Sunday, October 18, 2009

Nada Minor Lagu Cinta

Dari berbagai kejadian, entah yang gue liat atau gue alamin rasanya kadang hidup ngga sesuai dengan apa yang mudah terucap..seperti lagu-lagu yang sering berdendang. Lagu cinta yang menawarkan romantisme dua sejoli atau kecintaan seseorang dengan orang terkasihnya. Tapi kalo kita lihat di infotainment, artis-artis baik pencipta lagu, atau penyanyi yang begitu syahdu menyanyikan lagu cinta, namun perjalanan cinta atau keluarga yang dibangunnya tak semulus seperti apa yang keluar dari suaranya yang merdu atau hasil lagu ciptaannya.

Tipe orang Indonesia mungkin, terlihat dari pasar musik, band-band yang membawakan lagu cinta dan romatisme mendayu-dayu justru laku keras. Seolah-olah tak memberi ruang bagi genre musik lain yang membawakan lagu mungkin lebih sarat makna tanpa melulu mengusung tema cinta.

Begitupula kalo gue lihat kecenderungan saat ini, kutipan-kutipan lagu cinta mulai meracuni status facebook, twitter, plurk, dan berbagai situs jaringan sosial lainnya. Dengan pongah seolah-olah orang tersebut mem-publish bahwa dirinya sedang dimabuk asmara, paling mengerti apa artinya cinta dan kasih sayang. Well, kalo gue telisik satu-dua orang, toh justru yang seperti itu biasanya berkebalikan dengan kehidupan nyatanya.

Lagu cinta bagi gue sama saja dengan ayat-ayat Tuhan, menawarkan kondisi ideal, namun tak mudah dilakukan atau seindah pada realitanya. Sama halnya dengan orang-orang dengan jumawa membawa ayat-ayat Tuhan yang seharusnya membawa rahmat semesta alam, namun dikutipnya untuk melakukan tindakan kekerasan (atas nama agama tentunya). Sama halnya juga dengan lagu cinta, yang dapat dikutip atau dilantunkan, namun justru untuk meluluhkan hati sang selingkuhan, dan melupakan terkasih yang sebenarnya.

Hmmm..ada lirik lagu dari band indie Efek Rumah Kaca mengenai fenomena ini, dan gue setuju 100 persen akan isinya.

Cinta Melulu

Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise

Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal

Reff:
Oh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu

Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu


Kalo pengen tahu gimana lagunya, gue embed live perfomence-nya dari youtube:



Lagu cinta, hmmmm...No thanks....

No comments: