masyarakat berfikir bahwa pemetaan politik di Jabar sudah berubah seperti diberitakan &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/14/time/181608/idnews/923318/idkanal/10"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Sebaiknya kita melihat dari sisi lain, ini pemilihan langsung yang dihadapkan pada figur-figur, bukan partai. Bisa jadi pemetaan politik ternyata tidak berubah, namun karena ada deviasi pilihan akibat preferensi masyarakat terhadap figur yang berkompetisi membuat pemetaan partai politik menjadi meleset. Jangan juga partai yang pasangan calonnya berhasil memenangkan Pilkada Jabar ini terburu-buru percaya diri. Mestinya dijadikan alat pacu untuk bekerja lebih giat di ranah kompetisi politik yang semakin ketat. Siapa tahu di saat berleha-leha, ada kekuatan lain yang sedang mempersiapkan diri lebih matang yang tinggal hanya menunggu waktu saja untuk muncul di kompetisi politik yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-4523756725265386206?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/4523756725265386206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=4523756725265386206' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4523756725265386206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/4523756725265386206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/pemetaan-partai-politik-tidak-menjamin.html' title='Pemetaan Partai Politik tidak Menjamin Menang dalam Pemilihan Langsung'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8537746060529632869</id><published>2008-04-14T18:15:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T15:43:48.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Pilkada Jabar: Agum, Sudahlah!</title><content type='html'>Pilkada untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dimenangkan oleh pasangan Heryawan dan Dede Yusuf (Hade). Kekalahan terjadi pada pasangan dukungan Golkar, Dani-Iwan, dan menunjukkan berkali-kali Agum Gumelar gagal dalam berbagai ranah kompetisi politik di berbagai level seperti yang diberitakan &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/14/time/181608/idnews/923318/idkanal/10"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agum yang sebelumnya pernah mencalonkan sebagai wakil presiden dipasangkan bersama Hamzah Haz pada Pemilu 2004 mengalami kegagalan. Selanjutnya, pengusungan Agum untuk Gubernur DKI Jakarta pun mengalami kegagalan pula, bahkan sebagai calon yang running dalam Pilkada DKI Jakarta pun tidak. Dan sekarang, ketika berhasil dinobatkan sebagai calon Gubernur Jabar ternyata berujung pada tidak ketidaksuksesan mendulang suara, dengan bercokol pada urutan nomor dua di mata rakyat Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okey Pak Agum, selanjutnya wilayah kompetisi politik mana lagi yang Anda coba lagi? Walikota atau mungkin Bupati? Atau kejadian ini menyiratkan, sudahlah cukup Pak Agum, kompetisi politik ini kita akhiri saja, masih banyak ruang aktualisasi lain untuk mengabdi pada rakyat. Tidak usah berdebat lagi seperti &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/14/time/181608/idnews/923318/idkanal/10"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/14/time/181608/idnews/923318/idkanal/10"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8537746060529632869?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8537746060529632869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8537746060529632869' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8537746060529632869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8537746060529632869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/pilkada-jabar-agum-sudahlah.html' title='Pilkada Jabar: Agum, Sudahlah!'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2757330850851973799</id><published>2008-04-10T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-10T14:47:32.869+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Komposisi Antara Penumpang dan Jenis Kendaraan yang Timpang</title><content type='html'>Berdasarkan &lt;strong&gt;Pusat Analisa dan Data Tempo&lt;/strong&gt;, menunjukkan bahwa jumlah kendaraan pribadi yang lebih banyak dibanding kendaraan umum menjadi penyebab parahnya keruwetan transportasi di Jakarta. Perbandingan jumlah kendaraan pribadi dan kendaraan umum adalah 98% kendaraan pribadi dan 2% kendaraan umum. Padahal jumlah orang yang diangkut 2% kendaraan umum lebih banyak dari pada jumlah orang yang diangkut oleh 98% kendaraan pribadi. Dari total 17 juta orang yang melakukan perjalanan setiap hari, kendaraan pribadi hanya mengangkut sekitar 49,7% penumpang. Sedangkan 2% kendaraan umum harus mengangkut sekitar 50,3% penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam sibuk pagi dan sore, lalu lintas di jalan-jalan utama Kota Jakarta hanya bergerak 12 km/jam. Penelitian &lt;em&gt;Japan International Corporation Agency&lt;/em&gt; (JICA) dan &lt;em&gt;The Institute for Transportaion and Development Policy&lt;/em&gt; (ITDP) menunjukkan bahwa jika tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalu lintas Jakarta akan mati pada tahun 2014. Perkiraan kematian lalu lintas Jakarta pada tahun 2014 itu didasarkan pada pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11% sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1%. Tercatat, setiap hari ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya Jakarta membutuhkan penambahan jalan sepanjang 800 meter. Lengkapnya baca &lt;a href="http://www.pdat.co.id/hg/political_pdat/2006/03/17/pol,20060317-01,id.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, penduduk yang mencari nafkah di Jakarta bisa-bisa masa hidupnya banyak habis di jalan. Untuk tinggal di pusat perkotaan tentu memiliki kendala sangat mahalnya harga sewa maupun kepemilikan rumah. Jadi, bagaimana nih solusinya Bang Kumis?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2757330850851973799?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2757330850851973799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2757330850851973799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2757330850851973799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2757330850851973799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/komposisi-antara-penumpang-dan-jenis.html' title='Komposisi Antara Penumpang dan Jenis Kendaraan yang Timpang'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8260284064556952610</id><published>2008-04-09T09:31:00.003+07:00</published><updated>2008-04-09T10:12:37.923+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Pidato Presiden Mungkin Layaknya Kuliah yang Membosankan</title><content type='html'>Pembekalan Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lemhanas 8 April 2008 yang lalu mungkin seperti layaknya suasana perkuliahan yang membosankan. Acara yang dibuka oleh Prseiden SBY itu berbuntut pada suasana tegang di mana Presiden SBY memarahi salah satu orang kepala daerah yang asyik tertidur. Baca berita lengkapnya &lt;a href="http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id52901.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ini mirip dengan suasana perkuliahan di kampus. Dosen atau asisten dosen asyik menerangkan, mahasiswa malah tertidur. Kalau di kampus mungkin lebih parah terkadang, ada yang baca koran, sms-smsan, berfoto-foto ria di handphone, keluar masuk kelas, atau asyik bikin forum obrolan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan, apa sepenuhnya kesalahan mahasiswa yang malas dan kurang ajar atau materi dan cara mengajar dosen atau asisten dosen yang membosankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya kuliah, seringkali saya memasuki kelas yang sangat membosankan, gaya mengajar yang sangat konvensional, satu arah, tidak kaya akan materi, dan sangat tidak menarik. Terkadang saya lebih asyik pinjam catatan teman atau membaca bukunya sendiri. Saya sering merasa membuang-buang waktu untuk sekedar masuk kelas yang membosankan dan kurang mencerahkan. Beruntung saja, jurusan Ilmu Ekonomi di FEUI, jarang sekali dosen yang memperhitungkan absen. Mungkin mereka juga sadar, bahwa kuliahnya bisa jadi sering membosankan dengan materi yang tidak dipersiapkan dengan baik, atau juga mereka malu karena seringkali “mangkir” mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Pak SBY, mungkin Bapak juga perlu evaluasi diri, apakah pidato Bapak sudah cukup menarik atau ternyata sangat membosankan? Kok bisa-bisanya pidato seorang Presiden ada audience yang berani tidur. Atau memang ternyata kepala daerah itu saja yang kurang ajar, sudah duduk di deretan bangku depan, tertidur pulas pula. Ha3....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8260284064556952610?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8260284064556952610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8260284064556952610' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8260284064556952610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8260284064556952610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/pidato-presiden-mungkin-layaknya-kuliah.html' title='Pidato Presiden Mungkin Layaknya Kuliah yang Membosankan'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8013713085866174448</id><published>2008-04-08T16:30:00.001+07:00</published><updated>2008-04-08T16:33:48.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Paternalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Film Fitna: Pemerintah Tidak Perlu Se-Reaktif Itu</title><content type='html'>Mengomentari tulisan di &lt;a href="http://starbuckerseconomists.blogspot.com/2008/04/fim-fitna-dan-eksesnya.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;blog sebelah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; mengenai seputar pemblokiran situs-situs yang memberikan link akses Film FITNA diblokir oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note:&lt;/strong&gt; Apalah artinya maksud hati mengeliminasi penyebaran film yang menyiratkan fitnah atau hal menyinggung agama, kalau pada akhirnya pemerintah, terutama depkominfo, sibuk memikirkan hal kurang substansial. Lebih baik memikirkan bagaimana semakin banyak orang di Indonesia melek teknologi, bisa akses internet dengan murah, tersedianya pendukung koneksi internet yang bagus, jaringan &lt;em&gt;hot spot&lt;/em&gt; gratis, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang juga kalo anggaran Depkominfo dipakai untuk sekedar tindakan yang bersifat reaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat diskusi Menkominfo dengan para blogger &lt;a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/08/time/092059/idnews/919934/idkanal/398"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Sepertinya masih banyak jalan atau solusi yang bisa diambil, bukan melalui pemblokiran secara membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa Youtube, Multiply, Myspace, dll tidak selamanya berdampak negatif, banyak juga sisi positifnya. Bahan-bahan materi kuliah ekonomi dari dosen-dosen ekonomi ternama di universitas luar negeri juga banyak yang bisa diakses dari sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8013713085866174448?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8013713085866174448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8013713085866174448' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8013713085866174448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8013713085866174448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/film-fitna-pemerintah-tidak-perlu-se.html' title='Film Fitna: Pemerintah Tidak Perlu Se-Reaktif Itu'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1253658658492551713</id><published>2008-04-08T09:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T09:58:04.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Song Lyric'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Lagu Paling Pas Buat Saat Ini</title><content type='html'>&lt;strong&gt;GOSSIP JALANAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.slankchord.com/chord.php?lid=166&amp;amp;&amp;amp;aid=13"&gt;&lt;strong&gt;Lagu Slank dari album PLUR&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rilis tahun 2004&lt;br /&gt;Produksi Slank Record&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pernah kah lo denger mafia judi&lt;br /&gt;Katanya banyak uang suap polisi &lt;br /&gt;tentara jadi pengawal pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lo tau mafia narkoba&lt;br /&gt;keluar masuk jadi bandar di penjara&lt;br /&gt;terhukum mati tapi bisa ditunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tau mafia selangkangan&lt;br /&gt;Tempatnya lendir2 berceceran&lt;br /&gt;Uang jutaan bisa dapat perawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacau balau ... 2x negaraku ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tau mafia peradilan&lt;br /&gt;tangan kanan hukum di kiri pidana&lt;br /&gt;dikasih uang habis perkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bener ada mafia pemilu&lt;br /&gt;entah gaptek apa manipulasi data&lt;br /&gt;ujungnya beli suara rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tau gak mafia di senayan&lt;br /&gt;kerjanya tukang buat peraturan&lt;br /&gt;bikin UUD ujung2nya duit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah gak denger triakan Allahu Akbar&lt;br /&gt;pake peci tapi kelakuan bar bar&lt;br /&gt;ngerusakin bar orang ditampat2&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Note: Saya 100 persen SETUJU sama lirik lagunya……&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1253658658492551713?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1253658658492551713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1253658658492551713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1253658658492551713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1253658658492551713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/lagu-paling-pas-buat-saat-ini.html' title='Lagu Paling Pas Buat Saat Ini'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6496071732143246254</id><published>2008-04-07T18:47:00.000+07:00</published><updated>2008-04-07T18:49:48.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macroeconomics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indicators'/><title type='text'>Apa itu Inflation Overhang?</title><content type='html'>Kalau belajar mengenai &lt;em&gt;Inflation Overhang&lt;/em&gt; di buku teks &lt;em&gt;Macroeconomic&lt;/em&gt;s-nya Donbursch atau &lt;em&gt;International Financial Economics&lt;/em&gt;-nya Rivera Batiz pasti pusing banget.&lt;br /&gt;Kalau mau lebih mudah dan plus ada kasusnya di Indonesia bisa lihat tulisannya M. Chatib Basri, &lt;em&gt;“Inflation Overhang dan Beban Anggaran,”&lt;/em&gt; &lt;a href="http://web.bisnis.com/artikel/2id1066.html"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6496071732143246254?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6496071732143246254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6496071732143246254' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6496071732143246254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6496071732143246254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/apa-itu-inflation-overhang.html' title='Apa itu Inflation Overhang?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-162157411691290993</id><published>2008-04-07T18:33:00.002+07:00</published><updated>2008-04-07T18:41:20.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Notes'/><title type='text'>Ada Apa dengan Bappenas Sekarang?</title><content type='html'>Tajuk rencana Kompas, Senin, 7 April 2007, ”&lt;a href="http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.07.01053242&amp;amp;channel=2&amp;amp;mn=158&amp;amp;idx=158"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Perlu Pembangunan Berlanjut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;,” sangatlah bernada tendensius menuju satu institusi, yakni Bappenas.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”...Di antaranya pelajaran tentang posisi, peran dan arti hadirnya lembaga perencanaan nasional yang independen, kompeten, dan berjangka panjang...”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Tulisan tersebut bisa jadi menandakan bahwa saat ini Bappenas belum menjadi lembaga yang mendukung perencanaan nasional dalam jangka panjang yang kompeten dan independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, tak masalah mengkritik dengan mengacu pada satu institusi tertentu.&lt;br /&gt;Namun, pernyataan, &lt;em&gt;”.... Bappenas macam itu bisa tetap dipimpin seorang menteri. Kualifikasi sosok menterinya bukan lagi anggota partai, tetapi integritas, keahlian, kompetensi, dan kredibilitas...”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sepertinya jelas pernyataan tersebut mengacu ke siapa. Jujur saja, saya memang tidak merasakan Bappenas yang sekarang sebagai lembaga yang punya taring kuat dalam mempengaruhi kebijakan ekonomi. Jauh dari masa dalam cerita-cerita almuni FEUI semasa Widjojo Nitisastro dkk ketika mereka menjadi aristektur ekonomi Orde Baru dan menggerakan Bappenas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-162157411691290993?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/162157411691290993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=162157411691290993' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/162157411691290993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/162157411691290993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/ada-apa-dengan-bappenas-sekarang.html' title='Ada Apa dengan Bappenas Sekarang?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-1071269940452234331</id><published>2008-04-07T17:56:00.001+07:00</published><updated>2008-04-07T18:01:07.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Boediono Jadi Gubernur BI: Semoga “Semua” Menjadi Jelas</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/07/time/172626/idnews/919737/idkanal/5"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Baru saja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; Menko Perekonomian Boediono terpilih menjadi Gubernur BI. Seolah sudah tidak ada yang meragukan kemampuannya, terbukti terpilih secara aklamasi di DPR, dengan 45 anggota menyatakan setuju, dan hanya 1 orang menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja, tidak hanya menjawab ketidakpastian selama ini mengenai siapa yang menjadi pucuk pimpinan bank sentral itu, namun juga pengumuman para calon pegawai BI pun cepat segera diumumkan. Bagaimanapun, segala ketidakpastian harus dituntaskan menuju kepastian, alhasil “semua” menjadi lebih jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-1071269940452234331?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/1071269940452234331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=1071269940452234331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1071269940452234331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/1071269940452234331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/boediono-jadi-gubernur-bi-semoga-semua.html' title='Boediono Jadi Gubernur BI: Semoga “Semua” Menjadi Jelas'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2234698864411610411</id><published>2008-04-07T14:14:00.001+07:00</published><updated>2008-04-07T14:20:24.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Scholarship'/><title type='text'>Fulbright Scholarship Program 2009</title><content type='html'>American Indonesian Exchange Foundation (AMNEF) menawarkan program Fulbright Scholarship Program 2009-2010 yang ditujukan bagi lulusan program sarjana atau staf pengajar yang berminat melanjutkan studi ke program master atau doktor di universitas-universitas di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa program yang ditawarkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Master’s Degree Program&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fulbright Master's Degree Program&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A Sarjana (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale);&lt;br /&gt;A minimum TOEFL score of 550.&lt;br /&gt;The deadline for submission of application for all programs is &lt;strong&gt;May 31, 2008&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&amp;amp;m=ip-pro-ma-fulbrightma"&gt;&lt;strong&gt;Read More&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fulbright Presidential Scholarship Program (Ph.D. Program)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesian citizens with appropriate qualifications as stipulated in the description below.&lt;br /&gt;Eligibility and Requirements:&lt;br /&gt;Preference will be given to applicants who serve or plan to serve the faculty members of the state and private institutions of higher learning in Indonesia and never received any Fulbright Scholarship;&lt;br /&gt;A Master’s degree;&lt;br /&gt;A minimum GPA of 3.0 (on a scale of 4.00);&lt;br /&gt;A TOEFL score (min 575).&lt;br /&gt;The deadline for submission of application for all programs is &lt;strong&gt;May 31, 2008&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;(&lt;a href="http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&amp;amp;m=ip-pro-phd-phdpresidential"&gt;&lt;strong&gt;Read More&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMINEF&lt;br /&gt;6th fl. Balai Pustaka Building&lt;br /&gt;Jl. Gunung Sahari Raya No. 4&lt;br /&gt;Tel.: 345 2016 (hunting)&lt;br /&gt;Fax: 345 2050&lt;br /&gt;www.aminef.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2234698864411610411?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2234698864411610411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2234698864411610411' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2234698864411610411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2234698864411610411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/fulbright-scholarship-program-2009.html' title='Fulbright Scholarship Program 2009'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3703764767292926116</id><published>2008-04-07T13:20:00.003+07:00</published><updated>2008-04-07T13:41:00.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary'/><title type='text'>Makan Enak Dikala Banyak Orang Hidup Susah</title><content type='html'>Memang tak pantas untuk bercerita hal ini di saat banyak masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Naiknya harga beras, minyak goreng, minyak tanah, langkanya persediaan elpiji, belum lagi gula pasir, dan juga menurunnya harga jual beras dan gabah akibat gagal panen yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau bercerita, betapa lebarnya jarak standar hidup kelompok masyarakat satu dengan kelompok masyarakat lainnya. Kelompok yang satu, harus rela makan nasi aking ataupun bahkan ada yang mati akibat kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu lalu saya seperti ada di belahan dunia yang lain, bisa makan makanan yang bisa dikatakan sangatlah mewah. Padahal saya hidup di tanah, bumi, dan tempat pijakan yang sama bagi rakyat yang lapar itu, Indonesia, sebuah negeri yang menyisakan banyak kontradiksi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186389014560698498" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/R_nBVH_g8II/AAAAAAAAAKY/FN5M_Cf147g/s400/makan2+di+ritz.bmp" border="0" /&gt;Pagi jam 11.00, hari-hari yang kontradiktif dengan keadaan bangsa ini dimulai. Saya bisa sarapan dengan roti bakar plus secangkir kopi panas di Food Central, lantai P1, Pacific Place Sudirman. Saya pun baru tahu kalau ada tempat makan yang murah di tempat itu, konsepnya mirip Red Pepper di Plaza Indonesia, yang menyuguhkan makanan jajanan yang biasa kita jumpai namun tentu dengan harga yang lebih mahal dari biasanya, namun jauh lebih murah dari berbagai tempat makan di Pacific Place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, pukul 12.00, saya ke Ballroom Ritz-Carlton Hotel, memenuhi undangan pameran pendidikan Inggris, dan talkshow seputar dunia blogger. Beruntung sebagai bagian 100 undangan pertama, jadi bisa dapet akses untuk menikmati makan siang di situ.&lt;br /&gt;Makanan kali ini cukup mewah, 2 potong sirloin, kentang rebus, pasta, dan lamb. Hebatnya lamb-nya dimasak istimewa, lebih enak dibanding lamb yang pernah saya makan di Novotel, Mangga Dua Square. Sesekali, tenggorokan pun disegarkan dengan jus jambu merah. Makan siang itu saya tutup dengan penutup sepotong &lt;em&gt;strawberry cheese cake&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;apple pie&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;brownies&lt;/em&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...Disela-sela selesai makan itu, sempat saya tercenung sejenak, &lt;em&gt;"God thanks, gue masih bisa makan-makan kayak gini...betapa tidak beruntungnya sodara-sodara saya di luar sana."&lt;/em&gt; Sedangkan petinggi-petingginya malah lebih asyik nonton Ayat-Ayat Cinta, Bikin Album Kumpulan Lagu, maklum Pemilu tinggal setahun lagi, mereka asyik tebar pesona, tapi lupa tebar pesona dengan rakyat yang lapar. Mungkin mereka berfikir, meyakinkan rakyat yang lapar lebih mudah dari pada orang perkotaan yang lebih maju. Cukup serangan fajar dengan beberapa bungkus mie instan pun cukup untuk mendulang suara di hari pemilihan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masih ingat akan nasihat-nasihat dalam ingatan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;Berhentilah makan sebelum kenyang&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, saya makan memang jarang kenyang, punya selera makan pun susah, sejak kecil saya memang susah makan, prinsip saya: makan supaya tidak sakit..itu saja).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tidak berkah bagi kamu makan makanan secara berlebihan di kala tetanggamu meringis karena kelaparan&lt;/em&gt; (Ini riwayat aslinya saya lupa..mungkin kata nyokap katanya lupa semua apa yang diajarin guru ngaji karena makin lama saya makin sekuler aja...He3...)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3703764767292926116?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3703764767292926116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3703764767292926116' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3703764767292926116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3703764767292926116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/makan-enak-dikala-banyak-orang-hidup.html' title='Makan Enak Dikala Banyak Orang Hidup Susah'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qcOLiK8vLKA/R_nBVH_g8II/AAAAAAAAAKY/FN5M_Cf147g/s72-c/makan2+di+ritz.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-53968755104055287</id><published>2008-04-04T10:42:00.001+07:00</published><updated>2008-04-04T10:45:13.570+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Corruption'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Paternalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rent-Seeking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Failure'/><title type='text'>Peluang Kecurangan Tender yang Semakin Tinggi</title><content type='html'>Seperti diberitakan Kompas di &lt;a href="http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.10.01445325&amp;amp;channel=2&amp;amp;mn=155&amp;amp;idx=155"&gt;&lt;strong&gt;sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, menyatakan bahwa pengadaan barang dan jasa oleh BUMN tidak perlu melalui tender seperti yang disyaratkan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. Setiap BUMN dapat membuat sendiri aturan tentang pengadaan. Untuk itu akan segera dikeluarkan surat keputusan soal sistem pengadaan barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang mendasarinya menurut Meneg BUMN Sofyan Djajil adalah seringkali pengadaan barang dan jasa dibutuhkan secara mendesak untuk memenuhi kinerja BUMN. Menurut saya, ini seperti dua belah mata pisau, satu sisi bisa menjadi solusi akan sering lamanya proses pengadaan barang dan jasa pemerintahan melalui birokrasi yang berbelit-belit. Namun di sisi lain, hal ini pula semakin terbukanya peluang penyelewengan, ketidakobjektifan, kegiatan rent-seeking serta proses KKN dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saja, sepertinya praktek kecurangan dan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintahan seperti hal yang sudah lumrah. Misalkan saja, peserta tender yang ikut serta seringkali merupakan bagian dari lembaga pemerintahan yang mengadakan tender itu sendiri, dengan cara bernaung di bawah institusi fiktif; pemenang tender seringkali sudah ditentukan di awal, sehingga peserta tender lainnya adalah hasil undangan kandidat yang sudah pasti menang dengan iming-iming imbalan tertentu; kualitas barang dan jasa yang ada seringkali di bawah standar yang dibutuhkan, hal ini terjadi karena dana yang dianggarkan mesti dipotong dan diambil oleh oknum tertentu, namun pengeluaran yang mesti dilaporkan adalah dana keseluruhan sebelum dipotong. Maka dari itu, kualitas barang dan jasa mesti diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa masih banyak lagi kecurangan-kecurangan yang selama ini terus berlangsung dan tidak pernah terkuak. Semua bernaung atas nama pemenuhan kebutuhan hidup PNS yang berpenghasilan rendah, kebutuhan tender yang mendesak, ataupun tekanan politik dari pihak yang memiliki bargainning power tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, himbauan Meneg BUMN agar BUMN tidak perlu mentaati &lt;a href="http://www.pu.go.id/sekjen/biro%20hukum/kepres/keppres80-03.htm"&gt;&lt;strong&gt;Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; akan semakin membuka peluang kecurangan dan penyelewengan dalam proses tender tersebut. Lalu, mau sampai kapan hal seperti ini terus terjadi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-53968755104055287?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/53968755104055287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=53968755104055287' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/53968755104055287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/53968755104055287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/peluang-kecurangan-tender-yang-semakin.html' title='Peluang Kecurangan Tender yang Semakin Tinggi'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6604864717875664803</id><published>2008-04-04T09:40:00.003+07:00</published><updated>2008-04-04T09:59:29.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Paternalism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Energy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Government Failure'/><title type='text'>Kelangkaan Elpiji: Pertamina Punya Siapa?</title><content type='html'>Soal kelangkaan pasokan Elpiji yang terjadi saat ini memang meresahkan masyarakat. Semestinya, bahan bakar gas ini menjadi andalan penyediaan kebutuhan energi rumah tangga seiring harga minyak tanah terus meningkat serta pasokannya yang menjadi terbatas. Konversi minyak tanah ke gas juga sedang gencar-gencarnya dilaksanakan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kelangkaan pasokan gas saat ini mengibaratkan bahwa buruknya distribusi dan kemampuan Pertamina dalam membaca kebutuhan konsumen terhadap Elpiji. Penyediaan Elpiji pun semestinya dapat dipikirkan melalui berbagai skenario antisipasi resiko kemungkinan tidak match-nya antara kebutuhan dan penyediaan Elpiji di masyarakat. Lucunya, kejadian ini seperti banyak pihak yang tidak mau disalahkan. Seperti yang dikutip dari detikcom di &lt;a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/03/time/175004/idnews/917967/idkanal/4"&gt;&lt;strong&gt;sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“...Untuk elpiji, kami sudah cek ke beberapa tempat. Memang sejak Pertamina menyesuaikan harga yang 50 kg, pada bergeser ke 12 kg. Tapi itu korporat, bukan penanganan pemerintah. Karena pemerintah menangani yang 3 kg...&lt;br /&gt;...Menurut Purnomo, pemerintah saat ini fokus menjaga agar subsidi elpiji 3 kg berjalan sesuai yang direncanakan di APBN...”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya ini suatu &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; yang sangat aneh dari seorang Menteri ESDM, seolah-olah ada situasi di mana &lt;strong&gt;Pertamina adalah Pemerintah&lt;/strong&gt;, dan situasi lain di mana &lt;strong&gt;Pertamina adalah korporat yang bukan bagian dari Pemerintah&lt;/strong&gt;. Sebenarnya bagaimana &lt;em&gt;sih&lt;/em&gt; status dan tanggung jawab Pertamina dalam penyediaan Elpiji?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6604864717875664803?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6604864717875664803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6604864717875664803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6604864717875664803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6604864717875664803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/kelangkaan-elpiji-pertamina-punya-siapa.html' title='Kelangkaan Elpiji: Pertamina Punya Siapa?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-2718304559225525050</id><published>2008-04-04T09:08:00.002+07:00</published><updated>2008-04-04T09:13:07.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politics'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Elections'/><title type='text'>Zimbabwe Elections: Kapan yang Muda Bicara?</title><content type='html'>President Zimbabwe Mugabe masih saja bertekad untuk memenangkan pemilihan umum untuk menduduki jabatan presiden kembali. Padahal sudah hampir dua dekade kepemimpinannya dia tidak mampu membawa Zimbabwe ke arah yang lebih baik, bahkan kini negara itu diterpa hiperinflasi hingga lebih dari 100.000 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan BBC News di &lt;a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/7327725.stm"&gt;&lt;strong&gt;sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;“...President Mugabe is going to fight to the last, and he's not giving up, he's not going anywhere, he hasn't lost the election..."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa, generasi yang lebih muda di Zimbabwe perlu memiliki semangat dan tekad melebihi Mugabe apabila ingin merebut dominasinya dan mencapai perubahan kondisi di negeri itu. Ibaratnya, yang tua saja bisa, tentu yang muda juga bisa! Atau kita bisa bilang, "Pak Tua, sudahlah!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-2718304559225525050?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/2718304559225525050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=2718304559225525050' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2718304559225525050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/2718304559225525050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/zimbabwe-elections-kapan-yang-muda.html' title='Zimbabwe Elections: Kapan yang Muda Bicara?'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-8587437848509459234</id><published>2008-04-04T08:39:00.002+07:00</published><updated>2008-04-04T08:46:28.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesian Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Monetary Economics'/><title type='text'>Sosok Gubernur BI yang Menenangkan Pasar</title><content type='html'>Menko Perekonomian Boediono menjadi kandidat kuat untuk menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia, seorang sosok yang lengkap dengan pengetahuan fiskal dan moneter. Saya rasa, BI akan dipimpin oleh gabungan pemikiran Monetaris dan Keynesian.&lt;br /&gt;Selain itu, seperti yang diberitakan di &lt;a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/01/time/145951/idnews/916680/idkanal/5"&gt;&lt;strong&gt;sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;“Boediono memang terkenal konsisten dikalangan wartawan. Jika tak mau ngomong, ia pun akan konsisten tidak ngomong hingga waktunya.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Ini bisa menjadi sosok yang bisa menenangkan pasar, berbeda dengan sosok-sosok Gubernur BI, Deputi Senior, ataupun Deputi lainnya yang seringkali memberikan &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; tertentu, baik mengenai BI-rate atau seputar Inflasi dan pertumbuhan ekonomi, padahal hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur belum disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akibat tidak adanya sistem &lt;a href="http://www.bankofengland.co.uk/monetarypolicy/restrictions.htm"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Monetary Policy Framework Speaking Restrictions&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; seperti yang dilakukan &lt;a href="http://www.bankofengland.co.uk/index.htm"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bank of England&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Dalam rangka mencegah terjadinya spekulasi terhadap keputusan tingkat suku bunga atau target inflasi yang akan diputuskan dewan gubernur, &lt;em&gt;Bank of England&lt;/em&gt; menentukan batas waktu tertentu yang tidak memperbolehkan anggota dewan gubernur untuk memberikan komentar atau pendapat baik pada seminar ilmiah maupun pada media massa baik secara &lt;em&gt;on &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;off record&lt;/em&gt; mengenai perkiraan keputusan target kebijakan moneter yang akan diputuskan pada rapat dewan gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa Bank Indonesia perlu juga mulai mengatur hal demikian, agar situasi seperti sekarang di mana mudahnya anggota Dewan Gubernur memberikan &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; dapat diminimalisir. Tentunya, &lt;em&gt;statement&lt;/em&gt; dari pejabat otoritas kebijakan akan menjadi &lt;em&gt;signalling&lt;/em&gt; tersendiri bagi para pemain di pasar. Berbeda kondisinya dengan &lt;em&gt;statement-statement&lt;/em&gt; yang terlontar dari "pengamat" ekonomi yang berseliweran di berbagai media.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-8587437848509459234?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/8587437848509459234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=8587437848509459234' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8587437848509459234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/8587437848509459234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/sosok-gubernur-bi-yang-menenangkan.html' title='Sosok Gubernur BI yang Menenangkan Pasar'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3107655265386418100</id><published>2008-04-03T13:14:00.003+07:00</published><updated>2008-04-03T13:25:44.028+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Advice'/><title type='text'>Masukan untuk HUT Badan Otonom Economica FEUI Ke-30</title><content type='html'>&lt;p&gt;Badan Otonom Economica FEUI akan merayakan ulang tahun yang ke-30.&lt;br /&gt;Mungkin ada beberapa masukan dari saya untuk acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tempat:&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Enaknya bikin acaranya di tempat yang bagus dan strategis, memang cocoknya di hotel. Perlu adanya observasi untuk mencari tempat ini, biasanya ada paket yang murah, sekalian bisa cari dengan paket makanannya.&lt;br /&gt;Saya dan teman-teman dulu sewaktu mahasiswa saja bisa bikin acara di Hotel, kalo ngga mau ya kita pinjem ruangan kayak di Antam, Bidakara, atau apapun, yang penting tidak menurunkan ekspektasi almuni yang akan sebuah acara yang signifikan dan meriah.&lt;br /&gt;Tempat kalo mau murah bisa cari wisma-wisma saja. Kalau perlu pake link almuni yang kerja di Bank. Biasanya bank-bank itu punya wisma atau mess. Atau juga bisa di wisma atau ruangan di departemen atau lembaga pemerintahan yang lain&lt;br /&gt;Selama ada niat, pasti ada jalan....Kan almuni BOE banyak yang menduduki posisi-posisi strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Makanan:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Soal makan, kalau mau murah...panggil aja tukang bakso, tukang somay, tukang sate padang, tukang es cendol. suruh bawa gerobak ke tempat acaranya. Ganting piring dan gelasnya pake piring kertas dan gelas pelastik. Kue-kue bisa mampir ke pasar kue subuh-subuh. Pasti bakalan lebih murah. &lt;em&gt;Toh&lt;/em&gt; yang penting kebersamaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Acara:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Sebaiknya ada acara award untuk almuni BOE yangg sukses di kancah ekonomi, sosial, politik. Ini penting, bagaimanapun juga mereka pernah jadi bagian BOE sebagai tempat mereka menempa skill, leadership, dan berorganisasi.&lt;br /&gt;2. Ada semacam buku &lt;em&gt;booklet&lt;/em&gt; sederhana yang menggambarkan sejarah singkat BOE dan keadaan BOE skarang. (Penting nih buat yang generasi muda BOE untuk nambah link dan cari dana plus isinya tentang persiapan dana pensiun Mas Karnoe).&lt;br /&gt;3. Ada acara hiburan kecil-kecilan, ini bisa dari anak-anak BOE sekarag untuk menyiapkannya, siapa tahu ada senior yg mau nyumbang lagu. (Organ tunggal juga okey, setau saya ada banyak anak BOE yang bisa main musik, ada anak Kuksa/Posa yang juga anak BOE biasanya kan bisa maen gitar atau keyboard).&lt;br /&gt;4. Ada acara pengumpulan dana Mas Karnoe (&lt;em&gt;versi on the spot&lt;/em&gt;). Terus terang &lt;em&gt;versi on the spot&lt;/em&gt; ini lebih cepat kalau mau cari duit. Saya sewaktu di senat dalam semalam bisa dapat Rp2 juta di acara buka puasa ILUNI FEUI di hotel Sahid, padahal cuma menjual pin yang saya hargain satunya Rp50 ribu. Dananya waktu itu full untuk kegiatan sosial bernama FEUI Care.&lt;br /&gt;5. Kalo mau mengadakan seminar, lebih baik acaranya lebih bersifat santai, bisa diskusi mengenai kancah BOE dari almuni-alumninya. Kita bisa bagi per-angkatan, 70an, 80an, 90an, 2000an, dan juga generasi paling terakhir. Plus cerita-cerita dari Mas Karnoe sebagai penghubung antar generasi di BOE.&lt;br /&gt;6. Penting banget memastikan alumni-alumni yang punya nama besar untuk hadir, ini bisa jadi daya tarik tersendiri. Undang mereka jadi &lt;em&gt;keynote speaker&lt;/em&gt;, kalo bisa juga undang Dekan sekalian untuk beri sambutan. Ini bisa jadi cara menunjukan kelas acara ini yang "signifikan dan meriah".&lt;br /&gt;7. Pastikan produk-produk BOE yang ada dari dulu sampai sekarang ter-&lt;em&gt;display &lt;/em&gt;dengan baik. Pasti bakal ada yang mau beli produk BOE sekarang dengan embel-embel nostalgia ketika mereka masih jado anggota BOE.&lt;br /&gt;8. Ini bisa dimanfaatkan juga buat Launching bukunya Jagat, “Apa dan Siapa Alumni FEUI” kerjasama dengan LP3ES. Ini moment yang "aji mumpung" jadi tidak usah keluar dana lagi untuk membuat acara khusus launching bukunya Jagat. Menurut saya, sayang banget kalo bukunya Jagat tidak di-launching melalui sebuah acara khusus. (Tapi kalau mau patungan dana launching di acara ini bisa juga diomongin selanjutnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pencarian Dana untuk Acara:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau mau minta dana, sebaiknya jangan cuma modal proposal doank.&lt;br /&gt;Jual agenda UI, atau dipaket dengan produk lain, &lt;em&gt;mark up&lt;/em&gt; harganya berapa kali lipat, bilang selisih dana buat sumbangan acara ulang tahun BOE yang ke-30, sekalian diselipkan undangan dan bukti partisipasi sumbangan dana untuk acaranya, dan tawarkan juga siapa tahu ada yang mau menyumbang lebih. Juga tawarkan untuk sumbangan pensiunan Mas Karnoe. Jangan lupa jelaskan siapa Mas Karnoe dan sampai sejauhmana keadaannya sekarang (kalau yg ini bisa saja di-&lt;em&gt;keep &lt;/em&gt;dulu, sebenarnya pengumpulan dana pensiun Mas Karnoe bisa sewaktu acara nanti, takutnya alumni di awal udah gerah duluan ketika disodorin sumbangan sana-sini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Output dari acara ini (saya harapkan), makin eratnya link sesama alumni BOE, adanya tawaran kerjasama menarik untuk BOE saat ini, dan &lt;strong&gt;dana persiapan pensiunan Mas Karnoe yang meningkat secara signifikan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga masukan-masukannya berguna. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3107655265386418100?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3107655265386418100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3107655265386418100' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3107655265386418100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3107655265386418100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/masukan-untuk-hut-badan-otonom.html' title='Masukan untuk HUT Badan Otonom Economica FEUI Ke-30'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5918754706227339021</id><published>2008-04-03T11:45:00.001+07:00</published><updated>2008-04-03T12:01:04.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesian Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macroeconomics'/><title type='text'>Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik dan Komposisi Investasi Indonesia yang Tidak Berimbang</title><content type='html'>Pada tanggal 27 Maret 2008 lalu, &lt;em&gt;United Nations of Economic and Social Commission for Asia and the Pacific &lt;/em&gt;(UNESCAP), yaitu Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia-Pasifik meluncurkan buku Survey Sosial Ekonomi Asia-Pasifik 2008, yaitu suatu laporan rutin setiap tahun dalam menggambarkan fenomena pembangunan sosial ekonomi di region Asia-Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut, UNESCAP memprediksi bahan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik tahun 2008 sebesar 7,8 persen, menurun dibandingkan pada tahun 2007 sebesar 8,2 persen. Walaupun demikian, prediksi ini masih merupakan sebuah kinerja ekonomi yang baik di tengah lingkungan kondisi eksternal ekonomi dunia yang semakin sulit. Kondisi serupa pula dialami region Asia Tenggara, yang diprediksikan hanya mengalami pertumbuhan ekonomi yang menurun dari 6,2 persen tahun 2007 menjadi 5,8 persen pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Asia-Pasifik tidak terlepas dari dampak krisis subprime mortgage di Amerika Serikat, dan hingga kini perhitungan kerugian yang dialami lemabaga keuangan masih terus bertambah besar. Beruntungnya, penurunan pertumbuhan ekonomi di Asia-Pasifik tidak menjadi terlalu parah dengan adanya Cina dan India yang saat ini menjadi lokomotif terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Dengan demikian, dampak penurunan pertumbuhan yang ada dapat terkompensasi dengan pertumbuhan ekonomi Cina dan India yang terus menggeliat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lalu bagaimana dengan Indonesia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi yang dilakukan UNESCAP, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2008 diperkirakan sama dengan tahun 2007, yaitu sebesar 6,2 persen. Di tahun 2007, ekspor dan konsumsi rumah tangga dianggap menyelamatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah semakin meningkatnya harga minyak internasional dan barang-barang komoditi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi, secara umum, mengalami peningkatan pertumbuhan tiga kali lipat dari tahun 2006 sebesar 2,9 persen menjadi 8,7 persen di tahun 2007. Kemudian, dengan cadangan devisa Indonesia sebesar USD 56,9 miliar per Desember 2007 dan juga surplus neraca berjalan sebesar USD 11,5 miliar, dengan ini Indonesia masih dapat dikatakan dalam posisi yang aman menghadapi dampak yang mungkin terjadi akibat resesi ekonomi Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komposisi Investasi di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sudah dikatakan membaik dengan melebihi angka 6 persen, namun hal ini masih saja belum mampu membuat sektor riil dalam hal investasi untuk penyediaan lapangan kerja, dan penurunan jumlah pengangguran menunjukkan perbaikan secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita melihat variabel Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) dalam menunjukkan jumlah investasi di Indonesia, terlihat komposisi yang sangat tidak berimbang. Pada tahun 2007, sektor bangunan nilai persentase terhadap total PMTDB mendominasi sebesar 75,9 persen, sedangkan mesin dan peralatan sebesar 14,91 persen, dan transportasi hanya sebesar 5,43 persen. Dengan angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perubahan komposisi yang signifikan sejak Indonesia setelah krisis ekonomi 1997, yaitu di mana pada tahun 2000 persentase terhadap total PMTDB dari sektor bangunan mendominasi 76,05, mesin dan peralatan 13,34 persen, dan transportasi  7,07 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, angka tersebut menunjukkan bahwa kapasitas produksi dengan investasi pada mesin dan peralatan masih di bawah seperlima dari total PMTD. Pada satu sisi, peningkatan investasi dengan menunjukkan peningkatan pula pada mesin dan peralatan mengindikasikan adanya peningkatan kapasitas produksi di sektor industri manufaktur. Begitu pula pada transportasi, di mana hanya rata-rata 5-6 persen dari total PMTDB, menunjukkan bahwa dukungan infrastruktur dalam upaya peningkatan investasi terbilang masih sangat rendah. Padahal, transportasi seperti pembangunan jalan untuk mendukung akses produksi dan distribusi merupakan hal yang sangat penting, yaitu untuk mendukung proses penyaluran bahan baku produksi agar mudah tersalurkan dan juga mendukung kemudahan distribusi hasil-hasil produksi. Oleh karena itu, peran transportasi seharusnya juga harus menjadi bagian prioritas investasi yang perlu dipikirkan dalam upaya meningkatkan investasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sektor bangunan yang masih sangat mendominasi hampir tiga-per-empat dari total PMTDB hingga saat ini, tentu saja peningkatan investasi yang ada belum berdampak dengan meningkatnya kapasitas produksi sektor manufaktur secara keseluruhan dan juga penyerapan tenaga kerja yang besar. Apabila sektor bangunan atau konstruksi yang terjadi didominasi pada pembangunan konstruksi sipil dan pabrik, tentu merupakan hal yang baik dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Namun nyatanya, sektor bangunan dan konstruksi yang terjadi adalah banyak didominasi oleh sektor properti, pusat perbelanjaan moderen, perumahan, apartemen dan kondominium yang tentu lebih bias pada pusat perkotaan, serta tidak menunjukkan investasi yang akan meningkatkan kapasitas produksi manufaktur dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan semakin terlihat bagaimana dominasi sektor bangunan dengan melihat analisa dan statistik perumahan yang ada, di mana diperkirakan pertambahan kebutuhan perumahan di Indonesia setiap tahun rata-rata sebesar 800.000 unit rumah baru, sedangkan apartemen baru di Jabotabek diperkirakan di tahun 2007 lalu terjadi pertambahan sebesar 40.000 unit apartemen. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat pesat bila membandingkan dengan periode 1981-1999 dengan pertambahan rata-rata 25.000 unit apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal demikian, tentu saja semakin memperlihatkan bahwa pada komposisi pembentuk investasi di Indonesia sangatlah tidak berimbang, dan gejala ini sepertinya akan terus-menerus berlangsung selama tidak ada upaya optimal dalam rangka meningkatkan investasi di Indonesia dengan memperhatikan peningkatan kapasitas produksi serta dukungan infrastruktur yang semakin membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sangatlah beresiko apabila perumbuhan ekonomi Indonesia terus-menerus didorong oleh peningkatan konsumsi yang lebih bergantung dengan kapasitas produksi yang sudah ada, dan peningkatan ekspor yang lebih didorong oleh peningkatan harga komoditi internasional. Semua hal tersebut adalah bersifat jangka pendek dan tidak memberikan jaminan akan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat secara berkelanjutan disertai peningkatan lapangan kerja dan penurunan jumlah pengangguran secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini, diperlukanlah berbagai upaya yang sungguh-sungguh bagi pemerintah dan dunia usaha dengan tidak hanya memikirkan bagaimana cara meningkatkan investasi saja, namun juga berupaya membuat komposisi pembentuk investasi di dalamnya menjadi lebih berimbang. Dengan ini, ke depan, perekonomian Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi yang melanda Asia-Pasifik, namun juga mampu menunjukkan angka pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5918754706227339021?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5918754706227339021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5918754706227339021' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5918754706227339021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5918754706227339021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/perlambatan-pertumbuhan-ekonomi-asia.html' title='Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Asia Pasifik dan Komposisi Investasi Indonesia yang Tidak Berimbang'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-5777755570648492328</id><published>2008-04-03T11:41:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T11:44:29.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesian Economy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Investment'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Macroeconomics'/><title type='text'>50 tahun Indonesia-Jepang dan Peluang Investasi Jepang di Indonesia</title><content type='html'>Hubungan bilateral antara Jepang dan Indonesia yang telah menapaki usia 50 tahun menyiratkan bahwa Jepang tidak hanya memiliki keterkaitan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, namun juga sebuah hubungan yang telah diterjemahkan melalui peran Jepang yang cukup besar dalam perkembangan perdagangan, investasi, dan pembangunan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peran Jepang di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pasca krisis ekonomi, Jepang merupakan negara yang memberikan kontribusi terbesar dalam pinjaman luar negeri Indonesia. Pada tahun 2000 saja, saat itu pinjaman luar negeri Indonesia dari Jepang mencapai USD41,3 miliar. Secara bilateral, Jepang pada tahun sama berkontribusi sebesar 67,9 persen dari total pinjaman bilateral Indonesia. Hal ini sangatlah besar jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya berkontribusi sebesar 6,2 persen dan Jerman 6,7 persen. Selain itu, Jepang juga turut memberikan kontribusi pinjaman luar negeri ke Indonesia melalui lembaga multilateral seperti IBRD dan Asian Development Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi perdagangan, peran Jepang terhadap Indonesia juga sangat penting. Pada tahun 1990 Jepang sudah mencatat kontribusi 39,4 persen dari total ekspor Indonesia, sedangkan pada sisi impor sebesar 23,6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring perkembangan waktu, catatan mengenai dominasi peran Jepang di Indonesia pun semakin diwarnai persaingan ketat dengan negara-negara lain. Hal ini seiring dengan pemetaan pasar internasional yang berubah, terutama dengan munculnya Cina dan India sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, selain itu Indonesia juga mulai mendiversifikasi target dengan membidik pasar Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kendala Ekonomi Jepang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jepang saat ini juga menghadapi kendala terkait dengan gejala pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksikan mengalami pelambatan. Ini bermula pada krisis kredit perumahan &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt; di Amerika Serikat, yang kemudian secara tidak langsung memiliki dampak cukup besar terhadap perekonomian Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi mengingat keterkaitan ekonomi Jepang dengan Amerika Serikat sangatlah besar. Berdasarkan urutan negara-negara pemasok utama ke Jepang, per Januari-Juni 2007, Amerika Serikat menduduki posisi kedua terbesar (11,91 persen) setelah Cina pada urutan teratas (20,78 persen). Selain itu, semakin meningkatnya harga minyak internasional juga menjadi tekanan besar bagi Jepang yang tidak memiliki sumber daya migas domestik untuk mencukupi kebutuhan aktivitas ekonominya, di mana hal ini tentu menjadi sangat tergantung pada pasokan negara-negara penghasil minyak dan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peluang bagi Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi tersebut, Jepang terus berupaya memelihara hubungan ekonomi dengan negara-negara lainnya selain Amerika Serikat, salah satunya adalah Indonesia menjadi sangat penting, di mana sebagai negara ASEAN yang menjadi importir terbesar ke Jepang. Indonesia berdasarkan sudut pandang Jepang, merupakan negara yang secara geopolitik dan strategis penting dalam penyediaan energi dan bahan baku lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian kemitraan ekonomi Indonesia dan Jepang (&lt;em&gt;Economic Partnership Agreement&lt;/em&gt;) yang baru saja ditandatangani tahun 2007 lalu menandakan secercah peluang tersendiri bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan investasi dan perdagangan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik. Program kemitraan ini diperkirakan dapat menciptakan peluang bisnis mencapai USD65 miliar pada tahun 2010. Selain itu, diharapkan akan memberikan dampak positif pada peningkatan industri manufaktur di Indonesia dengan proses teknologi, kualitas produksi, standar produksi, dan penyediaan informasi pasar yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hambatan Ekonomi di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Namun, pada kondisi iklim investasi Indonesia sendiri masih menyisakan pekerjaan yang masih banyak seiring masih belum terciptanya perbaikan infrastruktur, masih terjadinya ketidakpastian regulasi, pasar tenaga kerja yang cenderung kaku, dan koordinasi antara pemerintah dan swasta yang belum optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, keuntungan dari upaya kemitraan yang dihembuskan Jepang ke Indonesia menjadi akan sangat bergantung pada sejauh mana minat pelaku usaha untuk memanfaatkan moment tersebut, dan juga seberapa besar upaya pembangunan kapasitas (&lt;em&gt;capacity buil&lt;/em&gt;ding) dalam pelaksanaan berbagai kebijakan ekonomi seefektif mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Indonesia harus pro aktif dan terus-menerus melakukan upaya memperbaiki kepercayaan bisnis (&lt;em&gt;business confidence&lt;/em&gt;) investor terhadap Indonesia. Apabila pemerintah Indonesia masih terus berputar-putar pada hal yang kurang substansial, terutama menjelang Pemilu 2009, tentu saja akan banyak momentum positif yang menjadi terlupakan, yaitu dalam hal perbaikan iklim investasi dan upaya mendorong sektor riil. Apabila demikian, seperti yang dikemukan sebelumnya, perayaan hubungan bilateral Indonesia-Jepang ke-50 dan upaya kemitraan ekonomi yang coba dibangun akan menjadi hanya sebatas ritual perayaan dan perjanjian di atas kertas. Dengan ini, bisa jadi Indonesia semakin kehilangan arah akan kondisi dunia yang semakin datar (&lt;em&gt;the world is flat&lt;/em&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-5777755570648492328?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/5777755570648492328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=5777755570648492328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5777755570648492328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/5777755570648492328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/50-tahun-indonesia-jepang-dan-peluang.html' title='50 tahun Indonesia-Jepang dan Peluang Investasi Jepang di Indonesia'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-6380499823242093357</id><published>2008-04-03T11:29:00.002+07:00</published><updated>2008-04-03T11:39:55.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Scholarship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Advertisement'/><title type='text'>Australian Leadership Awards Scholarships</title><content type='html'>Applications for the 2009 ALA intake &lt;strong&gt;open&lt;/strong&gt; on &lt;strong&gt;01 April 2008&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;close 30 June 2008&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Australian Leadership Awards (ALA) Scholarships are a component of a regional program that aims to develop leadership and build partnerships and linkages within the Asia-Pacific.&lt;br /&gt;They are intended for those who are already leaders or have the potential to assume leadership roles that can influence social and economic policy reform and development outcomes, both in their own countries and in the Asia-Pacific region. The ALA program comprises of Scholarships and Fellowships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALA Scholarships are academically elite awards offered to high achievers from the Asia-Pacific region each year to undertake postgraduate study (Masters or Doctorate) and a Leadership Development Program in Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selection for ALA Scholarships is highly competitive, based on leadership qualities and on academic excellence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALA Scholarships are an investment in the future of the Asia-Pacific region. In this regard, ALA scholars are required to return to their home country or the region for two years after they have completed their studies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In future years, ALA scholars will belong to a unique group - the Australian Scholarships Alumni Network (ASAN) - that will maintain strong and enduring links to Australia. Managed by AusAID as part of Australia's overseas aid program, ALA Scholarships are open only to citizens of countries in the Asia-Pacific region with which Australia has a significant aid program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Objectives of ALA Scholarships&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALA Scholarships aim to:&lt;br /&gt;- develop a cadre of leaders advancing regional reform, development and governance&lt;br /&gt;- increase exchange of knowledge and information within the region&lt;br /&gt;- build common purpose and understanding between Australia and the region&lt;br /&gt;- build capacity to address priority regional issues&lt;br /&gt;- build effective networks between Australia and the region&lt;br /&gt;- demonstrate the benefits of Australian education through the provision of high quality education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Leadership Development Program (LDP)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Through the enhancement of leadership skills, ALA Scholarships seek to empower awardees to participate in social and economic policy and development outcomes in their own countries and in the region. Current and future leaders in the Asia-Pacific region are provided a unique opportunity to explore and harness their leadership potential.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AusAID has invested A$10.128 million over a four year period to deliver a comprehensive Leadership Development Program (LDP) to all ALA scholars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The LDP comprises a three day conference in Canberra, regional workshops and leadership coaching and practice opportunities. The LDP increases skills in leadership and enhances participants understanding of the challenges at national, regional and global levels. LDP aims to help scholars realise their full leadership potential and provides important networking and collaborative opportunities for ALA scholars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The LDP component of the ALA Scholarship is a valuable opportunity that is not offered through any other scholarship program in the Asia-Pacific region.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fields of study&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awards are open to all fields of study, however, study programs that relate to the priority themes of international trade, pandemics, security and climate change (including clean energy) are encouraged. Scholarships are not available for military training, or training in areas related to nuclear technology and flying aircraft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Levels of study&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An ALA Scholarship enables candidates to undertake studies leading to a Masters or Doctorate degree in Australia. It does not include Graduate Diplomas, with the exception of those Masters courses that require the completion of a Graduate Diploma as part of the Masters degree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Who should apply&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Outstanding applicants with:&lt;br /&gt;- a very high level of academic achievement at undergraduate and/or postgraduate level&lt;br /&gt;- a high level of English language proficiency&lt;br /&gt;- demonstrated leadership potential and good prospects to influence social and economic policy reform and development outcomes in their home country and in the Asia-Pacific region&lt;br /&gt;- a commitment to participate ASAN on their return home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See also &lt;a href="http://www.ausaid.gov.au/scholar/pdf/ala.pdf"&gt;&lt;strong&gt;ALA Scholarships fact sheet [PDF 224KB]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm"&gt;&lt;strong&gt;Read More&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;)&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-6380499823242093357?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/6380499823242093357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=6380499823242093357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6380499823242093357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/6380499823242093357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/australian-leadership-awards.html' title='Australian Leadership Awards Scholarships'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-7037456784681581293</id><published>2008-04-03T11:23:00.003+07:00</published><updated>2008-04-03T11:28:52.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Call for Papers'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Advertisement'/><title type='text'>Call for Papers Sidang Pleno ISEI XIII</title><content type='html'>Ada sebuah kesempatan menarik yang sayang kalo tidak diikuti:&lt;br /&gt;Semoga saya sempat mengirimkan paper untuk acara ini&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Call for Papers Sidang Pleno ISEI XIII&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mataram, 17-18 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengundang para peneliti, pengajar, mahasiswa, praktisi dan pengambil kebijakan ekonomi Indonesia untuk menyajikan makalah pada acara Seminar Sidang Pleno ISEI XIII yang mengambil tema:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memperkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasionaldalam Era Persaingan Global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tingginya pertumbuhan ekonomi dan tingkat kepadatan penduduk di kawasan Asia, khususnya Asia Timur, telah menyebabkan tingginya kebutuhan energi dan pangan. Tingkat konsumsi energi dalam jumlah besar serta terbatasnya sumber energi akan menimbulkan usaha diversifikasi energi, utamanya energi dari sumber nabati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, pengembangan energi ini berhadapan langsung dengan masalah ketersediaan pangan (&lt;em&gt;trade off&lt;/em&gt; antara &lt;em&gt;bio fuel&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;food security&lt;/em&gt;). Dengan kata lain, dibutuhkan suatu basis ketahanan pangan dan energi yang kuat dalam menghadapi era persaingan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah Indonesia menghadapi permasalahan ini? Apakah &lt;em&gt;strategic pricing policy&lt;/em&gt; vs. &lt;em&gt;income stabilization&lt;/em&gt; dapat digunakan untuk memperkuat basis ketahanan pangan dan energi? Haruskah &lt;em&gt;cheap pricing policy&lt;/em&gt; tetap dipertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah yang dikirim harus berkaitan dengan tema, orisinil, belum pernah dipublikasikan, dengan panjang maksimum 10 ribu kata.&lt;br /&gt;Penulis diminta menyerahkan makalah lengkap paling lambat 31 Mei 2008, kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia Pengarah Sidang Pleno XIIIPengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)Jl. Daksa IV No. 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12110E-mail: sekretariat@isei.or.id atau irwan.suryanto@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah yang diterima akan diumumkan paling lambat pada tanggal 13 Juni 2008.Untuk setiap makalahyang diterima, ISEI akan membiayai satu orang penulis untuk memberikan presentasi di acara Seminar Sidang Pleno ISEI XIII di Mataram.Makalah yang diterima akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan pada Jurnal Ekonomi Indonesia, setelah melalui proses review artikel jurnal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-7037456784681581293?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/7037456784681581293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=7037456784681581293' title='29 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7037456784681581293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/7037456784681581293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2008/04/call-for-papers-sidang-pleno-isei-xiii.html' title='Call for Papers Sidang Pleno ISEI XIII'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4631654423592293944.post-3963854570897086348</id><published>2007-10-09T15:52:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T15:55:40.511+07:00</updated><title type='text'>Tuhan dan Ambigu-Ambigu-Nya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tuhan dan Determinasi Agama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya tak tahu sosok Tuhan itu seperti apa, Dia memang terlalu transenden untuk didefinisikan dan juga Dia tidak eksis untuk digambarkan. Saya tak tahu Dia sedang sendirian atau tidak, semestinya dia seperti halnya sebuah postulat yang telah menjadi teori, “Berlaku di mana saja, dan kapan saja” atau “Dia ada di mana saja, dan hadir kapan saja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karen Amstrong sendiri dalam buku &lt;em&gt;the History of God&lt;/em&gt;, sebenarnya bukan mencoba untuk mendefinisikan seperti apa Tuhan itu sebenarnya, namun mencoba melakukan eksplorasi sejarah pemikiran manusia-manusia mengenai Tuhan itu sendiri. Apa yang dilakukannya memang cukup mengelaborasi konsep tentang Tuhan dan mencoba mengerucutkannya dengan mengadopsi melalui agama-agama Abrahamistik atau agama Samawi (Langitan). Tetapi juga dalam bukunya secara tidak langsung telah terjadi diskriminasi sudut pandang di sini, agama-agama yang berakar dari sebuah perenungan manusia dan pergulatan dalam kehidupan seakan tak hadir di situ, baik itu Zoroaster, Taoisme, Buddisme, dan Hinduisme. Apa pasal? Latar belakang mengarfimasi agama-agama tersebut dari sebuah analisis mengenai sejarah manusia berfikir mengenai Tuhannya menurutnya adalah karena perdebatan dengan agama-agama tersebut seringkali terhenti mengenai pembahasan asal-usul kehidupan. Lalu sebenarnya apa fungsi agama itu sendiri? Apakah cukup sebagai sebuah pengatur dan tuntunan hidup atau harus hadir sebagai layaknya &lt;em&gt;theory of everything&lt;/em&gt; (mampu menjelaskan segalanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tuhan seharusnya hanya sendirian, tapi entah dewasa ini Dia nampak semakin banyak.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pernyataan ini justru yang terjadi adalah bukan hanya merasa dewasa ini semakin banyaknya Tuhan itu sendiri (kuantitas), namun juga fungsi Tuhan itu yang terkadang semakin terasa kerdil (kualitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar wahyu dan firman Tuhan termanifestasikan dalam ritus-ritus agama yang kemudian terkadang berakulturasi dengan budaya dan tata cara sosial masyarakat. Hal ini kemudian hadirlah simbol-simbol yang membedakan mana agama A ataupun agama B (inter&lt;em&gt;-relation&lt;/em&gt;) dan kemudian juga mana agama A aliran X dengan agama B aliran Y (&lt;em&gt;intra-relation&lt;/em&gt;). Semua kategori tersebut sebenarnya adalah hasil sebuah rekayasa sosial yang tercipta oleh masyarakat itu sendiri. Layaknya sebuah konsensus tak tersirat dalam memetakan sosok-sosok religius dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi Tuhan di sini pada akhirnya mulai terdestruktif, seakan-akan simbol-simbol berbicara lebih kencang dibandingkan firman Tuhan. Seakan takdir hadir dan tercipta dari siapa saja yang dikultuskan di antara golongan-golongan yang ada. Otoritarianisme agama muncul dengan dapat menentukan siapa yang berada dalam jalur kebenaran dan siapa yang kuffar baik dalam inter atau intra hubungan dalam agama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam kehidupan masyarakat baik dalam level yang sangat tradisional maupun sangat modern sekalipun manusia seringkali secara tidak sadar sedang mengkerdilkan fungsi Tuhan itu sendiri, baik pada saat menerima berbagai kesulitan ataupun mencari jalan menuju kebahagiaan. Ruang-ruang untuk mencapai hal-hal duniawi dan manusiawi sudah semakin terasionalkan dan bahkan manusia semakin jumawa dengan telah berkembang pesat ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu melewati batas pemikiran manusia-manusia sebelumnya. Akhirnya manusia terlupa saat-saat di mana rasionalitas mereka mesti terhenti ketika dihadapkan akan fakta-fakta spiritual yang hadir pada diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema Tuhan dalam menyampaikan nilai-nilainya: keyakinan akan Tuhan --&gt; Agama (Ibadah dan kehidupan sosial kemasyarakatan) --&gt; nilai-nilai moral (akhlak). Investasi awal dalam diri manusia menyadari akan keberadaan Tuhan adalah keyakinan atau kesadaran akan keberadaa-Nya. Agama serta ritus-ritus pelengkapnya sebenarnya hanyalah sebagai alat (&lt;em&gt;tools&lt;/em&gt;) untuk mencapai tujuan akhir dari pesan-pesan yang disampaikan Tuhan kepada manusia. Kehidupan yang damai, moral yang terjaga, toleransi antar sesama, dan segala nilai kebaikan universal yang diinginkan umat manusia. Sayangnya, seringkali semua terhenti pada point yang kedua, di mana simbol-simbol dan ritus-ritus agama seperti yang menjadi esensi dari segalanya dan sehingga tak pernah mencapai tujuan akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini saya tak perdulikan baik &lt;em&gt;God&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;Gods&lt;/em&gt; apakah dia singular atau plural. Hal terpenting adalah apapun kuantitas dan kualitas sosok Tuhan tersebut, semua dapat terejawantahkan dalam tujuan hidup manusia untuk menjadi manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu. Kalau hal ini tidak terjadi, kita tak perlu lagi memperdebatkan seberapa banyak Tuhan yang mesti kita sembah, satu Tuhan saja pun akan menjadi tidak berarti apabila tak ada substansi yang hakiki terpatri dalam diri manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agama sebagai Variabel Konstan: Sebuah Keperluan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang terjadi saat ini terlihat mengerucutkan keadaan pada dua titik. Pertama, agama dan berbagai ritusnya masuk ke dalam segala relung-relung kehidupan suatu masyarakat, dan terjadi proses institutionalisasi keagamaan-keagamaan dengan menjadikan agama sebagai aspek formal (pro-formalisasi). Pada kondisi ini, agama-agama banyak bercumbu dengan aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, dan bahkan kekuasaan. Hal ini sangat rawan akan terjadinya penjustifikasian hal-hal atau kepentingan yang bersifat duniawi atas nama agama. Agama pada akhirnya hanya sebagai pelarian (eskaptisme) dari berbagai hal ketika manusia tidak berhasil mengoptimalkan rationalitas dalam menghadapi konteks kehidupan yang sedang dihadapi. Dengan demikian, agama akan menjadi segala macam prosedural yang mengatur segala aspek kehidupan tanpa menyempatkan rationalitas menyeruak dan menemukan titik optimalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kutub lain, agama tetap diusahakan terpisahkan dari aspek sosial kemasyarakatan dalam pengertian proses sekularisasi atau paham sekularisme. Pada konteks ini, bisa jadi akan membawa keadaan keberagamaan menjadi lebih baik. Dalam artian, segala macam kepentingan yang bersifat duniawi dijalankan dengan identitas sebenarnya, tanpa meminjam identitas atas nama agama atau memanifestasikan nilai-nilai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa agama perlu sebagai variabel konstan? Dalam ekonomi, kita mempelajari bagaimana kita mencoba menganalisa dan memahami bagaimana variabel satu mempengaruhi variabel lainnya dengan menganggap variabel lain dianggap konstan. Penggunaan analisa dengan cara ini bertujuan agar kita benar-benar mengetahui bagaimana perilaku variabel satu dipengaruhi variabel lainnya. Sehingga kesimpulan mengenai bagaimana perilaku (&lt;em&gt;behavior&lt;/em&gt;) dari variabel tersebut kita hasilkan secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga penting ketika para ilmuwan melakukan penelitian dan mengamati bagaimana berbagai kehidupan ini berjalan dan termaktub dalam sebuah sistem yang mempengaruhi satu sama lainnya. Secara tidak sadar para ilmuwan ini sebenarnya sedang menganggap Tuhan itu sebuah variabel lain yang dianggap konstan. Apabila tidak, tentu saja perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan sedahsyat sekarang karena kesimpulannya akan selalu jelas, “Segala sesuatu yang ada di dunia ini semua mengikuti kehendak Tuhan” &lt;em&gt;That’s all&lt;/em&gt;. Tidak perlu lagi ada penjelasan rumit dan menjemukkan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ekonom, tentu saja dalam membuat sebuah model ekonomi yang berusaha menjelaskan bagaimana variabel-variabel independen menjelaskan variabel dependen secara tidak sadar juga kita menganggap Tuhan adalah variabel lain yang dianggap konstan. Padahal segala hal yang terjadi di dunia ini berdasarkan kehendak Tuhan, manusia hanya dalam tataran berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin. Atau mungkin kita berpendapat tidak demikian adanya. Sikap ini juga menyiratkan secara tidak sadar kita sedang mengkerdilkan peran dan fungsi Tuhan dalam detik-detik kehidupan kita. Seba salah memang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ber-Tuhan: Ber-Agama atau Ber-Budaya,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sisi antropologi mengatakan penyebarluasan agama/sistem religi sangat dekat dengan faktor keluarga/adat /kesukuan. Wajar, karena transfer ilmu religi pertama-tama (paling basic) diajarkan pada lingkup ini.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pernyataan tersebut, justru menimbulkan pertanyaan mengenai historikal dari agama dan budaya berkaitan dengan Ketuhanan. Pertanyaan mendasarnya adalah, bagaimana suatu hal dikatakan sebagai ritus agama atau sebagai ritus budaya. Ritus agama mempengaruhi ritus budaya atau sebaliknya. Manakah yang lebih dulu hadir, agama atau budaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritus-ritus budaya hadir melalui pergulatan manusia antar manusia dengan segala macam faktor adat atau kebersamaan kolektif kesukuan yang pada akhirnya terciptalah sebuah fenomena ritual yang disepakati bersama. Ritual ini terlahir dari hasil proses pengartikulasian nilai-nilai yang dipahami bersama ke dalam perilaku sosial yang kemudian bertransformasi secara turun temurun. Jadi, ritualisme budaya bisa jadi lebih dahulu terlahir daripada ritualisme agama. Dengan demikian, untuk sekedar mengenal ritual-ritual saja sebenarnya manusia tidak perlu ber-Tuhan. Apakah pola berfikir kausalitas ini sudah benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pola berfikir akan kita bawa ke arah sejauh mana peran Tuhan dengan segala firman dan wahyu-Nya pada akhirnya menciptakan berbagai kepercayaan dan ritualisme keberagamaan yang dilakukan oleh manusia. Lalu, apakah rasa Ketuhanan memerlukan ritual-ritual, atau mungkin sebaliknya ritual-ritual memerlukan rasa Ketuhanan? Dan apakah cukup dengan melaksanakan ritual-ritual tersebut kita merasakan nilai-nilai yang Tuhan sampaikan. Atau sebenarnya nilai-nilai Tuhan itu sudah ada dalam diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meyakini Tuhan saja tanpa melaksanakan ritual-ritualnya kita akan terjebak dalam ruang agnostik. Hal ini juga sebenarnya akan menghasilkan sebuah pandangan yang menyesatkan, di mana seseorang yang meyakini sekaligus melaksanakan ritual tersebut akan terlihat sebagai pemeluk agama yang sempurna. Sedangkan menurut saya, kesempurnaan itu hadir ketika manusia telah berhasil melaksanakan esensi dari keberagamaan tersebut, tidak hanya ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apabila kita dihadapkan pada pertanyaan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Do we need to be religious or to have religion?”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Sepenuhnya saya tidak terlalu peduli akan kedua kategori tersebut. Tetap saja esensi keberagamaan jauh lebih penting dibandingkan pemujaan dan terlarut dalam simbol-simbol keagamaan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap secara pribadi bahwa tulisan ini akan menjadi awal dari pemikiran-pemikiran selanjutnya, dan bukan sebagai akhir pemikiran dan diskusi kita menyoal Ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------- +++++ -------------------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4631654423592293944-3963854570897086348?l=gaffari-ramadhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/feeds/3963854570897086348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4631654423592293944&amp;postID=3963854570897086348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3963854570897086348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4631654423592293944/posts/default/3963854570897086348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gaffari-ramadhan.blogspot.com/2007/10/tuhan-dan-ambigu-ambigu-nya.html' title='Tuhan dan Ambigu-Ambigu-Nya'/><author><name>Gaffari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14797892652632863878</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-vbALECOJDgs/TlF4n97xqsI/AAAAAAAAAdc/7BcfZvYnOQo/s220/Personal%2BPhoto%2B%25281%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
